<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555</id><updated>2011-04-21T20:06:19.835-07:00</updated><title type='text'>Cinta Ku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>158</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112694294025873269</id><published>2005-09-17T00:37:00.000-07:00</published><updated>2005-09-17T00:42:20.883-07:00</updated><title type='text'>Pacaran Boleh Ngga Ya?</title><content type='html'>Assalamu `alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu janrang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 - 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pacaran itu sendiri sudah merupakan kelaziman di tengah masyarakat dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. Dan realitas&lt;br /&gt;di tengah masyarakat sudah mengenal persis aktifitas pacaran itu yang identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau&lt;br /&gt;rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan, tukar menukar&lt;br /&gt;SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan. Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan&lt;br /&gt;pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hakikat pacaran adalah pada keberduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal masyarakat dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal masyarakat sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sudah memperingatkan laki-laki dan wanita yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang&lt;br /&gt;ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan&lt;br /&gt;hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu," mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan&lt;br /&gt;perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan&lt;br /&gt;dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu -apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini- tidak lain&lt;br /&gt;adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah&lt;br /&gt;melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang nota bene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta'aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta'aruf sangat&lt;br /&gt;berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta'aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta'aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan.&lt;br /&gt;Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya.&lt;br /&gt;Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil ahli yang memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila&lt;br /&gt;ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar menawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melakukan ta'aruf, seseorang baik pihak laki atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetail, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik,&lt;br /&gt;sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri. Silahkan periksa dengan baik dan kalau tertarik, mari bicara harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya ta'aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan wanita dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing&lt;br /&gt;nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma beruda saja. Harus ada yang&lt;br /&gt;mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis&lt;br /&gt;untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan taaruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali&lt;br /&gt;tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil 'wah' di&lt;br /&gt;depan pasangannya. Bedak, gincu, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari&lt;br /&gt;kehidupan real nanti dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal&lt;br /&gt;seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau&lt;br /&gt;ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media&lt;br /&gt;foto, lukisan atau video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Dan khusus dalam kasus ta`aruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh disana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua tapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena tapak tangan wanita pun bukan termasuk aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan keharusan ghadhdhul bashar ? Bab ghadhdhul bashar tempatnya bukan saat ta`aruf, karena pada saat ta`aruf, secara khusus Rasulullah SAW memang memerintahkan untuk melihat dengan seksama dan teliti. Kalau sekali melihat ternyata belum yakin, boleh melihat lagi dan lagi hingga betul-betul kuat motivasi untuk menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain urusan melihat pisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syari`ah Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, ngedate dan seterusnya dengan menggunakan alasan ta`aruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran. Sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami istri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus berkaitan dengan foto wjah seseorang, sebenarnya bukan media yang 100 % bisa dipercaya, apalagi bila foto itu cuma ukuran 2x3 hitam putih. Sama sekali tidak memberi gambaran apa-apa. Begitu juga dengan CV yang ditulis di atas kertas selembar yang isinya cuma nama, alamat, hobi dan warna kesukaan. Jelas bukan informasi untuk ta`aruf pada sebuah pernikahan. Kalau cuma pas poto dan selembar kertas bio data, fungsinya buat bikin KTP atau untuk jadi sahabat pena di majalah anak-anak. Dus, itu bukan sarana yang tepat untuk sebuah ta`aruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;tambahan saya: "pertukaran CV atau biodata+foto yang lengkap dan jujur dilakukan hanya pada proses awal ta'aruf sebelum masing-masing calon bertemu. Untuk&lt;br /&gt;menjaga perasaan masing2. Tentunya diiringi pula salat istikhoroh berdoa mohon petunjuk 4JJI." Begitu kata ustadz &amp;amp; kata yang sudah pernah.&lt;br /&gt;---------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;Pusat Konsultasi Syariah&lt;br /&gt;Diasuh oleh SyariahOnline.com dan Ust. Iman Sulaiman, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112694294025873269?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112694294025873269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112694294025873269' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112694294025873269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112694294025873269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/09/pacaran-boleh-ngga-ya.html' title='Pacaran Boleh Ngga Ya?'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112690748576920704</id><published>2005-09-16T14:49:00.000-07:00</published><updated>2005-09-16T14:51:25.776-07:00</updated><title type='text'>Bagai Cinta Bunga Sakura</title><content type='html'>Semilir angin berhembus lembut menabuh daun, mengiringi ranting kecil pepohonan yang menari meliuk-liuk. Di langit, sinar mentari menelusup dari balik awan yang bergelayut. Menyapa ramah, kemudian mendekap hangat penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim semi memang telah tiba. Tsukushi dan sumire juga tampak bermunculan di sela rerumputan. Kembali, ketakjuban bagi jiwa telah dibentangkan bahwa alam semesta turut tunduk dan patuh pada peran dalam setiap lakonNya. Di permukaan tanah, beragam warna bunga liar lain berpadu menghamparkan permadani indah. Sejuk mata memandang, jiwa seakan tak lagi dahaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai...&lt;br /&gt;Lihatlah pula sakura yang merekah di mana-mana. Kelopaknya berwarna putih, sedikit dihiasi semburat merah muda. Setiap tangkai itu sarat dipenuhi kuntum bunga hingga tampak berjuntaian ingin mencumbu tanah. Ketika angin menggoda, ia pun menggeliat manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakura di musim semi memang selalu menebar pesona. Kehadirannya tak pernah lupa dinantikan jutaan manusia di negerinya. Seperti biasa mereka duduk berkelompok di bawah pohon seraya menikmati keindahannya, bahkan tak peduli waktu siang atau malam. Tak jarang pula banyak yang bernyanyi-nyanyi atau sekedar mengabadikan kecantikannya. Memang sebuah fitrah bila manusia menyukai segala yang indah. Rasa ini akan membuahi putik-putik kasih, kemudian merekah menjadi bunga cinta yang bersemi di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah...&lt;br /&gt;Semua begitu indah mempesona. Sebuah kreasi di alam semesta yang menakjubkan dari Sang Pemilik Keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, walaupun bunga sakura indah menawan, usianya tak pernah panjang. Satu persatu kelopaknya akan jatuh berguguran. Hanya berkisar selama dua pekan, punah lah semua. Pohonnya akan penuh daun saat musim panas, kemudian rontok ketika musim gugur menjelang. Sepanjang musim dingin, hanya dahan dan rantingnya yang tersisa. Sakura akan mekar ketika musim semi kembali tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SubhanaLlah...&lt;br /&gt;Tidakkah bunga sakura yang merekah sebenarnya sebuah tausyiah bagi hati kita. Meski usianya begitu singkat, tak pernah menghalanginya untuk menebarkan keindahan yang dimiliki. Umpama sepasang kekasih yang telah menjalin ikatan suci, persembahan terbaik dan terindah selama hidup di muka bumi hanya tersaji untuk yang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai sakura yang telah menyandang keindahan selama mekar kuntum bunganya, bukankah seyogyanya juga manusia mesti memberikan yang terbaik sepanjang hidupnya. Tak henti menebarkan rasa cinta dan kasih sayang dalam segala akhlaq serta tingkah laku, hingga kematian itu nanti menghampiri kita. Karena sebagai insan kita tak pernah tahu hingga kapan umur ini diamanahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau cinta bagi sakura adalah mekar mempesona ketika musim semi tiba, maka cinta bagi seorang hambaNya adalah senantiasa merundukkan hati dan raga. Pasrah, seraya meratakan kening pada hamparan sajadah. Meneteskan air mata kerinduan serta tak pernah lelah merengkuh dari Sang Pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lamu bish-shawaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA*&lt;br /&gt;Al-Hubb FiLlah wa LiLlah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Aufa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsukushi: sejenis rumput yang muncul ketika musim semi tiba, batangnya tegak dan menggelembung di bagian atas.&lt;br /&gt;Sumire: bunga kecil berwarna ungu yang juga akan terlihat di sela rerumputan saat musim semi menjelang.&lt;br /&gt;Tausyiah ini adalah hasil editing dari tulisan promo buku Sapa Cinta dari Negeri Sakura.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112690748576920704?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112690748576920704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112690748576920704' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112690748576920704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112690748576920704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/09/bagai-cinta-bunga-sakura.html' title='Bagai Cinta Bunga Sakura'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112690244860880743</id><published>2005-09-16T13:20:00.000-07:00</published><updated>2005-09-16T13:31:41.680-07:00</updated><title type='text'>Sesungguhnya Cinta Itu (Tidak) Kontroversial</title><content type='html'>Ingatkah saat Anda dulu jatuh cinta? Atau mungkin saat ini Anda tengah mengalaminya? Itulah yang sedang terjadi pada salah seorang sahabat saya. Akhir-akhir ini tingkah lakunya berubah drastis. Ia jadi suka termenung dan matanya sering menerawang jauh. Jemari tangannya sibuk ketak-ketik di atas tombol telpon genggamnya, sambil sesekali tertawa renyah, berbalas pesan dengan pujaan hatinya. Di lain waktu dia uring-uringan, namun begitu mendengar nada panggil polyphonic dari alat komunikasi kecil andalannya itu, wajahnya seketika merona. Lagu-lagu romantis menjadi akrab di telinganya. Penampilannya pun kini rapi, sesuatu yang dulu luput dari perhatiannya. Bahkan menurutnya nuansa mimpi pun sekarang lebih berbunga-bunga. Baginya semuanya jadi tampak indah, warna-warni, dan wangi semerbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mencengangkan lagi, di apartemennya bertebaran buku-buku karya Kahlil Gibran, pujangga Libanon yang banyak menghasilkan masterpiece bertema cinta. Tak cuma menghayati, kini dia pun menjadi penyair yang mampu menggubah puisi cinta. Sesekali dilantunkannya bait-bait syair. "Cinta adalah kejujuran dan kepasrahan yang total. Cinta mengarus lembut, mesra, sangat dalam dan sekaligus intelek. Cinta ibarat mata air abadi yang senantiasa mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercenung melihat cintanya yang begitu mendalam. Namun, tak urung menyeruak juga sebersit kontradiksi yang mengusik lubuk hati. Sebagai manusia, wajar jika saya ingin merasakan totalitas mencintai dan dicintai seseorang seperti dia. Tapi bukankah kita diwajibkan untuk mencintai Allah lebih dari mencintai makhluk dan segala ciptaan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah kita tidak boleh mencintai seseorang seperti sahabat saya itu? Bagaimana menyikapi cinta pada seseorang yang tumbuh dari lubuk hati? Apakah cinta itu adalah karunia sehingga boleh dinikmati dan disyukuri ataukah berupa godaan sehingga harus dibelenggu? Bagaimana sebenarnya Islam menuntun umatnya dalam mengapresiasi cinta? Tak mudah rasanya menemukan jawaban dari kontroversi cinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, suatu hari ada pencerahan dari tausyiah dalam sebuah majelis taklim bulanan. Islam mengajarkan bahwa seluruh energi cinta manusia seyogyanya digiring mengarah pada Sang Khalik, sehingga cinta kepada-Nya jauh melebihi cinta pada sesama makhluk. Justru, cinta pada sesama makhluk dicurahkan semata-mata karena mencintai-Nya. Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah 165, "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Allah SWT telah menyampaikan pesan gamblang mengenai perbedaan dan garis pemisah antara orang-orang yang beriman dengan yang tidak beriman melalui indikator perasaan cintanya. Orang yang beriman akan memberikan porsi, intensitas, dan kedalaman cintanya yang jauh lebih besar pada Allah. Sedangkan orang yang tidak beriman akan memberikannya justru kepada selain Allah, yaitu pada makhluk, harta, atau kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menyajikan pelajaran yang berharga tentang manajemen cinta; tentang bagaimana manusia seharusnya menyusun skala prioritas cintanya. Urutan tertinggi perasaan cinta adalah kepada Allah SWT, kemudian kepada Rasul-Nya (QS 33: 71). Cinta pada sesama makhluk diurutkan sesuai dengan firman-Nya (QS 4: 36), yaitu kedua orang ibu-bapa, karib-kerabat (yang mahram), anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sedangkan harta, tempat tinggal, dan kekuasaan juga mendapat porsi untuk dicintai pada tataran yang lebih rendah (QS 9: 24). Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan cinta adalah abstrak. Namun perasaan cinta bisa diwujudkan sebagai perilaku yang tampak oleh mata. Di antara tanda-tanda cinta seseorang kepada Allah SWT adalah banyak bermunajat, sholat sunnah, membaca Al Quran dan berdzikir karena dia ingin selalu bercengkerama dan mencurahkan semua perasaan hanya kepada-Nya. Bila Sang Khaliq memanggilnya melalui suara adzan maka dia bersegera menuju ke tempat sholat agar bisa berjumpa dengan-Nya. Bahkan bila malam tiba, dia ikhlas bangun tidur untuk berduaan (ber-khalwat) dengan Rabb kekasihnya melalui shalat tahajjud. Betapa indahnya jalinan cinta itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu. Apa yang difirmankan oleh Sang Khaliq senantiasa didengar, dibenarkan, tidak dibantah, dan ditaatinya. Kali ini saya baru mengerti mengapa iman itu diartikan sebagai mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seluruh ayat-Nya dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa sehingga seseorang yang mencintai-Nya merasa sanggup berkorban dengan jiwa, raga, dan harta benda demi membela agama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totalitas rasa cinta kepada Allah SWT juga merasuk hingga sekujur roh dan tubuhnya. Dia selalu mengharapkan rahmat, ampunan, dan ridha-Nya pada setiap tindak-tanduk dan tutur katanya. Rasa takut atau cemas selalu timbul kalau-kalau Dia menjauhinya, bahkan hatinya merana tatkala membayangkan azab Rabb-nya akibat kealpaannya. Yang lebih dahsyat lagi, qalbunya selalu bergetar manakala mendengar nama-Nya disebut. Singkatnya, hatinya tenang bila selalu mengingat-Nya. Benar-benar sebuah cinta yang sempurna...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur ya Allah, saya menjadi lebih paham sekarang! Cinta memang anugerah yang terindah dari Maha Pencipta. Tapi banyak manusia keliru menafsirkan dan menggunakannya. Islam tidak menghendaki cinta dikekang, namun Islam juga tidak ingin cinta diumbar mengikuti hawa nafsu seperti kasus sahabat saya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja dia mencintai Allah SWT melebihi rasa sayang pada kekasihnya. Bila saja pujaan hatinya itu adalah sosok mukmin yang diridhai oleh-Nya. Dan andai saja gelora cintanya itu diungkapkan dengan mengikuti syariat-Nya yaitu bersegera membentuk keluarga sakinah, mawaddah, penuh rahmah dan amanah... Ah, betapa bahagianya dia di dunia dan akhirat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya Islam! Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya, sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam, lebih murni, dan lebih abadi. Cinta seperti ini diilustrasikan dalam sebuah syair karya Ibnu Hasym, seorang ulama sekaligus pujangga dan ahli hukum dari Andalusia Spanyol dalam bukunya Kalung Burung Merpati (Thauqul Hamamah), "Cinta itu bagaikan pohon, akarnya menghujam ke tanah dan pucuknya banyak buah." Wallahualam bish-showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frankfurt am Main, 1 Mei 2005&lt;br /&gt;Vita Sarasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112690244860880743?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112690244860880743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112690244860880743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112690244860880743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112690244860880743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/09/sesungguhnya-cinta-itu-tidak.html' title='Sesungguhnya Cinta Itu (Tidak) Kontroversial'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112293107455424449</id><published>2005-08-01T14:13:00.000-07:00</published><updated>2005-08-01T14:17:54.566-07:00</updated><title type='text'>CINTA KEPADA ALLAH  (MAHABBATULLAH)</title><content type='html'>Sewaktu masih kecil Husain (cucu Rasulullah Saw.) bertaya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: "Apakah engkau mencintai Allah?" Ali ra menjawab, "Ya". Lalu Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu?" Ali ra kembali menjawab, "Ya". Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai Ibuku?" Lagi-lagi Ali menjawab,"Ya". Husain kecil kembali bertanya: "Apakah engkau mencintaiku?" Ali menjawab, "Ya". Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya, "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?" Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah". Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi wanita terkenal dari Bahsrah, Rabi'ah Al- Adawiyah (w. 165H) ketika berziarah ke makam Rasul Saw. pernah mengatakan: "Maafkan aku ya Rasul, bukan aku tidak mencintaimu tapi hatiku telah tertutup untuk cinta yang lain, karena telah penuh cintaku pada Allah Swt". Tentang cinta itu sendiri Rabiah mengajarkan bahwa cinta itu harus menutup dari segala hal kecuali yang dicintainya. Bukan berarti Rabiah tidak cinta kepada Rasul, tapi kata-kata yang bermakna simbolis ini mengandung arti bahwa cinta kepada Allah adalah bentuk integrasi dari semua bentuk cinta termasuk cinta kepada Rasul. Jadi mencintai Rasulullah Saw. sudah dihitung dalam mencintai Allah Swt. Seorang mukmin pecinta Allah pastilah mencintai apa apa yang di cintai-Nya pula. Rasulullah pernah berdoa: "Ya Allah karuniakan kepadaku kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diriku pada kecintaan-Mu. Jadikanlah dzat-Mu lebih aku cintai dari pada air yang dingin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Rabiah -yang sangat terpandang sebagai wali Allah karena kesalehannya- mengembangkan konsep cinta yang menurut hematnya harus mengikuti aspek kerelaan (ridha), kerinduan (syauq), dan keakraban (uns). Selain itu ia mengajarkan bahwa cinta kepada Tuhan harus mengesampingkan dari cinta-cinta yang lain dan harus bersih dari kepentingan pribadi (dis-interested). Cinta kepada Allah tidak boleh mengharapkan pahala atau untuk menghindarkan siksa, tetapi semata-mata berusaha melaksanakan kehendak Allah, dan melakukan apa yang bisa menyenangkan-Nya, sehingga Ia kita agungkan. Hanya kepada hamba yang mencintai-Nya dengan cara seperti itu, Allah akan menyibakkan diri-Nya dengan segala keindahannya yang sempurna. Rumusan cinta Rabiah dapat di simak dalam doa mistiknya: "Oh Tuhan, jika aku menyembahmu karena takut akan api neraka, maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahmu karena berharap surga, maka campakanlah aku dari sana; Tapi jika aku menyembahmu karena Engkau semata, maka janganlah engkau sembunyikan keindahan-Mu yang abadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Mahabbah, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa cinta kepada Allah adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan ia menduduki derajad/level yang tinggi. "(Allah) mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya." (QS. 5: 54). Dalam tasawuf, setelah di raihnya maqam mahabbah ini tidak ada lagi maqam yang lain kecuali buah dari mahabbah itu sendiri. Pengantar-pengantar spiritual seperti sabar, taubat, zuhud, dan lain lain nantinya akan berujung pada mahabatullah (cinta kepada Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sang Hujjatul Islam ini kata mahabbah berasal dari kata hubb yang sebenarnya mempunyai asal kata habb yang mengandung arti biji atau inti. Sebagian sufi mengatakan bahwa hubb adalah awal sekaligus akhir dari sebuah perjalanan keberagamaan kita. Kadang kadang kita berbeda dalam menjalankan syariat karena mazhab/aliran. Cinta kepada Allah -yang merupakan inti ajaran tasawuf- adalah kekuatan yang bisa menyatukan perbedaan-perbedaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayazid Bustami sering mengatakan: "Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang di peroleh kekasih, meskipun itu sedikit." Kata-kata arif dari sufi pencetus doktrin fana' ini dapat kita artikan bahwa ciri-ciri seorang yang mencintai Allah pertama adalah rela berkorban sebesar apapun demi kekasih. Cinta memang identik dengan pengorbanan, bahkan dengan mengorbankan jiwa dan raga sekalipun. Hal ini sudah di buktikan oleh Nabi Muhammad Saw., waktu ditawari kedudukan mulia oleh pemuka Quraisy asalkan mau berhenti berdakwah. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada Allah Swt., Rasulullah mengatakan kepada pamannya: "Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa". Ciri kedua dari pecinta adalah selalu bersyukur dan menerima terhadap apa- apa yang di berikan Allah. Bahkan ia akan selalu ridha terhadap Allah walaupun cobaan berat menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa para pecinta rindu untuk berjumpa dan memandang wajah Allah yang Maha Agung.. "Orang orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka "'(QS. 2: 46). Tentang kerinduan para pecinta terhadap Allah Swt., sufi besar Jalaluddin Rumi menggambarkan dalam matsnawi sebagai kerinduan manusia pada pengalaman mistikal primordial di hari "alastu" sebagai kerinduan seruling untuk bersatu kembali pada rumpun bambu yang merupakan asal muasal ia tercipta. Hidup di dunia merupakan perpisahan yang sangat pilu bagi para pecinta, mereka rindu sekali kepada Rabbnya seperti seseorang yang merindukan kampung halamannya sendiri, yang merupakan asal-usulnya. Jiwa para pecinta selalu dipenuhi keinginan untuk melihat Allah Swt. dan itu merupakan cita-cita hidupnya. Menurut Al-Ghazali makhluk yang paling bahagia di akhirat adalah yang paling kuat kecintaannya kepada Allah Swt. Menurutnya, ar-ru'yah (melihat Allah).merupakan puncak kebaikan dan kesenangan. Bahkan kenikmatan surga tidak ada artinya dengan kenikmatan kenikmatan perjumpaan dengan Allah Swt. Meminta surga tanpa mengharap perjumpaan dengan-Nya merupakan tindakan "bodoh" dalam terminologi sufi dan mukmin pecinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shalat adalah mi'rajnya orang beriman" begitulah bunyi sabda Nabi Saw. untuk menisbatkan kualitas shalat bagi para pecinta. Shalat merupakan puncak pengalaman ruhani di mana ruh para pecinta akan naik ke sidratul muntaha, tempat tertinggi di mana Rasulullah di undang langsung untuk bertemu dengan-Nya. Seorang Aqwiya (orang-orang yang kuat kecintaannya pada Tuhan) akan menjalankan shalat sebagai media untuk melepaskan rindu mereka kepada Rabbnya, sehingga mereka senang sekali menjalankannya dan menanti-nanti saat shalat untuk waktu berikutnya, bukannya sebagai tugas atau kewajiban yang sifatnya memaksa. Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata: "Ada hamba yang beribadah kepada Allah karena ingin mendapatkan imbalan, itu ibadahnya kaum pedagang. Ada hamba yang beribadah karena takut siksaan, itu ibadahnya budak, dan ada sekelompok hamba yang beribadah karena cinta kepada Allah Swt, itulah ibadahnya orang mukmin". Seorang pecinta akan berhias wangi dan rapi dalam shalatnya, melebihi saat pertemuan dengan orang yang paling ia sukai sekalipun. Bahkan mereka kerap kali menangis dalam shalatnya. Kucuran air mata para pecinta itu merupakan bentuk ungkapan kerinduan dan kebahagiaan saat berjumpa dengan-Nya dalam sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah Swt. bisa di pelajari lewat tanda-tanda-Nya yang tersebar di seluruh ufuk alam semesta. Pada saat yang sama, pemahaman dan kecintaan kepada Allah ini kita manifestasikan ke bentuk yang lebih nyata dengan amal saleh dan akhlakul karimah yang berorientasi dalam segenap aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita, seorang sufi besar bernama Abu Bein Azim terbangun di tengah malam. Kamarnya bermandikan cahaya. Di tengah tengah cahaya itu ia melihat sesosok makhluk, seorang Malaikat yang sedang memegang sebuah buku. Abu Bein bertanya: "Apa yang sedang anda kerjakan?" Aku sedang mencatat daftar pecinta Tuhan. Abu Bein ingin sekali namanya tercantum. Dengan cemas ia melongok daftar itu, tapi kemudian ia gigit jari, namanya tidak tercantum di situ. Ia pun bergumam: "Mungkin aku terlalu kotor untuk menjadi pecinta Tuhan, tapi sejak malam ini aku ingin menjadi pecinta manusia". Esok harinya ia terbangun lagi di tengah malam. Kamarnya terang benderang, malaikat yang bercahaya itu hadir lagi. Abu Bein terkejut karena namanya tercantum pada papan atas daftar pecinta Tuhan. Ia pun protes: "Aku bukan pecinta Tuhan, aku hanyalah pecinta manusia". Malaikat itu berkata: "Baru saja Tuhan berkata kepadaku bahwa engkau tidak akan pernah bisa mencintai Tuhan sebelum kamu mencintai sesama manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah bukan sebatas ibadah vertikal saja (mahdhah), tapi lebih dari itu ia meliputi segala hal termasuk muamalah. Keseimbangan antara hablun minallah dan hablun minannas ini pernah di tekankan oleh Nabi Saw. dalam sebuah hadits qudsi: "Aku tidak menjadikan Ibrahim sebagai kekasih (khalil), melainkan karena ia memberi makan fakir miskin dan shalat ketika orang-orang terlelap tidur". Jadi cinta kepada Allah pun bisa diterjemahkan ke dalam cinta kemanusiaan yang lebih konkrit, misalnya bersikap dermawan dan memberi makan fakir miskin. Sikap dermawan inilah yang dalam sejarah telah di contohkan oleh Abu bakar, Abdurahman bin Auf, dan sebagainya. Bahkan karena cintanya yang besar kepada Allah mereka memberikan sebagian besar hartanya dan hanya menyisakan sedikit saja untuk dirinya. Mencintai Allah berarti menyayangi anak-anak yatim, membantu saudara saudara kita yang di timpa bencana, serta memberi sumbangan kepada kaum dhuafa dan orang lemah yang lain. Dalam hal ini Rasulullah Saw. pernah bersabda ketika ditanya sahabatnya tentang kekasih Allah (waliyullah). Jawab beliau: "Mereka adalah kaum yang saling mencintai karena Allah, dengan ruh Allah, bukan atas dasar pertalian kerluarga antara sesama mereka dan tidak pula karena harta yang mereka saling beri." Menurut Nurcholish Madjid, yang di tekankan dalam sabda Nabi tersebut adalah perasaan cinta kasih antar sesama atas dasar ketulusan, semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puji wanto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112293107455424449?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112293107455424449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112293107455424449' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112293107455424449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112293107455424449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/08/cinta-kepada-allah-mahabbatullah.html' title='CINTA KEPADA ALLAH  (MAHABBATULLAH)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112292992797435692</id><published>2005-08-01T13:56:00.000-07:00</published><updated>2005-08-01T13:58:47.983-07:00</updated><title type='text'>Kasih Sayang Dalam Islam</title><content type='html'>Oleh MARSUDI FITRO WIBOWO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal." (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AJARAN Islam tentang kasih sayang telah lama di kumandangkannya dengan sempurna dan indah. Namun, kebanyakan dari manusia tidak menyadari apa arti sesungguhnya dari kasih sayang itu sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana syair yang mengatakan, "mawaddatuhu taduumu likulli haulin, wa hal kullun mawaddatuhu taduumu", kasih sayangnya (manusia) selalu kekal untuk segala hal yang menakutkan, dan apakah setiap orang itu kasih sayangnya selalu kekal. (Jawaahirul Balaaghah:407). Hal ini karena tidak diniatkan semata karena Allah yang tidak dijadikan sebagai ladang amal bahkan hanya untuk memperoleh keuntungan dan kesenangan duniawi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama sepanjang kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri. Rasulullah saw. bersabda, "Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah" Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis tersebut kasih sayang seorang Muslim tidaklah terhadap saudara se-Muslim saja, tapi untuk semua umat manusia. Rasulullah saw. bersabda, "Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi." Wahai Rasulullah, "Semua kami pengasih," jawab mereka. Berkata Rasulullah, "Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia)." (H.R. Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, bukan hanya kepada manusia saja ajaran Islam yang tinggi ini telah mengajarkan bagaimana kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan yang harus direalisasikan. Abu Bakar Shiddiq r.a. pernah berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, "Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu." Sebuah nasihat ini walau dalam keadaan untuk perang, ajaran Islam tetap memancarkan kasih sayangnya terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya. Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil 'alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat kasih sayang adalah termasuk akhlak yang mulia yang dicintai Allah. Sebaliknya Allah sangat membenci akhlak yang rendah. Di antaranya kepada orang-orang yang tidak memiliki rasa belas kasih sayang. Ditegaskan hadis Rasulullah saw., Laa tunza'ur rahmatu illaa min syaqiyyin. Rasa kasih sayang tidaklah dicabut melainkan hanya dari orang-orang yang celaka. (H.R. Ibn. Hibban). Yang dimaksud dengan orang celaka adalah orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang di dalam hatinya baik untuk dirinya maupun orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah perlunya kita bermuhasabah, bertafakur, apakah diri ini sudah benar menjalani hidup. Bagaimana kita mengasihi dan menyayangi ciptaan Allah sebagai akhlak yang mulia. "Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah." (H.R. Na'im melalui Ibnu Abbas r.a.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara manusia banyak yang cinta dan mencintai Allah, tapi lebih banyak yang mencintai dunia. Mencintai Allah adalah fardu bagi kaum Muslimin dan Muslimat yang bukan sekadar dikata saja. Dan jika kita benar-benar mencintai Allah secara kesungguhan hati, maka proses "rasa kasih sayang" untuk makhluk ciptaan-Nya akan terbentuk dalam hati kita. Selain itu, jati diri kita sebagai seorang Muslim akan tampak lebih kokoh serta mampu menjalani syariat-syariat Islam yang diridai dan di berkahi oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Allah adalah hal yang utama, sebagai jalan untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat dengan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya. Cinta kepada Allah hendaklah melebihi cinta kepada segala yang maujud yang selain Allah. Mencintai Allah berarti juga mencintai Rasul-Nya, yakni mengikuti segala petunjuk Rasul dengan sepenuh-penuhnya. Firman Allah SWT, "Katakanlah (hai Muhammad), 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. Ali Imran [3]:31). Ketahuilah, kehidupan akhirat adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal. Wallahu a'lam bishshawab.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112292992797435692?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112292992797435692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112292992797435692' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292992797435692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292992797435692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/08/kasih-sayang-dalam-islam.html' title='Kasih Sayang Dalam Islam'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112292868546660182</id><published>2005-08-01T13:35:00.000-07:00</published><updated>2005-08-01T13:38:05.470-07:00</updated><title type='text'>CINTA dalam UKHUWAH</title><content type='html'>Cinta kepada sesama dalam Islam adalah perasaan yang memancar krn adanya ketaqwaan dan bermuara kepada pengendalian yang kokoh dengan taliNya (i'tisham bi hablillah).&lt;br /&gt;Maka cinta seperti itu hanya akan tumbuh dgn subur dalam ikatan mulia yang bernama ukhuwwah (persaudaraan) yang didasarkan sendi-sendi tsb. Ikatan tsb merupakan tujuan suci, cahaya rabbaniyyah sekaligus merupakan nikmat Ilahiyyah. Oleh sebab itu Allah hanya akan menuangkan cahaya dan nikmatnya pada hati dr setip hambaNya yang mukhlis (ikhlash), mensucikan dan melindungi diri-mereka dgn akhlaq yang terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan bersaudara secara tulus inilah yang akan melahirkan pribadi mukmin yang mempunyai rasa kasih sayang dgn sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya serta perasaan ikhlash sejati. Yang akan selalu mengambil sikap positif dlm hal bercinta dan saling mengutamakan, kasih sayang dan saling memaafkan, serta dgn membantu dan saling melengkapi. Juga menghindari hal-hal negatif spt menjauhkan diri dr segala yang menyebabkan mudharat(bahaya) dlm diri mereka, dlm harta mereka,dan dalam harga diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh krn itu ukhuwwah fillah merupakan sifat yang lazim dr konsekwensi keimanan, dan merupakan perangai yang cocok sbg teman bagi ketaqwaan. (Konklusinya) tidak ada persaudaraan sejati tanpa adanya iman, dan tidak ada iman tanpa adanya persaudaraan.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman " Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara krn itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kpd Allah agar kamu medapat rahmat " QS Al Hujjuraat 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mendapati suatu persaudaraan yang dibelakangnya tidak didukung oleh keimanan maka kita akan bhw pwersaudaraan semacam itu tidak akan membawa kemaslahatan dan manfaat yang saling timbal balik. Begitu juga bila kita dapati keimanan yang tidak didukung oleh persaudaraan maka bisa kita simpulkan betapa rendah kadar keimanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Yusuf Qordawi dalam bukunya Al Mujtama' Al Islami mengatakan bhw ukhuwwah Islamiyyah yang bercita-cita luhur itu mampu melahirkan al-ikhaa'ul Islami. Dan tujuan terpenting dr padanya adalah persamaan hak( al musaawah), saling membantu (at-ta'aawun), dan cinta kasih krn Allah( al hubb fillah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa cara prktis sbg panduan untuk tercapainya kekokohan ruh ukhuwwah, yaitu:&lt;br /&gt;1. Memberi tahu kepada al akh(saudara) yang dicintai Rasulullah bersabda: "Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberi tahu kepadanya " ( HR Abu Daud dan Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memanjatkan do'a untuknya dr kejauhan ktk mereka saling berpisah. Diriwayatkan dr Umar Bin Khattab ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: " Aku minta ijin (pamit) kepada Rasulullah utk melaksanakan umrah". Kemudian Rasulullah mengijinkan dan berkata " Jangan lupa do'akan kami " Lalu beliau mengatakan suatu kalimat yang menggembirakanku bhw aku mempunyai kebahagiaan dgn kalimat tsb di dunia. Dalam suatu riwayat beliau berkata: "Kami mengiringi do'a wahai saudaraku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. bila berjumpa dgn al akh lain maka tunjukkanlah senyum kegembiraan dan muka manis. Rasulullah bersabda " janganlah engkau meremahkan kebaikan apa saja (yang dtgnya dr saudaramu). Dan jika engkau berjumpa saudaramu maka berikanlah dia senyum kegembiraan" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Berjabat tangan bila bertemu Rasulullah SAW menganjurkan ummatnya bila bertemu dgn saudara-saudaranya agar cepat-cepatlah berjabat tangan. Hal di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Barra, Bersabda Rasulullah SAW: "Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyempatkan diri untuk mengunjungi saudaranya Dalam kitabnya Al Muwathta, Imam malik meriwayatkan: Rasulullah SAW pernah bersabda bhw "Allah berfirman : Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai krn Aku, dimana keduanya saling berkunjung krn Aku dan saling memberi krn Aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. menyampaikan ucapan selamat yang berkenaan dgn sukses yang dicapai saudaranya. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra bhw Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa mengucapkan selamat kpd saudaranya ktk saudanya mendapat kebahagiaan niscaya Allah mengembirakannya pada hari kiamat". (HR Thabrani dalam Ma'jamush Shaghir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang pernah diajarkan oleh Rasul adalah:&lt;br /&gt;a. berkenaan dgn kelahiran anak&lt;br /&gt;b. ktk datang dr medan jihad&lt;br /&gt;c. apabila kembali dr menunaikan haji&lt;br /&gt;d. bila ada yang menikah&lt;br /&gt;e. ktk Idul fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memberikan hadiah yang bersifat insidental Iman Dailami meriwayatkan dr Anas dan Marfu' bhw Rasulullah SAW bersabda " Hendaklah kalian saling memberikan hadiah krn hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menaruh perhatian terhadap keperluan saudaranya Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bhw Rasulullah SAW bersabda: " Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaannya di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim pasti Allah akan menutupi (aibnya)di dunia dan akhirat. Dan allah akan selalu menolong hambaNya jika hamba tsb menolong saudaranya. (HR Muslim) 9. menegakan hak-hak ukhuwwah saudaranya Dalam rangka mempererat ukhuwwah maka adalah wajib bagi al akh untuk menunaikan hak-hak yang dimiliki al akh lain, spt menjenguk saudaranya yang lain bila sakit, mendo'akan bila bersin, dan menolong bila teraniaya (didzalimi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah prinsip dasar dan uraian hal-hal yang berkaitan dgn ukhuwwah Islamiyah. Maka sudah barang tentu orang-orang yang mengadakan ukhuwwah fillah dlm rangka melaksanakan ukhuwwah Islamiyyah akan menjadi teladan yang sangat baik bagi orang lain. Dengan bimbingan mereka itu masyarakat menjadi terpimpin shg akhirnya masyarakat tersebut mau untuk mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari buku&lt;br /&gt;Bercinta dan Bersaudara Karena Allah (Al Ukhuwwah wal Hubb Fillah)&lt;br /&gt;Ust. Husni Adham Jarror&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112292868546660182?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112292868546660182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112292868546660182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292868546660182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292868546660182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/08/cinta-dalam-ukhuwah.html' title='CINTA dalam UKHUWAH'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112292853666866307</id><published>2005-08-01T13:33:00.000-07:00</published><updated>2005-09-17T07:00:02.770-07:00</updated><title type='text'>CINTA kepada sesama</title><content type='html'>Cinta kepada sesama dalam Islam adalah perasaan yang memancar krn adanya ketaqwaan dan bermuara kepada pengendalian yang kokoh dengan taliNya (i'tisham bi hablillah).&lt;br /&gt;Maka cinta seperti itu hanya akan tumbuh dgn subur dalam ikatan mulia yang bernama ukhuwwah (persaudaraan) yang didasarkan sendi-sendi tsb. Ikatan tsb merupakan tujuan suci, cahaya rabbaniyyah sekaligus merupakan nikmat Ilahiyyah. Oleh sebab itu Allah hanya akan menuangkan cahaya dan nikmatnya pada hati dr setip hambaNya yang mukhlis (ikhlash), mensucikan dan melindungi diri-mereka dgn akhlaq yang terpuji.&lt;br /&gt;Perasaan bersaudara secara tulus inilah yang akan melahirkan pribadi mukmin yang mempunyai rasa kasih sayang dgn sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya serta perasaan ikhlash sejati. Yang akan selalu mengambil sikap positif dlm hal bercinta dan saling mengutamakan, kasih sayang dan saling memaafkan, serta dgn membantu dan saling melengkapi. Juga menghindari hal-hal negatif spt menjauhkan diri dr segala yang menyebabkan mudharat(bahaya) dlm diri mereka, dlm harta mereka,dan dalam harga diri mereka.&lt;br /&gt;Oleh krn itu ukhuwwah fillah merupakan sifat yang lazim dr konsekwensi keimanan, dan merupakan perangai yang cocok sbg teman bagi ketaqwaan. (Konklusinya) tidak ada persaudaraan sejati tanpa adanya iman, dan tidak ada iman tanpa adanya persaudaraan.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman " Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara krn itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kpd Allah agar kamu medapat rahmat " QS Al Hujjuraat 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mendapati suatu persaudaraan yang dibelakangnya tidak didukung oleh keimanan maka kita akan bhw pwersaudaraan semacam itu tidak akan membawa kemaslahatan dan manfaat yang saling timbal balik. Begitu juga bila kita dapati keimanan yang tidak didukung oleh persaudaraan maka bisa kita simpulkan betapa rendah kadar keimanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Yusuf Qordawi dalam bukunya Al Mujtama' Al Islami mengatakan bhw ukhuwwah Islamiyyah yang bercita-cita luhur itu mampu melahirkan al-ikhaa'ul Islami. Dan tujuan terpenting dr padanya adalah persamaan hak( al musaawah), saling membantu (at-ta'aawun), dan cinta kasih krn Allah( al hubb fillah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa cara prktis sbg panduan untuk tercapainya kekokohan ruh ukhuwwah, yaitu:&lt;br /&gt;1. Memberi tahu kepada al akh(saudara) yang dicintai Rasulullah bersabda: "Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberi tahu kepadanya " ( HR Abu Daud dan Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memanjatkan do'a untuknya dr kejauhan ktk mereka saling berpisah. Diriwayatkan dr Umar Bin Khattab ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: " Aku minta ijin (pamit) kepada Rasulullah utk melaksanakan umrah". Kemudian Rasulullah mengijinkan dan berkata " Jangan lupa do'akan kami " Lalu beliau mengatakan suatu kalimat yang menggembirakanku bhw aku mempunyai kebahagiaan dgn kalimat tsb di dunia. Dalam suatu riwayat beliau berkata: "Kami mengiringi do'a wahai saudaraku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. bila berjumpa dgn al akh lain maka tunjukkanlah senyum kegembiraan dan muka manis. Rasulullah bersabda " janganlah engkau meremahkan kebaikan apa saja (yang dtgnya dr saudaramu). Dan jika engkau berjumpa saudaramu maka berikanlah dia senyum kegembiraan" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Berjabat tangan bila bertemu Rasulullah SAW menganjurkan ummatnya bila bertemu dgn saudara-saudaranya agar cepat-cepatlah berjabat tangan. Hal di atas berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Daud dari Barra, Bersabda Rasulullah SAW: "Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyempatkan diri untuk mengunjungi saudaranya Dalam kitabnya Al Muwathta, Imam malik meriwayatkan: Rasulullah SAW pernah bersabda bhw "Allah berfirman : Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai krn Aku, dimana keduanya saling berkunjung krn Aku dan saling memberi krn Aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. menyampaikan ucapan selamat yang berkenaan dgn sukses yang dicapai saudaranya. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra bhw Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa mengucapkan selamat kpd saudaranya ktk saudanya mendapat kebahagiaan niscaya Allah mengembirakannya pada hari kiamat". (HR Thabrani dalam Ma'jamush Shaghir)&lt;br /&gt;Contoh yang pernah diajarkan oleh Rasul adalah:&lt;br /&gt;a. berkenaan dgn kelahiran anak&lt;br /&gt;b. ktk datang dr medan jihad&lt;br /&gt;c. apabila kembali dr menunaikan haji&lt;br /&gt;d. bila ada yang menikah&lt;br /&gt;e. ktk Idul fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memberikan hadiah yang bersifat insidental Iman Dailami meriwayatkan dr Anas dan Marfu' bhw Rasulullah SAW bersabda " Hendaklah kalian saling memberikan hadiah krn hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menaruh perhatian terhadap keperluan saudaranya Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bhw Rasulullah SAW bersabda: " Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaannya di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim pasti Allah akan menutupi (aibnya)di dunia dan akhirat. Dan allah akan selalu menolong hambaNya jika hamba tsb menolong saudaranya. (HR Muslim) 9. menegakan hak-hak ukhuwwah saudaranya Dalam rangka mempererat ukhuwwah maka adalah wajib bagi al akh untuk menunaikan hak-hak yang dimiliki al akh lain, spt menjenguk saudaranya yang lain bila sakit, mendo'akan bila bersin, dan menolong bila teraniaya (didzalimi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah prinsip dasar dan uraian hal-hal yang berkaitan dgn ukhuwwah Islamiyah. Maka sudah barang tentu orang-orang yang mengadakan ukhuwwah fillah dlm rangka melaksanakan ukhuwwah Islamiyyah akan menjadi teladan yang sangat baik bagi orang lain. Dengan bimbingan mereka itu masyarakat menjadi terpimpin shg akhirnya masyarakat tersebut mau untuk mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari buku&lt;br /&gt;Bercinta dan Bersaudara Karena Allah (Al Ukhuwwah wal Hubb Fillah)&lt;br /&gt;Ust. Husni Adham Jarror&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112292853666866307?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112292853666866307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112292853666866307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292853666866307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292853666866307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/08/cinta-kepada-sesama.html' title='CINTA kepada sesama'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112292816334366692</id><published>2005-08-01T13:27:00.000-07:00</published><updated>2005-08-01T13:29:23.350-07:00</updated><title type='text'>CINTA: antara Hati dan Pikiran</title><content type='html'>Oleh: Burhani Anshari*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan perasaan adalah lautan yang sangat luas sekali, oleh karena itu orang dapat memahaminya dari sudut manapun ia suka, begitu juga dengan pacaran, karena pacaran menurut pekembangan dewasa ini juga bagian dari cinta, tapi islam punya karakter tersendiri dalam memahaminya, kalau cinta yang kita pahami adalah seperti yang digariskan oleh syariat, maka itu tidak dilarang. lantas bagaiamana perbedaan cinta kepada Allah, kepada Rasul dan kepada manusia?. berikut tahapan pemahaman cinta menurut islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta pada allah memang harus dibedakan, cinta kepada Allah adalah pengorbanan, pengobanan akan terjadi jika ada kesatuan antara hati dan pikiran, cinta kepada rasul adalah mengikuti sunnahnya, sedang inti dari mengikuti adalah kepercayaan, cinta sesama manusia adalah saling menyayangi dan saling mengasihi, sedang inti dari rasa saling adalah kesamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia diberi hati oleh Allah, hati itu adalah hak Allah, Allah akan merasa cemburu dan marah jika dihati manusia itu ada yang lain, itulah yang disebut Allah dengan syirik kepadaNya, dosa yang tentu tidak ada ampunan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi Allah juga memberi manusia pikiran, pikiran itu dianugrahkan kepada manusia, oleh karena itu sabda Rasul: "tidak sempurna iman seorang muslim kalau dia belum mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri". cinta disini adalah rasa saling menyayangi dan saling mengasihi tersebut tentunya. Jadi cinta kepada makhluq adalah memikirkannya dan atau merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Punya cita-cita Cita-cita suci yang ditunggu oleh setiap orang tua, boleh? mengapa tidak? malahan islam menganjurkan untuk menikah dengan terlebih dahulu berta'aruf (berkenalan), kadang kita berfikir masih terlalu dini untuk memikirkannya, tapi Allah berfirman: " hendaklah manusia itu memikirkan apa yang akan terjadi padanya besok" (faltandhur ma qaddamat lighad), besok bukan hanya hari sesudah hari ini, bulan depan, tahun depan, dan sepuluh tahun yang akan datang juga besok kan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip tulisan menurut seorang mufti besar Islam kontemporer Yusuf Qardhawi, dalam al fatawa jilid satu hal 625 edisi indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia mengatakan: "sesungguhnya cinta mempunyai permulaan yang dapat dikuasai oleh yang mukallaf. Memandang, bercakap-cakap, menyampaikan salam, saling berkunjung, berkirim-kiriman surat dan bertemu, semuanya merupakan hal-hal yang berada dalam kemampuan seseorang untuk melakukan atau meninggalkannya, semua itu merupakan muaqaddimah atau permulaan rasa cinta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjaga batasan syari'at. kalau ta'aruf dibiarkan begitu saja, tanpa terpisahnya antara hawa nafsunya dari kemauan buruknya, TANPA dan TIDAK dikendalikan oleh taqwa, maka ia akan mengalami pemerosotan aqidah, karena dalam hal cinta akan sangat mudah dipengaruhi oleh pikiran-pikiran setan yang tetap sedia menanti kesempatan lengah dari pelaku cinta ini, maka harus sangat hati-hati, karena kalau tidak maka ia akan makin berkubang dalam penyimpangannya dan tenggelam dalam urusannya, sehingga melupakan hak Allah sebagai pencipta cinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika nafsu sudah makin bertaut sedemikian hingga dengan perasaan dan sebagainya, maka akan sulit untuk meninggalkannya, dan apabila dia sudah berada dalam kondisi yang dia tidak sanggup lagi mengendalikannya, maka dia sendirilah yang membawa dirinya dalam posisi yang sulit, hingga tak mampu lagi untuk keluar dengan bersih lagi. adalah sangat wajar kalau mayoritas ulama mengharamkan cinta kepada yang tidak haq, karena begitu berat dan besarnya tanggung jawab yang dipikul, kesudahan yang mengerikan sekaligus menakutkan. sehingga bukan kebahagiaan yang kita akan dapatkan malahan penderitaan yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun tantangan zaman memang demikian beratnya, sehingga seorang muslim dituntut untuk lebih memperkuat ketahanan ruhiyah dan lebih memperkaya khazanah keilmuannya, serta pengetahuannya terhadap hakikat keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu rasionalnya Islam mengatur, adalah untuk menjaga hak dan kewajiban masing-masing manusia, karena setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama, yang membedakan disisi Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaan manusia itu kepada Allah SWT. Maka apakah yang kita ragukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112292816334366692?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112292816334366692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112292816334366692' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292816334366692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112292816334366692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/08/cinta-antara-hati-dan-pikiran.html' title='CINTA: antara Hati dan Pikiran'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-112221994053357474</id><published>2005-07-24T08:41:00.000-07:00</published><updated>2005-07-24T08:45:40.543-07:00</updated><title type='text'>Surat Cinta dari Manusia-Manusia yg Malamnya Penuh Cinta</title><content type='html'>Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang terpejam matanya, Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang terlena, Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Alloh, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang terbuai, Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang masih saja terlena, Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya, Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah. Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ? Sholat demi sholat Istisqo didirikan, namun hujan tak kunjung datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku. Setelah sholat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a : "Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya." Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang masih saja terpejam, Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku." Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang tergoda, Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!". Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang masih terlelap, Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia, Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu. Semoga Alloh mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,&lt;br /&gt;(Manusia-Manusia Malam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-112221994053357474?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/112221994053357474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=112221994053357474' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112221994053357474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/112221994053357474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/07/surat-cinta-dari-manusia-manusia-yg.html' title='Surat Cinta dari Manusia-Manusia yg Malamnya Penuh Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-111472094631144888</id><published>2005-04-28T13:26:00.000-07:00</published><updated>2005-04-28T13:57:00.223-07:00</updated><title type='text'>Bila Cinta Tak Berbalas</title><content type='html'>Oleh: Iwan Yanuar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Mengambil sikap&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa' (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Percayai qadla&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya. (HR.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Bersiap untuk cinta dan bahagia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti, demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang berani menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, berani-beraninya... atau apa yang kurang dari saya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih bunga yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Bukan Aib&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk perjuangan menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang senasib dan sependeritaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kita mungkin takkan Bahagia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar perceraian? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu'alam bi ash shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. ( Al-Baqarah[2]:229 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain –bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Saya tak mungkin berbahagia tanpanya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Cinta membutuhkan waktu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam! Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar –contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan. Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi yang penting akhwat atau yang penting ikhwan. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan  sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka doa kita kepada Allah bukanlah,berikanlah padaku pasangan yang sempurna tetapi ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kekuatan Ruhiyah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita luar biasa berjodoh dengan yang biasa-biasa. Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan jangan ke-ge-er-an dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Beri cinta kesempatan (lagi)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..........dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. ( QS. Yusuf[12]:87 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. ‘ love is knocking outside the door.' Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata" (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;" Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu." (HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-111472094631144888?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/111472094631144888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=111472094631144888' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/111472094631144888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/111472094631144888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/04/bila-cinta-tak-berbalas.html' title='Bila Cinta Tak Berbalas'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-111471979841345472</id><published>2005-04-28T13:18:00.000-07:00</published><updated>2005-04-28T13:23:18.420-07:00</updated><title type='text'>Ketika "Cinta" dikalahkan Cinta</title><content type='html'>" Ma'af Dit, aku tak bisa ". Suasana seakan tak ada kehidupan, hanya terdengar suara lembut angin yang menusuk pori-pori kulitku. Bukan karena kesunyian yang membuatku terpaku, tapi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dit, anterin ke gramedia yuk ? " suara itu telah menjemputku dari dunia lamunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Eh....siang bolong gini bengong, entar kesambet loh ". Aku hanya membalas dengan senyuman. Hasan, dialah sahabat baruku yang kukenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikost ini yang telah membawaku pada perubahan. " Yuk ! " jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan tak henti-hentinya Hasan menggodaku yang dari tadi hanya diam. " Lagi mikirin apaan sih Dit ?, ngelamun mulu ntar cepet tua loh......" mata melotot dan kerut keningnya adalah ciri khas ketika sedang meledekku. " Ga ada apa-apa " hanya senyuman yang terakhir dari kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ooo......ya udah klo ga mau cerita ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan sudah kenanganku terkubur, namun kini entah kenapa muncul kembali setelah kemarin malam memimpikan dirinya. Kesunyian malam dan dinginnya malam tak lagi kurasakan karena hangatnya sinar rembulan mulai menemaniku malam itu untuk mengingat kenangan masa lalu. Entah mengapa mata ini sulit kupejamkan, seakan-akan didepanku hadir sesosok wanita yang tak asing bagiku. Dia melambaikan tangan dan bercanda ria dengan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah gadis yang telah membangunkan cintaku. Sebut saja Rani, dia adalah sahabat Tari teman kampusku. Orangnya asik, mudah beradaptasi dengan teman baru walaupun aku sendiri agak canggung dengan yang namanya perkenalan dengan wanita. Perkenalan trus berlanjut, aku mulai memberanikan diri tuk mengajak dia jalan dan terkadang dia yang memintaku untuk mengantarkannya yang hanya sekedar mencari boneka. Kecanggunganku mulai sedikit hilang ketika dia mulai bercanda denganku dan mulai meminta pendapatku tentang masalah yang dihadapinya. Entah mengapa ketika bersamanya aku seakan-akan menemukan kebahagiaan yang selama ini telah hilang dalam hidupku. Ketika senja tiba, kuingin cepat menggantikan rembulan dengan matahari jika kubisa. Hari demi hari dia tak luput dari pikiranku, walaupun dia bukan satu kampus denganku tapi dia selalu menghubungiku via telpon dan itu membuat rasa rinduku terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HPku berdering dan kuraih dengan malasnya, " siapa sih pagi-pagi gini ganggu orang yang lagi enak bermimpi " gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Halo, Dit " suara itu tak asing lagi ditelingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya halo, ada apa Ran ? " kontan semangat dipagi itu timbul seketika mengalahkan sisa kantukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dit hari ini ada acara ga ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mmm... kebetulan minggu ini ga ada acara, emang kenapa ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Anterin aku jalan yuk ! " suara manjanya mulai muncul. Aku tersipu mendengar kata-kata itu dan tanpa pikir panjang kuterima ajakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ayuk...yuk..., emang mo kemana ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Semangat banget sih, anterin aku cari kado buat keponakanku trus anterin kerumahnya, mau ga ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Boleh...buat kamu apa sih yang ga bisa " entah dari mana aku belajar bergombal terhadap wanita, padahal aku tipe cowo yang sulit berkomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya udah nanti jam 09.00 jemput aku dirumah yah ! daaa... " tut...tut...tut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huuuu....... kurebahkan kembali badan ini dengan kegembiraan hati yang terpancar dipagi hari. Tak biasanya aku menyapa sang surya yang menebarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehangatan sinarnya yang memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Kegembiraan itu tak akan pernah kuhapus dalam memori kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu itu aku menjemputnya sesuai permintaan dan aku mengantarkan mencari hadiah untuk keponakannya. Hampir semua toko mainan kami jelajahi dimall itu, tapi tak satupun mainan yang cocok untuk kami beli. Hampir kami putus asa, tapi keputusasaan itu hilang setelah kami melihat sebuah kotak yang berisi boneka yang paling disukai keponakannya. Tanpa ragu kami langsung menuju toko tersebut dan membelinya. Rasa capek, kantuk dan lelah telah menjadi satu, tapi perasaan itu entah mengapa terasa tak begitu pengaruh pada diriku. Sebelum pergi kerumah keponakannya, kami sempatkan untuk beristirahat dicafe dekat kami membeli boneka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Akhirnya setelah sekian lama kita mencari ........ fhuuuhhhh ! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sok puitis deh ! " ledeknya sambil tersenyum kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Eh Ran mau makan apa ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mmm .... aku ga makan deh " jawabnya singkat, mungkin rasa lelah telah menbuatnya kurang berselera makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya udah klo gitu aku pesen minuman aja yah ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ok ! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil minum kami cerita dan saat itu entah mengapa hati ini mendapat dorongan untuk mengatakan sesuatu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mmm......Ran, aku boleh mengatakan sesuatu ga ? tapi .... kamu janji jangan marah yah ? " rasa ragu mulai menyelimuti hatiku, tapi daya dorong ini semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tergantung " senyuman dibibirnya membuatku terpaku memandangnya. " Bicara aja lagi Dit, aku ga marah asal jangan bilang kalau kamu ga bisa anterin aku kerumah keponakanku, soalnya dari sini kan lumayan jauh dan aku udah capek "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bukan .... bukan itu, aku pasti anterin kamu kok ! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Trus apa dong ? jangan bikin Rani bingung deh "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mmm ...... Ran mungkin aku konyol mengutarakan perasaan disaat seperti ini, tapi aku tidak bisa membendungnya lagi " ku beranikan tuk memulainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" maksudnya ? " kerut keningnya dan tatapan tajam tak luput dari penglihatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ran ..... a ... aku mulai suka sama kamu " ku gigit bibir bawahku dan kutundukan pandangan. Tak berani kutatap wajahnya, aku takut melihat ekspresi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajahnya setelah aku mengatakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tak terjadi kontak bicara diantara kami. Tapi tak lama kemudian .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dit, aku ngerti perasaan kamu, aku jadi merasa bersalah terlalu berlebihan dalam bergaul denganmu sehingga kamu berpikir bahwa selama ini penerimaan ajakanmu dan permintaan untuk mengantarku adalah atas dasar rasa suka padamu. Aku menganggap kamu sebagai sahabatku yang baik yang telah lama kucari selama ini. Kamu mau mendengarkan keluhanku dan menasehatiku. Jadi tak mungkin aku menerimamu sebagai pacarku, aku tak mau kehilanganmu Dit, sebab didalam pacaran ketika rasa cinta telah pudar maka kebencianlah yang berperan dan hal itu tak mau terjadi pada hubungan kita Dit. Jadi aku mohon padamu jadilah sahabatku bukan pacarku. Ma'afkan aku Dit, kamu bisa ngertikan perasaanku ? " penjelasan itu diakhiri dengan senyuman manisnya. Kuberanikan menatap wajahnya walaupun jeritan dan tangisan hati silih berganti. Kubalas senyumannya dan kuberanikan mengomentari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya sudah kalau itu memang pendapatmu, aku kan coba tuk nerimanya " kupaksakan bibir ini untuk senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Eh Ran udah sore nih, ntar kemaleman lagi kerumah ponakanmu " cepat kuganti pokok pembicaraan agar rasa sedih ini tak berlarut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kamu ga marah kan Dit ? " dia menarik lenganku yang sudah siap berdiri. Kuanggukan kepalaku dengan senyuman yang berat dibibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kerumah keponakannya hingga kembali kerumahnya tak satu katapun aktif keluar dalam bentuk pertanyaan ataupun canda. Hanya sedikit komentar dari setiap kata-kata yang dia berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuayunkan langkahku menuju pintu kamar kostku. Berat, bukan berarti karena aku lelah atau rasa kantukku, tapi setelah kejadian siang tadi kebahagianku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedikit mulai hilang. Kulihat sebelah kamarku ada kehidupan diwarnai terangnya lampu. " Ada pendatang baru " gumamku tapi tak kupedulikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Assalamu 'alaikum " seketika aku berbalik dengan rasa kaget karena aku sedang mencari kunci kamarku diselingi dengan bayangan-banyangan kejadian siang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya....Waalaikum salam "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ma'af kalau saya mengagetkan kamu, saya Hasan orang baru disini, salam kenal ma'af nama kamu siapa ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" nama saya Adit, ma'af yah saya capek jadi nanti aja perkenalannya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ma'af kalau saya menganggu " Senyuman dibibirnya menggambarkan ketulusan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu ku buka pintu dan segera kututup. Ada sedikit perasaan tak enak pada Hasan karena pembicaraanku tadi yang kurasakan kurang enak didengar, tapi aku membuang perasaan bersalah tersebut. Malam semakin larut tapi kedua bola mataku tak kunjung juga mengantarku pada alam sana. Terdengar suara kehidupan dalam kamar Hasan. Dengan penuh penasaran kuberanikan mengetuk pintu kamarnya sekalian aku mau minta ma'af.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada apa Dit ? " senyuman itu begitu sejuk dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" mmm... ga, kamu belum tidur San ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Belum, aku tidak bisa tidur malam ini, entah mengapa mungkin karena aku masih baru kali yah dengan suasana baruku ini "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ooo...." jawabku singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ngomong-ngomong ada apa nih Dit ? emangnya kamu juga ga bisa tidur ? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku mau minta ma'af karena jawaban perkenalan tadi tidak mengenakan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ga apa-apa Dit, aku ngerti kok kamu kan tadi baru datang pasti rasa lelahmu yang membuat kamu bersikap demikian "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wah nih orang sabar banget, kebijakan dalam berkata bikin kagum setiap orang yang mendengarkan " gumamku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku ngobrol malam itu mulai dari perkenalan sampai dengan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian malam itu aku semakin dekat dengan Hasan. Tak jarang aku minta pendapat tentang masalah yang sedang kuhadapi. Setiap katanya mengandung makna yang begitu indah bagaikan penyair yang menyampaikan risalah lewat kata-kata bijaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dit, rasa cinta itu fitrah. Setiap manusia yang normal pasti akan merasakannya, tapi tergantung kita dalam pengembangan cinta tersebut. Cinta kita kepada lawan jenis atau hobby kita boleh-boleh saja, tapi jangan sampai rasa cinta tersebut mengalahkan cinta kita padaNya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sulit San, hati ini sudah terlanjur suka sama dia. Sekarang alur hidupku saja entah kan kubawa kemana, semuanya serba kebingungan dan saat kuambil keputusan selalu saja kutemui jalan buntu "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dit, cinta itu tak harus memiliki dan cinta tak bisa dipaksakan. Jika kita memang mencintai seseorang, kita kan merasa bahagia jika dia menemukan kebahagiannya, walaupun kebahagian itu tidak ditemukan pada diri kita, kita harus ikhlas. Dit, sekarang mengadulah kepada Allah. Mohon petunjukNya untuk membimbing kebimbangan dalam menjalani hidupmu dan jangan terlalu dipikirkan sebab kamu tau sendiri kan bahwa kamu punya penyakit kanker " Hasan memang benar penyakit yang kuderita selama ini tak lagi kupikirkan. Padahal entah esok atau lusa bahkan mungkin hari ini jika Allah berkenan mengambil nyawa ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingat pesan Hasan yang masih terngiang dalam benakku " Sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, jadikanlah ini salah satu prinsip dalam menjalani hidup agar selalu ingat padaNya ". Bergetar seketika seluruh tubuhku entah apa yang terjadi padaku saat itu. Tanpa pikir panjang ku basuh setiap bagian tubuhku dengan air wudhu untuk mengadukan masalah ini pada Penguasa alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya Allah, betapa besar dosaku selama ini. Cinta yang kau berikan telah aku salah artikan. Begitu halusnya iblis membisikan arti cinta itu hingga kabut cinta duniawi telah menghalangi arti sebenarnya cinta. Ya Allah, andaikan cintaku padaMu sebesar cintaku padanya bahkan lebih dari itu. Sungguh aku sangat menginginkan hal itu sebelum Kau memanggilku. Ya Allah jadikan cintaku padaMu begitu besar hingga ku tak takut akan kematian bahkan kematian menjadikan gerbang menuju kerinduan menghadapMu " tak terasa air mata penyesalah telah membasahi pipi dan sajadah. Hatiku sedikit lebih sejuk dan tenang dan tak terasa keseimbangan tubuhku mulai tak stabil dan akhirnya aku tersungkur dalam sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*~*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dit, berangkat kuliah ga ? " Berulang kali Hasan menanggil Adit, tapi tak ada sahutan dari dalam. Hasan memberanikan diri untuk masuk kekamar Adit dan ternyata pintunya tidak terkunci. Dia melihat Adit dalam keadaan sujud dan dia berpikir mungkin dia kesiangan shalat subuhnya. Setengah jam sudah dia menunggu dikasurnya, tapi Adit masih dalam keadaan bersujud. Hasan mulai penasaran dan mulai mendekati Adit, dia coba sedikit menggoncangkan tubuh Adit dan......." Astagfirullah.......Dit....Dit.....Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, insyaAllah kau telah mendapatkan arti cinta yang sebenarnya. Semoga kau tenang diSisiNya ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu 'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukron,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acep Ruswana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-111471979841345472?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/111471979841345472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=111471979841345472' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/111471979841345472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/111471979841345472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/04/ketika-cinta-dikalahkan-cinta.html' title='Ketika &quot;Cinta&quot; dikalahkan Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110641059086233144</id><published>2005-01-22T08:13:00.000-08:00</published><updated>2005-01-22T08:16:30.863-08:00</updated><title type='text'>Hakikat Cinta</title><content type='html'>KH. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan. Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran,harus siap-siap menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka. (imm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110641059086233144?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110641059086233144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110641059086233144' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110641059086233144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110641059086233144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/01/hakikat-cinta.html' title='Hakikat Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110625327067790807</id><published>2005-01-20T13:08:00.000-08:00</published><updated>2005-01-20T12:34:30.676-08:00</updated><title type='text'>CINTA DAN PENGORBANAN</title><content type='html'>Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengorbankan dirinya untukmencari keredhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepadahamba-hambaNya. (Al Baqarah: 207)&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Alaihis Salaam sangat mendambakan seorang anak untukmelanjutkan da'wah dan perjuangannya. Sangat sering beliau berdo'a,namun Allah belum juga memberinya amanah. Namun beliau dan istrinya,Sarah - tidak putus asa. Dalam usia tua Nabi Ibrahim menikah lagidengan Siti Hajar seorang wanita mantan budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Allah mengaruniai Nabi Ibrahim seorang putra melalui istrinyayang kedua. Tentu saja kegembiraan Ibrahim AS, Sarah, dan Siti Hajarsangat luarbiasa. Anak itu diberi nama Isma'il.&lt;br /&gt;Datanglah ujian Allah yang pertama. Ketika anak itu masih bayi, Allahmemerintahkan Nabi Ibrahim membawa Hajar dan putranya ke Makkah(Bakkah), suatu lembah yang gersang dan panas. Dengan patuh beliaumelakukan perintah ini. Padahal jarak tempuhnya sangat jauh. Dari Syamke Hijaz, melalui gunung dan padang pasir yang ganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Makkah, Allah menguji Ibrahim untuk kedua kalinya. Diaperintahkan Ibrahim untuk meninggalkan Siti Hajar dan Ismail. Ibrahimharus kembali pada istri beliau yang pertama dan melanjutkan da'wah dinegrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim pun patuh, dengan ikhlas beliau berdo'a:&lt;br /&gt;Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dariketurunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekatrumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Rabb kami, (yang demikianitu) agar mereka mendirikan sholat. Maka jadikanlah hati sebagianmanusia cenderung kepada mereka dan beri rizkilah mereka daribuah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim menyerahkan pemeliharaan Ismail dan Hajar kepada Allah. Iamenyadari bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-hamba-Nya yangtaat.&lt;br /&gt;Ismail dan Ibunya (hajar) hidup mandiri sampai Ismail menjadiremaja. Orang-orang pun berdatangan ke Makkah dan tinggal disitu. Makkah menjadi kota kecil yang dilalui oleh kafilah-kafilahpedagang. Tempat yang gersang itu menjadi cukup makanan danbuah-buahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian Terbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu masa Nabi Ibrahim diperkenankan datang kembali ke Makkah. Beliaugembira sekali karena putranya sudah remaja. Kedua ayah dan anak inimembangun Baitullah. Tak lama kemudian datang lagi ujian ketiga yanglebih berat. Melalui mimpinya, Allah memerintahkan beliau untukmenyembelih Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah ini sungguh berat. Bayangkan, anak yang sudah lamadidambakannya, kemudian telah lama ditinggalkan, dan baru sajadijumpai untuk menutup kerinduan yang sangat hebat, harus dikorbankan!Bagaimanakah jika anak itu menolak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Nabi Ibrahim berbulat tekad melaksanakan ajaran Allah,&lt;br /&gt;Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-samaIbrahim, (Ibrahim) berkata, "Wahai ananda, sesungguhnya aku melihat didalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimanapendapatmu"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Ismail memiliki mutu yang tinggi. Ia memahami bahwa mimpiseorang Rasul seperti ayahnya adalah perintah Allah. Ia tidak merengekmanja atau menolak dengan congkak, tetapi menerima dengan hati yangbulat. Ini merupakan hasil didikan Ibrahim dan Hajar yang senantiasakonsisten dengan Dienullah dan akhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Wahai ayahanda, lakukanlah apa yang diperintahkan Allahkepadamu; insya Allah ayah akan mendapatiku termasuk orang-orang yangshabar!". (Ash-Shaffat: 102)&lt;br /&gt;Dengan tulus hati Ibrahim Alaihis Salam melaksanakan perintahAllah. Ismail ditidurkan di pangkuannya, pisau yang telah diasah tajamditempelkan ke leher putranya tersayang. Ketika itu Allah mencegahbeliau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala keduanya telah berserahdiri dan Ibrahim membaringkan anaknyaatas pelipisnya, (nyatalah keshabaran keduanya), dan Kami panggilahdia, "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpiitu". Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orangyang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yangnyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.(AsShaffat : 103-105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Sejati Para Rasul Dan Pengikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah merupakan ujian bagi kecintaan dan kesetiaan keluargaIbrahim kepada Allah. Nampak bahwa Ibrahim memang seorang manusiaberkualitas istimewa dan berhak disebut "khalilullah", kekasihAllah. Ismail mendapat predikat "ghulaamun haliim" (remaja yang santundan shabar). Sedangkan Siti Hajar merupakan ibu teladan pendidikgenerasi yang beriman kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Ibrahim dan Ismail kepada Allah mengatasi kecintaan apapun atausiapa pun. Peristiwa ini diabadikan dalam syariat Islam dengandisunnahkannya memotong hewan kurban bagi yang mampu. Tujuannya, untukmengenang bagaimana seharusnya seorang muslim mencintai Allah. Parahaji dari seluruh dunia sampai akhir masa pun melihat dan meyakinibukti-bukti sejarah kehidupan mereka. Karena dalam manasik hajji kisahmereka digambarkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Rasul merupakan orang-orang yang mencintai Allah dan sanggupberkorban apa saja dalam mewujudkan cinta mereka. Karena itu, tingkahlaku dan sepak terjang mereka senantiasa menjadi cerminan bagi parapengikutnya sampai ke saat kita sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membuktikan bahwa berkorban dalam arti sesungguhnya dapatdilakukan oleh manusia-manuisa biasa seperti kita. Allah berfirman,&lt;br /&gt;Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengorbankan dirinya untukmencari keredhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepadahamba-hambaNya. (Al Baqarah: 207)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan yang dilakukan oleh Rasulullah, para shahabat, danmujahid-mujahid Islam terdahulu bukanlah sekedar pemotongan hewankurban setahun sekali seperti yang sekarang dilakukan, tetapi telahwujud dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;Di saat Rasulullah masih tinggal di Makkah tercatat nama sepertiSumayyah, seorang wanita yang menjadi syahidah pertama, Bilal,Zanirah, dan lain-lain yang disiksa karena keimanan mereka kepadaAllah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peperangan, para prajurit Islam berkorban dengan pengorbananyang patut diteladani. Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abdul Muthollib,Abdullah bin Rawahah menjadi syuhada Uhud. Khabbab bin Arats disalibdan disiksa sampai menemui ajalnya oleh orang-orang musyrik. Mush'abbin Umair menemui syahidnya dengan bermandikan darah di perangUhud. Masih banyak para syuhada atau ksatria dari para shahabat yangtidak mungkin kita sebutkan satu persatu namanya. Berlandaskan cinta,mereka mengorbankan apa saja yang mereka miliki untuk jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu,istri-istrimu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,perniagaan (bisnis) yang kamu khawatiri kerugiannya, rumah-rumahtempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah, Rasul,dan jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkankeputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orangfasik. (At Taubah: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Allah harus dibuktikan dengan pengorbanan. Kaum musliminsaat ini dituntut untuk siap berkorban demi tegaknya Islam. Merekadapat memberikan apa saja untuk membangun masyarakat Islam di berbagaibidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGORBANAN PARA SAHABAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan berkorban lahir dari kesungguhan jiwa dalam menempuhperjuangan. Berkorban di jalan Allah merupakan realisasi dari jihad fisabilillah dengan harta dan jiwa,&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang berimankepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu danberjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, mereka itulahorang-orang yang benar. (49. Al Hujaraat: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek da'wah Islam yang dipelopori Rasulullah pembangunannya inisangat besar. Tentu saja memerlukan para aktivis yang siap memberikanapa saja yang mereka miliki dalam rangka menyukseskan iqomatuddiin. Ruhut tadhiyah (jiwa berkorban) hendaknya selalu hidup dalamdada mereka dalam membela agama yang benar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Urwah, Imam Baihaqi meriwayatkan, ketika kaum musyrikinmengeluarkan sahabat Rasulullah Zaid bin Datsinah dari Makkah untukdibunuh di kota Tan'im, di perjalanan ia berjumpa dengan Khubaib bin'Adi al-Anshari yang juga hendak dibunuh oleh kaum musyrik. Lalumereka berdua saling berwasiat agar bersabar dan teguh hati terhadapkebencian dan kekejian yang akan mereka alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sofyan, yang ketikaitu masih musyrik, berkata kepada Zaid bin Datsinah, "Terhinalahengkau Zaid! Maukah engkau, seandainya kini Muhammad menggantikankedudukanmu dipenggal batang lehernya? Sementara engkau kamikembalikan bersama keluargamu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah! Aku tidak akan senang seandainya saat ini Nabi berada ditempatnya terkena duri sekali pun, sementara itu aku duduk bersamakeluargaku!", Jawab Zaid bin Datsinah.&lt;br /&gt;Abu Sofyan berkata kesal, "Tak pernah kulihat seorang manusiamencintai manusia lain seperti para sahabat Muhammad mencintaiMuhammad".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafiz al Zaraqani dalam satu riwayatnya berkata, orang-orangmusyrik juga bertanya dengan pertanyaan serupa kepadaKhubaib. Kemudian Khubaib menjawab, "Aku tidak akan senang seandainyaRasulullah menebusku meskipun hanya dengan duri yang melukai kakinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaid dan Khubaib merasa lebih baik terbunuh ditangan lawan daripadaRasulullah yang dicintainya terkena luka kendati merupakan lukaringan. Itulah contoh kesiapan berkorban dua orang generasi pertamadalam mempertahankan kehormatan Islam dan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.isnet.org"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.isnet.org&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110625327067790807?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110625327067790807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110625327067790807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110625327067790807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110625327067790807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/01/cinta-dan-pengorbanan.html' title='CINTA DAN PENGORBANAN'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110625118940529082</id><published>2005-01-20T11:49:00.000-08:00</published><updated>2005-01-20T11:59:49.406-08:00</updated><title type='text'>Wanita, Cinta &amp; Naluri Seks Dalam Tinjauan Islam</title><content type='html'>Realita yang ada pada generasi muda muslim pada masa sekarang ini, secara mayoritas sedang terbuai dengan ribuan jaring kemungkaran modernisasi, seperti perzinaan dengan berbagai modelnya, namun justru ia sering dijadikan standar kemajuan dan globalisasi. Seks yang merupakan fitrah dan karunia Allah Ta'ala berubah fungsi menjadi ajang komoditi mencari keuntungan sebesar mungkin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma-norma yang berlaku di dalam tata kehidupan tidak lagi menjadi pegangan. Pupusnya rasa malu kaum Hawa terlihat pula dari turut andilnya mereka menanam saham kebatilan di bidang sandang. Mode-mode pakaian yang dililitkan ke tubuhnya sudah begitu jauh dari tuntunan syari'at. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah Ta'ala berfirman: "Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anakmu yang perempuan dan orang-orang perempuan yang beriman, supaya mereka menutup tubuhnya dengan jilbab, yang demikian itu supaya mereka lebih dikenal, karena itu supaya mereka tidak diganggu, dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al-Ahzab: 59). Bila ayat ini masih dianggap belenggu yang merantai kebebasan kaum Hawa, maka dapatlah dipastikan, hujan birahi pun tak kan terelakkan, hingga dengan mudahnya kita saksikan jutaan perempuan bergentayangan di jalan-jalan, dan mempersilakan auratnya disapu mata sembarang orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam riwayat Imam Muslim bersabda, artinya: "Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wangi Surga, padahal wangi Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian." Sebab meskipun berpakaian, pada hakikatnya mereka telanjang. Ironinya, setiap hari kita selalu dihadapkan kepada permasalahan di atas, yaitu urusan kelamin (seksualitas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana-mana kita terganggu oleh rayuan perempuan, wajahnya, lenggak-lenggoknya, suaranya, semuanya penuh magnit dan daya tarik. "Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik." (Ali Imran: 14). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, artinya: "Tidaklah ada suatu cobaan yang terjadi sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki, yang melebihi bahayanya cobaan yang berhubungan dengan soal wanita". (HR. Al-Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqqin menyatakan, ada tiga faktor yang menyebabkan tumbuhnya perasaan cinta, yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang yang membuat ia dicintai oleh kekasihnya. &lt;br /&gt;*Perhatian sang kekasih terhadap sifat-sifat tersebut. &lt;br /&gt;*Pertautan antara seseorang yang sedang jatuh cinta dengan orang yang dicintainya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan kelengkapan ketiga faktor cinta yang dikemukakan oleh Ibnul Qayyim tersebut, maka terbuktilah tali percintaan, dan akan menjadi lemah jika terdapat kekurangan dari ketiga faktor itu. Hal ini diakui oleh Islam dan oleh semua pihak yang menentang Islam. Tapi Islam membedakan antara cinta dan seks sebagai nafsu. Cinta adalah mawaddah wa rahmah, sedang nafsu seks sebagai naluri adalah nafsu syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya hanya bisa bersatu dalam perkawinan, karena berseminya cinta yang terjadi sesudah pernikahan adalah cinta yang dijamin oleh Allah Ta'ala, sebagaimana tercantum dalam surat Ar-Rum ayat 21, artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas dapat kita simpulkan, bahwa Islam tidak mengenal percintaan sebelum perkawinan yang sah, apalagi dengan pengumbaran nafsu syahwat, sehingga menjadi naluri dan cenderung mengajak pada perbuatan-perbuatan yang mengundang murka Allah Ta'ala, sebagaimana telah termaktub dalam Surat Yusuf ayat 53, artinya: "Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ibnul Qayyim berkata: "Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya." "Bohong!", itulah komentar sinis mereka guna membela nafsu syahwatnya, untuk melegimitasi percintaan secara haram. Bahkan lebih parah lagi, mereka berani bersumpah, cinta yang dilahirkan bersama sang kekasih adalah cinta suci, bukan cinta birahi dan syaithani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Padahal yang dijaga dalam Islam bukanlah semata-mata perihal kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja, tetapi lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan, kaki dan sekujur anggota tubuh. Bahkan kesucian hati juga wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan bukan mahramnya, zinanya hati adalah membayangkan dan mengkhayal, dan zinanya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan mahramnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah ditulis atas anak Adam bagiannya dari hal zina yang akan ditemui dalam hidupnya, tidak bisa tidak. Zinanya mata adalah melihat, zinanya telinga adalah mendengar, zinanya kaki adalah berjalan, dan zinanya hati adalah keinginan dan berangan-angan, dan semua itu dibenarkan atau didustakan oleh kelaminnya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jaring-jaring cinta di luar perkawinan telah meninabobokkan manusia dalam tali asmara. Asmara yang bergejolak menuntut keintiman dan kesyahduan, sehingga cinta buta menjadi mahar yang menghalalkan hubungan kelamin kisah kasih dua insan yang berlainan jenis. Untuk itu dalam menghadapi semua ini, hendaklah kita senantiasa berpedoman pada aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Islam, di antaranya adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga Pandangan Mata Memelihara mata cukuplah dengan menundukkan pandangan bila ada pria atau wanita yang bukan mahramnya, dan jangan memandangnya berulang-ulang. Hal ini diatur oleh Allah dan RasulNya agar kita dapat mengendalikan mata sebagai panca indera yang sangat peka terhadap seks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman, artinya: "Katakan-lah kepada orang-orang yang beriman agar mereka menundukkan sebagian dari pandangan mata (terhadap wanita) dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka kerjakan, dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya." (An-Nur: 30-31). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada pula memandang untuk suatu keperluan yang diperbolehkan, seperti dalam pengobatan, peminangan dan segala sesuatu yang telah disyari'atkan dalam Islam. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, artinya: "Dari Mughirah bin Syu'bah, bahwa ia hendak menikah dengan seorang wanita, Nabi bertanya, 'Sudahkah kamu melihatnya?', 'Belum', jawabnya, lalu Nabi bersabda, 'Lihatlah ia, sesungguhnya dengan melihatnya lebih menenteramkan hati kamu berdua'." (HR. An-Nasa'i, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhi Pergaulan Bebas Pergaulan bebas pasti menimbulkan hal-hal negatif yang tidak diinginkan. Hal ini bisa dilihat di barat, yang meng-agungkan kebebasan dalam segala hal, termasuk dalam seks. Kini mereka menjerit, angka perceraian sangat tinggi, setiap menit terjadi tindak perkosaan dan pranata pernikahan diragukan, terjadilah dekadensi moral dan tersebar berbagai penyakit kelamin. Allah Ta'ala membuat rambu-rambu pergaulan laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya dalam firmanNya: "Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Isra': 32). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad). Apalagi halnya sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. A'isyah radiallahu anha berkata: "Tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah sama sekali menyentuh tangan perempuan di dalam bai'at, bai'at Rasulullah dengan mereka adalah berupa ucapan." (HR. Al-Bukhari). &lt;br /&gt;(Abu Abbas). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110625118940529082?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110625118940529082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110625118940529082' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110625118940529082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110625118940529082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/01/wanita-cinta-naluri-seks-dalam.html' title='Wanita, Cinta &amp; Naluri Seks Dalam Tinjauan Islam'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110579366026953097</id><published>2005-01-15T04:50:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T04:54:20.270-08:00</updated><title type='text'>TAHAPAN DAN PRIORITAS CINTA</title><content type='html'>TAHAPAN DAN PRIORITAS CINTA&lt;br /&gt;(Telaah At-Taubah:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara,&lt;br /&gt;isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu&lt;br /&gt;usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan&lt;br /&gt;rumah-rumah yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai&lt;br /&gt;daripada ALlah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya,&lt;br /&gt;maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya." Dan&lt;br /&gt;ALlah tidak memberi petunjuk pada faasiqiin. (QS, 9:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan/akhwat, assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menelaah dan memahami ayat ini ada baiknya kita lihat &lt;br /&gt;pembahasan Ibnu Taimiyyah dalam bukunya: "Al'Ubudiyyah" (Pengab&lt;br /&gt;dian). Dalam buku tersebut, Ibnu Taimiyyah menuliskan beberapa &lt;br /&gt;tahapan cinta (marahilal-mahabah), atau lebih tepat dikatakan &lt;br /&gt;fase-fase cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyyah - semoga ALlah ridha kepadanya - menjabarkan &lt;br /&gt;fase-fase dan prioritas cinta tersebut secara rinci, sistematik &lt;br /&gt;dan menarik. InsyaAllah ta'ala, dalam tulisan ini (yang merupakan &lt;br /&gt;catatan kadaluwarsa' Pengajian Hamilton di akhir winter yang &lt;br /&gt;lalu), akan saya ringkaskan lima fase cinta tersebut, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Simpati (Muta'atif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Taimiyyah cinta tak akan tumbuh kalau tak &lt;br /&gt;terdapat rasa simpati terhadap yang dicintai. Simpati, paling &lt;br /&gt;sering, timbul pada pandangan terhadap penampilan fisik, sikap &lt;br /&gt;dan juga pemikiran. Bila simpati telah ada, maka akan berlanjut &lt;br /&gt;pada fase berikutnya. "Simpati" seseorang kepada ALlah, dapat &lt;br /&gt;timbul karena ta'jub terhadap tanda-tanda kekuasaan, kekuatan dan &lt;br /&gt;keperkasaan ALlah yang terdapat di semesta alam. Dengan kata &lt;br /&gt;lain, cinta seorang hamba kepada ALlah dapat timbul setelah &lt;br /&gt;menyadari dan meyakini keperkasaan ALlah setelah melihat tanda-&lt;br /&gt;tanda kebesaranNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Curahan Hati (Ash Shabbabah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rasa simpati telah tertanggapi, maka seseorang akan &lt;br /&gt;menjadikannya sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati, tempat &lt;br /&gt;mengeluarkan "uneg-uneg", sehingga menumbuhkan cinta sesungguh&lt;br /&gt;nya. Dalam hubungan antar manusia, hal ini boleh dikatakan seba&lt;br /&gt;gai saling menyatakan rasa cinta. Menurut Ibnu Taimiyyah, seorang &lt;br /&gt;hamba dengan melihat ayat-ayat yang terhampar (al ayyatul kauniy&lt;br /&gt;yah) di semesta ini, sebenarnya sudah cukup untuk dapat bersim &lt;br /&gt;jut ke fase berikutnya dengan bertambahnya keseriusan yang dimi&lt;br /&gt;liki untuk dapat lebih dekat kepada yang dicintainya (ALlah SWT) &lt;br /&gt;serta menjadikannya curahan hati (dalam berdo'a). Rasa simpati &lt;br /&gt;saja, tanpa keseriusan dan kesungguhan, mustahil dapat memberikan &lt;br /&gt;hasil berupa rasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rindu (Asy Syauku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila telah saling cinta, maka rasa rindu pasti timbul. &lt;br /&gt;Apapun dan siapapun yang dicintai, pasti akan menimbulkan rasa &lt;br /&gt;rindu. Orang yang rindu, tak jarang selalu teringat kepada yang &lt;br /&gt;dirindui/dicintai, ingin selalu menyebut namanya, senang bila &lt;br /&gt;terdengar nama yang dicintai dan sangat ingin segera bertemu. &lt;br /&gt;Orang yang teramat sangat cintanya kepada ALlah SWT, juga akan &lt;br /&gt;senantiasa rindu dan selalu ingat serta selalu ingin menyebut &lt;br /&gt;namanya (dzikir), dan bergetar hatinya bila disebutkan ayat-&lt;br /&gt;ayatNya (8:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mesra (Al 'Isyqu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang saling memendam rindu, bila kemudian bertemu akan &lt;br /&gt;saling merasakan kemesraan. Di tingkat ini, kemesraan tidak &lt;br /&gt;jarang akan melalaikan. Bila kemesraan telah mencapai tingkatan &lt;br /&gt;yang melenakan, maka fase ini telah berubah ke fase berikutnya &lt;br /&gt;yaitu pengabdian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengabdian (Al 'Ubudiyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase cinta berupa pengabdian hanyalah hak ALlah, bila seseo&lt;br /&gt;rang mencintai sesuatu sampai ia lalai, berarti sesuatu yang &lt;br /&gt;dicintai dan dimesrainya itu telah menjadi ilah-nya (Silakan &lt;br /&gt;lihat catatan ceramah Bang Imad yang diposting oleh akh Achmad &lt;br /&gt;Suntoro beberapa waktu lalu). Karenanya banyak manusia yang &lt;br /&gt;menuhankan sesuatu selain ALlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim boleh-boleh saja mencintai manusia (orangtua, &lt;br /&gt;anak, isteri/suami) atau harta kekayaan, perniagaan, rumah dan &lt;br /&gt;lain lain, seperti yang disebutkan dalam ayat 9:24, TAPI kecin&lt;br /&gt;taan tersebut tidak boleh melebihi kecintaannya kepada ALlah SWT, &lt;br /&gt;RasulNya dan berjihad fisabiliLlah. Kecintaan kepada selain &lt;br /&gt;ALlah, hanya bisa ditolerir sampai fase ke-empat yang tidak &lt;br /&gt;sampai melalaikan, demikian menurut Ibnu Taimiyyah. Kenyataannya? &lt;br /&gt;Fenomena yang ada di sekitar kita mengatakan lain! Banyak terja&lt;br /&gt;di, cinta hamba kepada ALlah hanya setaraf simpati, sedang cinta&lt;br /&gt;nya pada selain ALlah justru cinta seorang abdi. Ada pula hamba &lt;br /&gt;yang kecintaannya kepada ALlah dan yang selain ALLah didudukkan&lt;br /&gt;pada tingkat yang sama, yakni pengabdian. AudzubiLlahi min dzali&lt;br /&gt;ka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Muhammad bin Abdul Wahhab, murid Ibnu Taimiy&lt;br /&gt;yah, dalam "Kitab Tauhid"-nya (yang tengah diposting secara &lt;br /&gt;serial oleh akh Jazi Istiyanto) menyatakan bahwa menyamakan &lt;br /&gt;kecintaan kita kepada ALlah dengan kecintaan kepada selain ALlah, &lt;br /&gt;syirik besar hukumnya. Beliau menamakan syirik tersebut sebagai  &lt;br /&gt;2:165.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk mereka yang dapat memprioritaskan cinta&lt;br /&gt;nya kepada ALlah Rabbul Jalil, kepada RasulNya dan kepada Al-&lt;br /&gt;Islam; dan semoga kita terlindung dari perbuatan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum&lt;br /&gt;Abu Akhyar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference:&lt;br /&gt;[1] Ibnu Taimiyyah, "Al 'Ubudiyyah"&lt;br /&gt;[2] Al Quran &amp; Terjamahnya (Depag RI), 2:165 dan 9:24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110579366026953097?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110579366026953097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110579366026953097' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110579366026953097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110579366026953097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/01/tahapan-dan-prioritas-cinta.html' title='TAHAPAN DAN PRIORITAS CINTA'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110521162869381760</id><published>2005-01-08T11:11:00.000-08:00</published><updated>2005-01-08T11:13:48.693-08:00</updated><title type='text'>Cinta Sebagai Landasan Peradaban</title><content type='html'>Oleh ASEP SALAHUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika cinta pudar, semesta akan ganas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALIMAT di atas ditorehkan sufi kenamaan dari Konya Jalaluddin Rumi (1207-1393) dalam magnum opus-nya Matsnawi. Cinta bagi Rumi merupakan ruh peradaban, sumbu kebudayaan yang akan menyulut terkobarnya pesan abadi Tuhan, terjelmanya persaudaraan universal di kalangan umat manusia (Q.S. 49:13) yang humanis, damai, ramah dan santun (Q.S. 21:107).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ala Rumi pada hakikatnya merupakan ajaran inti setiap nabi, substansi dari agama, esensi setiap kepercayaan atau iman. Tidak ada satu dogma pun yang mengajarkan umatnya untuk saling membenci, melegalkan kekerasan, mengabsahkan tindakan keji dan munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, misalnya, ditanamkan bahwa cinta sesama makhluk merupakan manifestasi cinta kepada Allah, seperti tersirat dalam hadis, "Cintailah semua yang ada di bumi, engkau akan dicintai oleh yang ada di langit" atau "Tidaklah beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." Ketika pemuka sufi Ibn Arabi ditanya ihwal agama yang dianutnya, ia menjawab, "Cinta adalah agamaku; kemana pun binatang penunggangnya menuju, di sanalah agama ditambatkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain tatkala al-Fadhil ibn Yasar bertanya kepada Imam Shadiq a.s. tentang dari mana iman datang, beliau menjawab, "Keimanan itu tak lain adalah cinta," atau dalam redaksi Imam Baqir a.s., "Agama adalah cinta dan cinta ialah agama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ragukan bahwa bintang-bintang itu api; ragukan bahwa matahari itu bergerak; ragukan bahwa kebenaran itu dusta; tapi jangan ragukan makna sebuah cinta," demikian ajaran penuh kearifan yang 'difatwakan' Hamlet kepada Ophelia dalam literer estetisnya William Shakespeare, Hamlet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati -- fitri yang berporos pada nilai-nilai Ilahiah, disebarkan dalam peta bumi kemanusiaan model ini yang pada gilirannya akan membuat Tuhan (rahmat-Nya: hidup damai, tertib, jauh dari anarkisme dan tindakan-tindakan dungu yang mendangkalkan peradaban) semakin mendekat bahkan lebih dekat ketimbang urat leher (Q.S. 50:16), senantiasa menyertai di mana dan ke mana pun kita berada (Q.S. 57: 4), serta Dia akan memberikan solusi dari beragam impitan krisis yang menimpa (Q.S. 2:186).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam sebuah hadis qudsi dengan redaksi yang sangat memikat dijanjikan, "Maka bila Aku, telah mencintainya, Akulah telinga yang ia gunakan untuk mendengar, mata yang ia gunakan untuk melihat, lidah yang ia gunakan untuk berbicara, tangan yang memberi kekutan padanya, dan Akulah kaki yang ia gunakan untuk berjalan. Bila berdoa pada-Ku Aku kabulkan permohonannya, bila meminta dari-Ku Aku kabulkan permintaannya. Aku tidak pernah bimbang dalam menentukan sesuatu seperti kebimbangan-Ku saat kematian mukmin yang menghindar darinya, sedang aku membenci hal itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika elemen cinta otentik ini dicampakkan dan atau cakupan maknannya direduksi sebatas pengentalan rajutan cinta antarkelompoknya saja (ras, agama, suku, mazhab, dst.), dan pada saat bersamaan ditanamkan kebencian kepada orang luar (the other) seraya memupuk ideologi truth claim (mengklaim/memonopoli kebanaran) dan 'yang lain' dianggap sebagai yang keliru dan sesat, maka pada saat seperti ini cepat atau lambat peradaban manusia akan kiamat, dan kehancurannya yang lebih total tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi terakhir seperti inilah yang tempo hari menimpa masyarakat jahiliah Mekah. Sehingga kita mafhum, pada saat itu, kekerasan, pertumpahan darah (safakud dima'), teror, pemberangusan terhadap orang yang tidak sehaluan, premanisme, perang, pembunuhan terhadap bayi-bayi yang diidentifikasi berjenis kelamin perempuan menjadi pemandangan sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi primitif ini pula yang pada gilirannya menjadi latar belakang lahirnya seorang Muhammad saw. Ia datang tidak lain, di antara nubuat-nya, untuk meluruskan kembali makna cinta, memperbarui relasi antarmanusia yang kadung telah terkotak-kotak dalam sistem pongah yang diskriminatif, feodalistik, eksploitatif dan jauh dari cita rasa keadaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku diutus tidak lain kecuali untuk mereformasi pekerti manusia," sabdanya atau dalam ungkapan Alquran, "Aku tidak mengutus engkau Muhammad kecuali sebagai penebar cinta kasih kepada seru sekalian alam." (Q.S. 21:107). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, seperti dapat kita lacak dalam perjanjian Madinah, bagaimana Rasulullah mendistribusikan cinta tidak hanya kepada para sahabatnya, namun juga kepada mereka yang berlainan keyakinan bahkan terhadap tumbuh-tumbuhan dan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang patut dijadikan bahan renungan kita bersama adalah, adakah pendulum sejarah mutakhir tengah mengarah kepada peradaban yang berbasiskan cinta di mana satu sama lain insyaf betul akan perannya sebagai khalifatullah dan abdullah yang wajib memakmurkan bumi sesuai dengan kehendak-Nya, bersama-sama berkhidmat memuliakan Tuhan dengan cara menghormati nilai-nilai kemanusiaan, menempatkan alam tidak sebagai objek eksploitasi tapi mitra dalam bertasbih kepada-Nya (Q.S. 24: 41). Atau justru kebalikannya, perahu kehidupan kita sedang berlayar menuju peradaban nircinta, tanpa orientasi spiritual, terlepas dari visi Ilahiah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang sesungguhnya mengandaikan munculnya kesadaran total akan keniscayaan kita secara berjamaah tanpa melihat latar belakang budaya, afiliasi agama formalnya, untuk tidak pernah letih menggelorakan api cinta yang hakiki itu demi cita-cita yang ditambatkan seluruh umat manusia, tegaknya kehidupan yang lebih berharkat. Jika tidak demikian, maka sekali lagi, sesungguhnya kita tengah menghirup atmosfir peradaban yang dungu dengan segala implikasinya yang negatif dan merusak, dan setelah itu yang tersisa adalah kematian yang sia-sia. Faina tadzhabun?*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, koordinator Biro Pendidikan dan Pelatihan DMI Jabar, pengajar di Fak. Syariah IAILM&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110521162869381760?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110521162869381760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110521162869381760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110521162869381760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110521162869381760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/01/cinta-sebagai-landasan-peradaban.html' title='Cinta Sebagai Landasan Peradaban'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110459602565069569</id><published>2005-01-01T07:59:00.000-08:00</published><updated>2005-09-29T11:49:05.690-07:00</updated><title type='text'>Hukum Pacaran dalam Islam</title><content type='html'>Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak anak muda&lt;br /&gt;sekarang ini tidak ada dalam Islam.&lt;br /&gt;Yang ada dalam Islam ada yang di sebut 'Khitbah' atau&lt;br /&gt;masa tunangan. Masa tunangan ini adalah masa perkenalan.&lt;br /&gt;Sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan&lt;br /&gt;mempunyai dampak seperti kalau putus setelah Nikah.&lt;br /&gt;Dalam masa bertunangan keduanya boleh bertemu&lt;br /&gt;dan berbincang bincang ditempat yang aman, maksudnnya&lt;br /&gt;ada orang ketiga maskipun tidak terlalu dekat duduknya&lt;br /&gt;dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA PACARAN IT HARAM?&lt;br /&gt;Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan.&lt;br /&gt;Dimana Zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yg&lt;br /&gt;sangat dibenci oleh Allah. Oleh karena itu ayatnya berbunyi&lt;br /&gt;demikian:Janganlah kamu sekalian mendekati perjinahan,&lt;br /&gt;karena zinah itu adalah perbuatan yang keji..17:32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tapi&lt;br /&gt;jangan mendekati, mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi&lt;br /&gt;melalui tahapan tahapan seperti: saling memandang,&lt;br /&gt;berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina yang&lt;br /&gt;terkutuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalau ayat itu bunyinya misalnya: Jangan berbuat zina ... atau&lt;br /&gt;telah diharamkan zina.. maka berarti, pegang pegangan boleh,&lt;br /&gt;cium ciuman boleh dsb. seperti yang dilakukan oleh yang berpa&lt;br /&gt;caran. Maka jelas jadinya bahwa segala tindakan yang akan&lt;br /&gt;membawa kepada perbuatan zina hukumnya Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENCEGAHAN&lt;br /&gt;Dalam hukum Islam umumnya, manakala sesuatu itu&lt;br /&gt;diharamkan maka segala sesuatu yang berhubungn dengan&lt;br /&gt;yang diharamkan itu diharamkan juaga. Seperti minum arak,&lt;br /&gt;bukan hanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang&lt;br /&gt;memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya,&lt;br /&gt;yang duduk bersama orang yang minum dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan masalah Zina. Oleh karena&lt;br /&gt;itu maka Shariat Islam memberikan tuntunan Pencegahan dari&lt;br /&gt;perbuatna Zina, karena Allah maha tahu ttg kelemahan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dilarang laki dan perempuan yang bukan maharam un&lt;br /&gt;tuk berdua-duan. Nabi S.A.W. bersabda: Apabila laki laki dan&lt;br /&gt;perempuan yang bukan mahram berdua duaan, maka yang keti&lt;br /&gt;ga adalah shetan. Shetan juga pernah mengeatakan kepada&lt;br /&gt;Nabi Musa a.s. bahwa apabila laki dan perempuan berduan duaan&lt;br /&gt;maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda me&lt;br /&gt;reka.. Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Harus majaga mata atau pandangan. Sebab mata itu&lt;br /&gt;kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering&lt;br /&gt;membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfir&lt;br /&gt;man: Katakanlah kepada laki laki mumin hendaklah mereka&lt;br /&gt;memalingkan pangdang mereka (dari yang haram)dan menjaga&lt;br /&gt;kehormatan mereka...... Dan katakanlah kepada kaum wanita&lt;br /&gt;hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram&lt;br /&gt;dan menjaga kehormatan mereka...:24:30-31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga&lt;br /&gt;aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian&lt;br /&gt;yang mempertontokan bentuk tubuhnya, kecuali untuk&lt;br /&gt;suaminya. Dalam Hadith dikatakan bahwa wanita yang&lt;br /&gt;keluar rumah dengan berpakain yang mempertontonkan&lt;br /&gt;bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak&lt;br /&gt;mamaki mikup dsb. setiap langkahnya dikutuk&lt;br /&gt;oleh para Malaikat, dan setiap laki laki yang memandangnya&lt;br /&gt;sama dengan berzina dengannya. Di hari Qiyamat nanti&lt;br /&gt;perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga&lt;br /&gt;(apa lagi masuk surga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau ber&lt;br /&gt;buat zina. Misanya Nabi bersabda:lebih baik memegang&lt;br /&gt;besi yang panas daripada memegang atau meraba perm&lt;br /&gt;puan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksa&lt;br /&gt;anya) Dalam Hadith yang lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzana,&lt;br /&gt;maka Allah akan melepasak Imannya dalam hatinya, seperti&lt;br /&gt;seseorang melepaskan peci dari kepalanya ( Artinya ka&lt;br /&gt;lau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina&lt;br /&gt;tidak sempat tobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang&lt;br /&gt;kafir yang akan kekal di neraka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Shekh Sharwi menggambarkan: seandai&lt;br /&gt;nya ada seorang wanita cantik yang sudah hampir telan&lt;br /&gt;jang disebuah kamar, kemudian ditawarkan kepada&lt;br /&gt;seorang pemuda... Maukah kamu saya kasihkan perem&lt;br /&gt;puan itu untuk kamu semelem sentuk, tapi besok pagi&lt;br /&gt;saya akan masukan kamu ke kamar yang sebelahnya,&lt;br /&gt;yang penuh dengan api... Apakah mungkin anak muda&lt;br /&gt;itu akan mau untuk menikmati tubuh wanita semalam suntuk&lt;br /&gt;kemudian digodok keesokan harinya dalam api?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ketika kita tergoda untuk berbuat zina&lt;br /&gt;atau minum, coba bayangkan kalau kita meninggal&lt;br /&gt;ketika itu, bagaiman nasib kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada dosa yang lebih besar setelah Shirik kepada&lt;br /&gt;Allah daripada menetiskan air mati dalam suatu tempat (&lt;br /&gt;kehormatan) yang tidak halal baginya&lt;br /&gt;Neraka Jahanam mempunyai Tujuh Pintu Gerbang&lt;br /&gt;(Q15:44), dan peintu gerbang yang paling panas, dahshat,&lt;br /&gt;seran, keji, bau adalah dipruntukan bagi orang orang yang&lt;br /&gt;suka berzina setelah dia tahu bahwa zina itu Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita yakini -sebagai seorang muslim-&lt;br /&gt;bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah, mesti&lt;br /&gt;mempunyai dampak yang negatif dimasyarakat.&lt;br /&gt;Kita lihat saja disini di America, bagaiman akibat&lt;br /&gt;karena adanya apa yang disebut dengan Free sex.&lt;br /&gt;Timbul berbagai penyakit, banyak anak anak yang&lt;br /&gt;terlantar. Anak yang tidak mengenal ayahnya,sehingga&lt;br /&gt;timbul komplikasi jiwa dsb.&lt;br /&gt;Oleh karena jalan keluarnya bagi anak anak muda&lt;br /&gt;yang tidak kuat menahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kawin, supaya bisa menjaga mata dan kehormatan.&lt;br /&gt;* Kalau belum siap, banyakan puasa, dan olah raga.&lt;br /&gt;* Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang&lt;br /&gt;akan membangkitkan shahwat.&lt;br /&gt;* Dekatkan diri dengan Allah, dengan membanyakkan&lt;br /&gt;baca Al-Quran dan merenungkan artinya. Berzikir,&lt;br /&gt;baca shoalwat, shalat berjamaah di Masjid. Hadir&lt;br /&gt;pengaajian, dan berkawan dengan kawan yang soleh&lt;br /&gt;yang selalu mengingatkan kita kepada jalan yg lurus.&lt;br /&gt;* Dan ingat bahwa Allah telah menjanjikan kepada&lt;br /&gt;para anak muda yang sabar menahan pacaran dan&lt;br /&gt;zina dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya&lt;br /&gt;menampakan wajahnya kealam dunia ini, setiap orang&lt;br /&gt;laki laki yang memendangnya pasti akan jatuh pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagi putri remaja juga Allah telah menjanjika pemuda&lt;br /&gt;tampan dan ganteng. ( Baca surat waqiah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J1952M@aol.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110459602565069569?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110459602565069569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110459602565069569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110459602565069569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110459602565069569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2005/01/hukum-pacaran-dalam-islam_01.html' title='Hukum Pacaran dalam Islam'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110453199712362756</id><published>2004-12-31T14:25:00.000-08:00</published><updated>2004-12-31T14:26:37.123-08:00</updated><title type='text'>Mencintai karena Allah </title><content type='html'>Laporan : Fajar Kurnianto &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan cinta tak dapat dilepaskan dengan motif dan tujuan pelakunya. Sesuai arti katanya, cinta adalah perasaan hati dalam menyenangi sesuatu. Dalam bahasa Arab, cinta sering disebut dengan kata hubb. Mencintai sesuatu berarti sama dengan menyenanginya. Cinta adalah salah satu sifat fitri (alami) yang memang Allah SWT anugerahkan kepada manusia. Dengan cinta, manusia satu dan lainnya dapat membina hubungan dengan harmonis. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat kasih sayang. Sebanyak 99 Ia simpan untuk hamba-hamba-Nya nanti di akhirat, sedangkan satunya Ia turunkan kepada umat manusia. Dengan hanya satu rahmat inilah, manusia satu dengan yang lainnya saling mencintai.'' (HR Bukhari-Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, cinta dan kasih sayang yang dimiliki manusia hakikatnya adalah bentuk anugerah tertinggi yang Allah SWT berikan. Itu artinya, cinta sesungguhnya harus dilandasi dengan keyakinan bahwa cinta itu adalah dari Allah SWT dan harus dimanfaatkan sepositif mungkin oleh manusia, semata-mata karena Allah. Dengan kata lain, mencintai manusia lain sebetulnya harus dilandasi sikap bahwa cintanya itu adalah karena Allah, sehingga cinta yang ditimbulkan akan selalu berada dalam jalur yang sudah Allah SWT gariskan, bukan cinta buta yang hanya memperturutkan hawa nafsu rendah. Mencintai seseorang karena Allah SWT akan mengantarkan seseorang pada satu level, di mana Allah SWT melimpahkan cinta abadi-Nya yang tak terkira. Rasulullah SAW pernah bercerita kepada Abu Hurairah, ''Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berniat mengunjungi temannya dalam sebuah kampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, ia bertemu dengan malaikat yang sengaja Allah turunkan untuk menanyakan tujuannya. Laki-laki itu menjawab, ia ingin mengunjungi salah satu temannya di sebuah kampung. Malaikat bertanya lagi tentang alasan kunjungan itu, apakah karena temannya itu memiliki satu jasa berharga yang harus dibalas atau tidak. Dengan tegas, laki-laki itu menjawab ia tidak memiliki alasan selain bahwa kunjungannya itu adalah karena cintanya kepada temannya, cinta yang dilandasi semata-mata karena Allah SWT. Malaikat itu akhirnya memberi tahu kepada laki-laki itu bahwa ia adalah utusan Allah untuk menyampaikan kabar gembira bahwa laki-laki itu dijamin akan dicintai Allah selamanya, dengan sebab cintanya pada temannya itu.'' (HR Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sesama manusia hanya karena Allah, bukan karena alasan lain, itulah cikal bakal cinta abadi yang Allah SWT siapkan di akhirat kelak. Cinta model ini pulalah yang akan menjadi naungannya nanti di hari kiamat. Satu hari yang tidak ada naungan lagi selain naungan yang Allah berikan kepada manusia. Rasulullah SAW bersabda, ''Pada hari kiamat nanti Allah SWT akan berseru, 'Mana orang-orang yang saling mencintai hanya karena Aku? Pada hari kiamat yang tidak ada naungan ini, Aku akan memberikan naungan-Ku pada mereka semua'.'' (HR Muslim). Dengan cinta yang dilandasi keyakinan seperti inilah, umat manusia akan dapat mewujudkan kedamaian dan keharmonisan di antara sesama. Wallahu a'lam. &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110453199712362756?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110453199712362756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110453199712362756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110453199712362756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110453199712362756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/mencintai-karena-allah.html' title='Mencintai karena Allah '/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110445189035914657</id><published>2004-12-30T16:09:00.000-08:00</published><updated>2004-12-30T16:11:30.360-08:00</updated><title type='text'>Beginilah memilih istri</title><content type='html'>Kini, usia menikah para pria kian tinggi. Bukan hal yang aneh, posisi pria sudah mapan dan penghasilan pun cukup, tapi jodoh tak juga datang. Alasannya ternyata sepele, sulit untuk mendapatkan istri yang ideal dan mau mengerti. Tapi, sungguhkah demikian sulit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sulit memilih istri, jika parapria tak mematok "harga" terlalu tinggi. Biasanya, harga yang tinggi itu karena tingkat ketakutan yang tinggi juga. Harga itu biasnya berupa ketaatan pada ajaran agama dan suami, bertanggung jawab penuh terhadap rumah tangganya, memprioritasutamakan rumah tangga dibandingkan yang lain, menempatkan sang suami sebagai kepala keluarga, mengikhlaskan dirinya untuk mengelola rumah tangga, serta mengerjakan semua urusan rumah tangganya tanpa menunggu perintah. Gila, nggak? Padahal, menurut sikolog sekaligus konsultan perkawinan, Dra Ieda Poernomo Sigit Sidi, "Jika itu yang Anda harapkan, maka yang Anda cari adalah produk tahun 60-an. Sekarang "stok"-nya sudah jarang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseungguhnya, alasan yang sangat mendasar mengapa manusia itu perlu menikah yaitu dikarenakan kebutuhan psikologis. Sebagai makhluk sosial, manusia itu perlu berteman. Sahabat saja tidak cukup karena sifatnya yang bisa berubah-ubah atau tidak permanen. Secara psikologis kita memerlukan teman yang cocok dalam hal berbagi kehidupan. Isteri adalah pasangan hidup sekaligus teman hidup suami. Artinya, mereka sudah berikrar baik dalam susah maupun senang untuk selalu bersama-sama, saling membantu, dan dapat saling menerima apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebenarnya idealnya seorang pasangan hidup. Secara konseptual, istri yang ideal adalah istri yang bisa mengerti suaminya, dan sebaliknya, bisa dimengerti oleh suaminya. Namun, sebelum Anda menentukan wanita ideal untuk dijadikan pasangan hidup, Anda harus jelas terlebih dahulu dengan konsep diri Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali diri. Langkah pertama sebelum menentukan calon istri adalah kenali dulu diri Anda sendiri. Kalau Anda termasuk tipe laki-laki yang ingin selalu dihormati penuh sebagai kepala keluarga, Anda harus tahu konsekuensinya. Penuhi dulu nafkah keluarga, jangan cuma menuntut pada orang lain, tetapi tuntutlah diri Anda terlebih dahulu. Selain itu berusahalah keras untuk menjadi penanggung jawab keluarga secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda termasuk tipe pria yang tidak yakin terhadap diri sendiri, apakah bisa mencari nafkah secara penuh buat keluarganya atau tidak, maka sebaiknya cari istri yang bisa bahu membahu dengan suami, jangan cari yang bergantung terus pada Anda, karena jika begitu, akan terbayang kesulitannya. Kalau Anda juga termasuk orang yang tidak yakin terhadap kelanggengan pekerjaan yang Anda miliki, maka carilah juga istri yang bisa fleksibel dalam mengarungi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara apabila Anda adalah tipe pria yang dibesarkan dalam lingkungan demokratis, tidak gender bias, dalam arti tidak mengenal pekerjaan pria atau wanita, maka Anda pun sebaiknya mencari pasangan yang seperti itu, sehingga tidak timbul bentrok nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengenali diri Anda sendiri, maka dengan sendirinya Anda akan menjadi lebih mudah mencari siapa calon istri yang cocok, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji calon. Kenali keluarganya dengan mengajaknya ngobrol ringan tapi serius. Jangan-jangan calon Anda itu termasuk wanita yang kurang suka dengan keberadaan anak kecil di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah dengan siapa dia bergaul, seperti apa teman-temannya, bagaimana bentuk hubungan dengan teman-temannya, apakah tulus, solidaritas atau ada kekuatan. Kekuatan artinya apakah dia punya kekuasaan, atau karena dia memiliki banyak uang untuk memberi teman. Dengan mengenali teman-temannya maka Anda akan mengenali dia juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajari sifat pasangan ketika berbicara mengenai pekerjaannya, sebab dari obrolan tersebut kita bisa tahu bagaimana cara dia mengklarifikasi suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam mengenali calon pasangan Anda, jangan hanya mengenali sosok dia sendiri, namun juga dengan tiga hal di atas. Meski begitu, yang paling penting, adalah bersyukur dan menerima apa yang disediakan Tuhan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tak terlalu sulit kan? Tentu, jika Anda memang berniat menikah dan tak lagi bertipe lelaki tahun 1960-an itu. (cn02)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110445189035914657?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110445189035914657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110445189035914657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110445189035914657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110445189035914657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/beginilah-memilih-istri.html' title='Beginilah memilih istri'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110419062848080876</id><published>2004-12-27T15:35:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T15:37:08.480-08:00</updated><title type='text'>Cinta lagi...</title><content type='html'>Bismillah Walhamdulillah Was Salaatu Was Salaam 'ala Rasulillah&lt;br /&gt;Number: isnet/1297; Att: is-lam, mus-lim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahiim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman, amat sangat cintanya kepada Allah" (Qs Al&lt;br /&gt;Baqarah : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak buta cinta dan lalu terjebak "cinta buta", kita seharusnya&lt;br /&gt;mengenal apa yang disebut maratibul-mahabbah (peringkat-peringkat cinta).&lt;br /&gt;Memang teori ini dipopulerkan oleh Syaikh Ibnul Qayyim ini tidak secara&lt;br /&gt;eksplisit disebutkan dalam nash-nash al Qur'an maupun Sunnah. tetapi dengan&lt;br /&gt;memahami mahabbah-mahabbah ini, mudah-mudahan kita mampu membingkai setiap&lt;br /&gt;saluran cinta sehingga tidak terjebak di dalam syirkul-mahabbah (syirik-cinta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat pertama yang paling tinggi adalah :&lt;br /&gt;1. Tatayyum ----&gt; ini merupakan haq Allah semata. Cinta inilah yang&lt;br /&gt;menhasilkan dorongan untuk menghamba (mengabdi) secara mutlak serta&lt;br /&gt;melakukan pengorbanan hingga gemerincing rupiah penghabisan dan tetesan&lt;br /&gt;darah yang terakhir. Dan hanya untuk Allah-lah layaknya dipersembahkan&lt;br /&gt;ikrar-ikrar ,"Kau selalu di hatiku", "Cintaku hanya untuk-Mu", "Jiwa ragaku&lt;br /&gt;kuserahkan untuk-Mu", yang sering kita dengar dalam nyanyian-nyanyian. Dan&lt;br /&gt;untuk itu Allah SWT menegaskan, "Dan orang-orang yang beriman amat sangat&lt;br /&gt;cintanya kepada Allah." (Qs 2:165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. 'isyq -----&gt; ini hanya merupakan haq Rasulullah Saw, kecintaan yang akan&lt;br /&gt;melahirkan ketundukan terhadap segala perintah dan larangannya. Kecintaan&lt;br /&gt;yang membangkitkan sikap hormat yang tinggi dan keinginan selalu&lt;br /&gt;membelanya. Namun 'isyq tidaklah mendorong seseorang untuk menjadi hamba&lt;br /&gt;Muhammad saw. Dan itulah yang membedakan dengan tatayyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. syauq ----&gt; ini adalah cinta antara mukmin dengan mukmin. Antara suami&lt;br /&gt;dengan isterinya, antara anak dengan orang tuanya. Syauq adalah cinta yang&lt;br /&gt;membuahkan mawaddah wa rahmah (kasih sayang) dan menjadi perekat paling&lt;br /&gt;kuat dalam membangun ummat yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Shahabah -----&gt; ini ditujukan untuk sesama muslim sehingga melahirkan&lt;br /&gt;ukhuwwah Islamiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 'ithf (simpati) -----&gt; ini ditujukan untuk sesama manusia. Rasa simpati&lt;br /&gt;dan peduli kepada nasib sesama manusia inilah yang kemudian menumbuhkan&lt;br /&gt;keinginan untuk berda'wah untuk menyelamatkan manusia dari ancaman siksa&lt;br /&gt;Allah pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ini adalah peringkat cinta yang paling rendah dan sederhana, yaitu cinta&lt;br /&gt;kepada selain manusia, harta benda misalnya. Di dalam Islam membenarkan&lt;br /&gt;cinta ini dalam bentuk 'intifa' (mendayagunakan, memanfaatkan). Harta benda&lt;br /&gt;yang baik adalah yang dimiliki bukan yang memiliki.&lt;br /&gt;Artinya...manusia harus menjadi tuan bagi hartanya, bukan menjadi budak&lt;br /&gt;dari hartanya. Sehingga kehidupannya benar-benar merdeka dari penjajahan&lt;br /&gt;harta benda, bahkan ia mampu mengatur harta itu sesuai dengan kehendaknya.&lt;br /&gt;Dan sejauh mana seharusnya cinta seorang muslim terhadap harta dunia, ini&lt;br /&gt;tergambar dalam do'a yang sering dilantunkan oleh para shahabat," Ya&lt;br /&gt;Allah...jadikanlah dunia ini dalam genggaman tangan kami, dan jangan Engkau&lt;br /&gt;jadikan ia berada di dalam lubuk hati kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam realitas kehidupan memang sering kita saksikan terjadinya kesimpang&lt;br /&gt;siuran dan keterbalikan dalam memasang peringkat-peringkat cinta. Ada orang&lt;br /&gt;yang memasang cinta terendah untuk Allah swt. Allah dicintai dan "didekati"&lt;br /&gt;manakala ada kebutuhan dan kepentingan. Setelah segala keperluannya&lt;br /&gt;terpenuhi, Allah dianggap tdk penting lagi...&lt;br /&gt;(Qs Yunus:12)&lt;br /&gt;Ada juga orang yang memasang cinta yang paling tinggi (tatayyum) dan&lt;br /&gt;merupakan haq Allah untuk sesuatu selain Allah. Entah itu berupa harta dan&lt;br /&gt;hal-hal lain yang bersifat duniawi (Qs Ibrahim:2-3) dan (Qs At Taubah:24).&lt;br /&gt;Begitulah sikap orang-orang yang buta cinta, tdk dapat menempatkan cinta&lt;br /&gt;secara benar. Dengan segala alasan cinta, segala aturan tidak dihiraukan,&lt;br /&gt;karena buta cinta, dunia menjadi tuan...na'udzubillah min dzalik!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang berat....untuk merealisasikan hal-hal tersebut, kecuali bagi&lt;br /&gt;orang-orang yang mendasarkan kehidupannya atas keimanan dan ketaqwaan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa haula walaa Quwwata illaa billah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bissawab&lt;br /&gt;Insya Allah dapat bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;nuke artanti &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110419062848080876?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110419062848080876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110419062848080876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110419062848080876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110419062848080876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-lagi.html' title='Cinta lagi...'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110418084840930555</id><published>2004-12-27T13:53:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T12:54:08.410-08:00</updated><title type='text'>Cinta si Majnun</title><content type='html'>Nadirsyah Hosen &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahukah anda kekuatan sebuah cinta? Sadarkah kita bagaimana cinta bisa menjelma menjadi energi yangtiada habisnya? Qais, yang kemudian dikenal sebagai Majnun, membuktikan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qais mencintai Laila sepenuh hati. Ketika orang tua Laila menghalangi cinta mereka, Qais bukannya mundur malah ia berubah menjadi Majnun, pecinta yang tergila-gila pada Laila sehingga hidupnya berubah total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim Nizhami, sufi agung yang menuliskan kisah ini, melukiskan bagaimana cinta tak mengenal lelah, bagaimana lapar dan dahaga tak dihiraukan oleh Majnun, bagaimana energi cinta yang dihasilkan Majnun mampu menundukkan segenap binatang buas di hutan tempat persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas Laila pun tak bergoyang meskipun ayahnya menikahkannya dengan paksa kepada seorang bangsawan. Sampai akhir hayatnya bangsawan itu tak berhasil menyentuh Laila, yang notabene telah dipersuntingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika datang rasa rindu, bibir Majnun kering melantunkan tembang pujian dan syair kerinduan untuk Laila, ketika pagar rumah orang tua Laila menghalangi komunikasi mereka, Laila menulis surat cinta di potongan kertas kecil lalu ia biarkan angin membawanya sampai ke Majnun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Majnun mencoba memberikan alternatif untuk Majnun. Dibuatlah pesta yang dihadiri segenap gadis cantik, namun bukanlah Majnun kalau tak mampu bersikap loyal pada kekasihnya. Majnun menampik semua tawaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang percaya, bahwa kisah Laila Majnun itu merupakan simbol belaka. Hakim Nizhami sebenarnya hanya menunjukkan bagaimana sikap seorang pecinta sejati kepada kekasihnya. Ketika Laila dan Majnun telah tiada, konon, seorang sufi bermimpi melihat Majnun hadir dihadapan Tuhan. Tuhan membelai Majnun dengan penuh kasih sayang seraya berkata, "Tidakkah engkau malu memanggil-manggi-Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Majnun yang mengeluarkan energi yang tiada habisnya, di bulan Ramadhan ini kita pun belajar untuk menaikkan maqam cinta kita kepada Allah.Energi cinta yang kita pancarkan dibulan puasa seyogyanya mampu menundukkan nafsu buas di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir kering dan perut lapar bukanlah alasan untuk menampik sebuah cinta ilahi. Dari tenggorokan yang kering justru keluar Bacaan Yang Mulia dan asma Kekasih Sejati kita, Allah swt. Ketika disekeliling kita banyak yang menyodorkan alternatif kebahagiaan, sebagaimana Majnun menolak tawaran ayahnya, kita pun bersikap setia pada kebahagiaan yang dijanjikan Allah kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak yang mencoba memagari cinta kita dengan "pagar duniawi", seperti Laila yang mengungkapkan isi hatinya lewat potongan kertas yg dibawa angin, kita ungkapkan cinta sejati kita di bulan Ramadhan ini ke seluruh penjuru angin. Gema kalam ilahi di mana-mana, gema takbir terus mengalun, gema cinta terus dibawa angin menembus dinding perkantoran, pasar swalayan, gedung sekolah, taman perkotaan, rumah makan dan pusat-pusat perbelanjaan. Pagar-pagar itu tak akan mampu menghalangi cinta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan ini sudahkah kita ukur cinta kita pada Allah swt. Malukah kita bila Majnun menegur kita, "sampai dimana pengorbananmu untuk Kekasih Sejatimu?" Bulan Ramadhan adalah media membuktikan cinta sejati itu, insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110418084840930555?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110418084840930555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110418084840930555' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110418084840930555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110418084840930555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-si-majnun.html' title='Cinta si Majnun'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110418036548949191</id><published>2004-12-27T13:44:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T12:46:05.490-08:00</updated><title type='text'>Cinta Ibunda</title><content type='html'>Nadirsyah Hosen &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa yang menarik dari kisah Harry Potter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, novel anak-anak tersebut telah menyelipkan sebuah adegan menarik sekaligus mengharukan: kekuatan cinta seorang ibu. Voldemort --penyihir hitam paling ditakuti-- tiba-tiba kehilangan seluruh kekuatannya ketika ingin membunuh seorang bayi, setelah sebelumnya berhasil menghabisi orang tua bayi itu. Dunia Mistik menjadi gempar atas kekalahan penyihir tersebut. Ternyata, sampai detik-detik menjelang kematiannya, sang Bunda masih terus berupaya menyelamatkan Harry Potter yang masih bayi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan cinta seorang Ibu, meskipun sang ibu telah tiada, telah mampu melindungi sang anak dari bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari kisah Harry Potter, pernahkah kita menghitung berapa liter beras dan berapa jenis makanan yang telah dimasak oleh seorang ibu untuk anaknya, berapa meter lantai telah di-sapu dan di-pel oleh seorang ibu, berapa banyak keheningan malam dilalui sang ibu yang terjaga untuk anaknya, berapa kali kedua tangan sang ibu terangkat ketika berdo'a, dan berapa banyak air mata mengalir ketika sujud mendo'akan kebahagiaan dan keselamatan anaknya. Sang Ibu telah bertahun-tahun menjelma menjadi perawat untuk penyakit batuk, demam, flu, cacar, ataupun sekedar luka di kaki akibat terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang sahabat Nabi ber-thawaf mengeliling Ka'bah sambil menggendong ibunya yang sudah sepuh, ia bertanya pada Rasul yang mulia, "Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul yang mulia menjawab, "Tidak!, bahkan untuk menandingi rasa sakitnya saat melahirkan engkau pun tidak terbayar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa lain, andaikan, sekali lagi, andaikan saja anda mempunyai gunung emas yang kemudian anda berikan semuanya berikut seluruh perbendaharaan harta anda yang lain untuk mengganti semua yang telah dilakukan oleh seorang ibu, niscaya itu semua belum mampu membayar satu malam saja saat-saat ibu mengasuh anda. Tidak pernah ada kata "cukup", "lunas", "terbayar" untuk membalas cinta seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita durhaka pada bunda bila bunda tinggal di rumah kecil dan bocor disana-sini, sementara kita tinggal di tempat yang nyaman; kita berdosa bila kita menikmati makan siang yang lezat dan penuh gizi sementara bunda hanya memakan seadanya; kita berdosa bila menghitung biaya sekolah anak dan karena itu menghindar membelikan obat bagi bunda yang tengah sakit; kita tergolong anak durhaka bila kita sanggup piknik atau jalan-jalan dengan isteri namun selalu saja punya alasan untuk tidak mengunjungi atau bersilaturahmi ke tempat bunda (atau berziarah ke kuburannya bila bunda telah tiada). Jangan gunakan logika untuk berkhidmat pada bunda. Balas cintanya dengan cintamu. Kenapa? Karena "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua," begitulah ajaran agama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa membagi cinta kita untuk keluarga, pekerjaan, dan sekaligus untuk ibunda? Jawabannya adalah: kita tidak pernah membagi cinta; tetapi kita selalu melipatgandakannya. Balaslah kekuatan cinta ibunda dengan ketulusan cinta kita; insya Allah --seperti diilustrasikan dalam kisah Harry Potter di atas-- cinta sang bunda akan terus melindungi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rabb, ampuni dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi kami sewaktu kecil"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wollongong, 10 April 2001&lt;br /&gt;Nadirsyah Hosen&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nadirsyah Hosen adalah dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110418036548949191?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110418036548949191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110418036548949191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110418036548949191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110418036548949191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-ibunda.html' title='Cinta Ibunda'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110416485826286650</id><published>2004-12-27T08:26:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T08:27:38.263-08:00</updated><title type='text'>Sirami Bunga Kita Dengan Cinta"</title><content type='html'>Awal bulan depan, genap satu tahun pernikahan kita. Sementara bunga kecil di perutmu sudah mulai mendesak-desak ingin keluar, hmm... tak terasa sebentar lagi bunga itu akan keluar dan menghiasi harum rumah kecil ini. Dik, sungguh aku sudah tidak sabar untuk menciuminya sepuasku hingga tak satupun orang lain kuberikan kesempatan mencium dan memeluknya sebelum aku, ayahnya, bosan menciumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun empat bulan yang lalu, aku masih ingat saat datang ke rumahmu untuk berkenalan dengan keluargamu. Takkan pernah hilang dalam ingatanku, betapa kedatanganku yang ditemani beberapa sahabat untuk berkenalan malah berubah menjadi sebuah prosesi yang aku sendiri tidak siap melakukannya, yah... aku melamarmu dik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, baru satu minggu sebelum itulah kita berkenalan di rumah salah seorang sahabatmu. Waktu itu, aku tak berani menatap wajahmu meski ingin sekali aku beranikan diri untuk mengangkat wajahku dan segera menatapmu. Tapi, entah magnet apa yang membuatku terus tertunduk. Kenakalanku selama ini ternyata tidak berarti apa-apa dihadapanmu, kurasakan sebuah gunung besar bertengger tepat di atas kepalaku dan membuatku terus tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik, aku juga masih ingat dua hari setelah pernikahan kita, kamu masih tidak mau membuka jilbab didepanku meski aku sudah sah sebagai suamimu. Tidurpun, kita masih berpisah, kamu diatas kasur empuk yang aku belikan beberapa hari sebelum pernikahan, sementara aku harus kedinginan tidur dilantai beralaskan selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, aku masih sering tersenyum sendirian kala mengingat kata-kataku untuk merayumu agar mau membuka jilbab. "Abang cuma ingin tahu, istri abang nih ada telinganya nggak sih". Kata-kata lembutku pada malam ketiga itu langsung disambar dengan pelototan mata indahmu. "Teruslah dik, mata melotot adik takkan pernah membuat abang takut atau menyerah, malaaah, adik makin terlihat cantik, makin jelas indahnya mata adik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kata-kata itu meluncur dari mulut jahilku, bertubi-tubi pukulan sayang mendarat di tubuh dan kepalaku karena adik menganggap aku meledekmu. Tapi waktu itu, aku justru merasakan kehangatan pada setiap sentuhan tanganmu yang mengalir bak air di pegunungan. Karena aku yakin, dibalik pukulan-pukulan kecil itu, deras kurasakan cintamu seiring hujan yang turun sejak selepas maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah bunga seroja di taman mungkin takkan pernah bisa mengungkapkan eloknya cinta kita, cinta yang didasari atas kecintaan kepada Allah. Allah-lah yang menciptakan hati, jiwa dan ragamu begitu rupa sehingga aku mencintaimu. Aku pun berharap, atas dasar cinta Allah pulalah adik mencintaiku. Karena hanya dengan cinta karena Allah, cinta ini akan terus berbunga dan mewangi selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta hakiki adalah cinta kepada zat yang menciptakan cinta itu sendiri, begitu seorang bijak berkata. Cinta tidak dirasa tanpa pengorbanan, kasih sayang bukan sekedar untaian kata-kata indah, dan kerinduan yang terus takkan pernah terwujud jika hanya sebatas pemanis bibir, tambah sang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit akan selamanya cerah, bila kita suburkan cinta ini. Mentari takkan pernah bosan bersinar selama kasih antara kita tetap terpatri dan rembulan pun tetap tersenyum, selama kita isi hari-hari dengan segala keceriaan yang jujur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, malam semakin larut dik. Baru saja kudengar dentang jam berbunyi duabelas kali. Sementara tangan ini masih asik dengan pena dan secarik kertas putih. Kan kutulis semua rasa bathinku malam ini, semua keindahan, kehangatan, dan hidup dibawah naungan cinta bersamamu karena Allah. Tapi, maafkan aku dik, karena aku juga akan mengkhabarimu hal yang tidak pernah kuceritakan kepadamu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sandarkan kepalamu di dadaku, lelap sudah malam menghantarmu tidur. Tapi, ah... bunga kecil kita ternyata belum tidur dik... sesekali kurasakan sentuhan kakinya dari dalam perutmu. Rupanya bunga kecil itu sudah mengenaliku sebagai ayahnya, kurasakan berkali-kali diberbagai kesempatan berdampingan denganmu, tangan-tangan kecilnya berupaya menggapai dan menyentuhku seakan memintaku untuk segera menggendongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, ada tangis dihatiku yang tidak mungkin aku curahkan padamu. Karena aku tahu, kaupun sudah cukup sering menahan tangismu agar tidak terlihat olehku. Jadi, mana mungkin aku menambahinya dengan air mataku yang mulai menggenang di bibir kelopak mataku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suami, aku merasa belum mampu membahagiakanmu dik. Nafkah yang kuberikan kepadamu setiap bulan, tidak pernah cukup bahkan untuk dua minggu pun. Sehingga untuk keperluan dua minggu berikutnya, aku harus meminjamnya dari teman-temanku tanpa sepengetahuanmu dan aku hanya membisikimu, "rizqumminallaah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kita menikah, tak sehelaipun pakaian kubelikan untukmu. Bahkan aku sering menangis, saat mengajakmu pergi, adik harus bingung mencari-cari sandal yang layak dipakai. Tak pernah aku mengajakmu untuk berjalan-jalan, karena aku selalu disibukkan dengan segala urusanku, tak peduli hari libur. Aku selalu berharap adik tampil cantik dan segar sepanjang hari, tapi tak pernah kubelikan adik alat-alat kecantikan. Dan yang terakhir, aku tak kuasa mengingatnya dik, meski berat kita harus melalui saat-saat kita makan dengan makanan seadanya, bahkan tidak jarang kita berpuasa. Waktu itu adik bilang, "Biarlah bang, adik lebih rela makan sedikit dan seadanya daripada kita harus berhutang, karena hidup tidak akan tenteram dan selalu merasa dikejar-kejar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi, bunga kecil itu akan hadir dik. Akankah aku, ayahnya, membiarkannya tumbuh dengan apa adanya seperti yang aku lakukan terhadapmu dik. Bersyukurlah ia karena mempunyai ibu yang sholehah dan selalu menjaga kedekatannya dengan Allah. Karena, walau gizi yang diberikannya kelak tidak sebanyak kebanyakan anak-anak lainnya, tetapi ibunya akan mengalirkan gizi takwa dihatinya, mengenalkan Allah sebagai Rabb-nya, Muhammad sebagai tauladannya dan mengajarkan Al Qur'an sebagai petunjuk jalannya kelak. Ibunya akan mengajarkan kebenaran kepadanya sehingga mampu membedakan mana hak dan mana bathil,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik, jika ia lahir nanti, sirami hatinya dengan dzikir, suburkan jiwanya dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an, hangatkan tubuhnya dengan keteguhan menjalankan dinnya, baguskan pula hatinya dengan mengajarkannya bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya, ajarkan juga ia berbuat baik kepada orangtua dan orang lain, bimbinglah ia dengan ilmu yang kau punya, sehingga dengan ilmu itu ia tidak menjadi orang yang tertindas. Jadikan jujur sebagai pengharum mulutnya serta kata-kata yang benar, baik, lembut dan mulia sebagai penghias bibirnya. Sematkan kesabaran dalam setiap langkahnya, taburi pula benih-benih cinta di dadanya agar ia mampu mengukir cinta dan kasih sayang dalam setiap perilakunya, dan yang terakhir kenakan takwa sebagai pakaiannya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, insya Allah harapan dan do'a kita untuk tetap bersama sampai di surga kelak akan lebih mudah kita gapai. Aku berharap, engkau membaca surat yang kuselipkan di bawah bantalmu malam ini. Dan jika kau telah membacanya esok pagi, jangan katakan apapun kecuali ciuman hangat di tanganku. Karena dengan begitu, aku tahu kau telah membacanya." (bayu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110416485826286650?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110416485826286650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110416485826286650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110416485826286650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110416485826286650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/sirami-bunga-kita-dengan-cinta.html' title='Sirami Bunga Kita Dengan Cinta&quot;'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110416196528248960</id><published>2004-12-27T07:37:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T07:39:25.283-08:00</updated><title type='text'>Cinta Sang Duta Pertama</title><content type='html'>Kupunya sekeping hati yang ditebari cinta&lt;br /&gt;Karena cinta dia rela menghadapi bertubi derita&lt;br /&gt;Cinta merebut dirimu dengan pengorbanan jiwa&lt;br /&gt;Kan kutebus pula dengan sesuatu diatas jiwa&lt;br /&gt;(Ekspresi cinta para sahabat untuk Al-Musthafa, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eramuslim - Ia, bagaikan mawar di rerimbunan suku Quraisy. Wajahnya tampan, begitu masyhur di udara Makkah. Cemerlang pemikirannya bukan lagi rahasia, ia sosok cerdas yang menjadi kebanggaan. Tak sampai di situ, ia anak dari seorang bangsawan dengan gemerlap kekayaan. Sejarah menorehkan anugerah panggilan terhadapnya "Penduduk Makkah yang sangat mempesona". Ia tumbuh menjadi anak kesayangan sang ibunda, anak manja begitu para karibnya menyebut sang pemuda. Namun, apakah mungkin jika selanjutnya kisah kehidupan sang pemuda menjadi sebuah legenda keimanan yang begitu agung gaungnya? Allah sebaik-baik penentu lika-liku kehidupan seseorang. Mush'ab bin Umair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit Shafa, Makkah, senja hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab gelisah menyusuri setapak jalanan. Sesekali ia menengok kiri dan kanan, memastikan tak ada orang yang mengikutinya. Sampai di rumah Arqam bin Arqam, ia berhenti. Sudah dibulatkan tekadnya untuk menjumpai seseorang yang kelak akan dicinta sampai nafas terhembus dari raga. Perlahan Mush'ab membuka pintu, dan di sana telah duduk sosok yang selama ini hanya mampu ia dengar. Ruangan begitu hening, sementara gemerisik pepasir sahara terdengar mengalun dihantarkan angin. Sesaat kemudian Mush'ab terpaku, lantunan syair syahdu yang begitu indah menyapa merdu gendang telinganya. Mush'ab terbuai, hatinya melembut. Sejenak, Mush'ab serasa mengangkasa, terpesona. "Apakah itu, duhai Muhammad?" tanya Mush'ab setelah bibir manis Rasulullah tak lagi bersuara. &lt;br /&gt;"Tadi, adalah Al-Qur'an, firman Allah yang maha benar." "Ya Muhammad, bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam agama yang tengah engkau bawa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu betapa berbunga hati manusia pembawa cahaya pada dunia. Pertanyaan yang dilontarkan Mush'ab begitu menggembirakan Al-Musthafa. Akan bertambah pengikutnya satu kepala. Senyuman sang Penerang mengembang, dengan mantap ia bertutur, "Bersaksilah bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah benar utusanNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa pasang mata menyaksikan sumpah setia sang pemuda berparas jelita. Mush'ab bersyahadat. Mush'ab nampak berbeda, sebuah keharuan menjelma. Dadanya turun naik, Nabi bersegera menujunya. Tangan Al-Musthafa terulur ke dada Mush'ab, meredam gejolak cinta yang kian berdentang. Dan ajaib lubuk hatinya kini damai. Keduanya kini berpandangan disaksikan langit yang juga bersuka cita. Mush'ab bin Umair, pemuda gagah keturunan seorang bangsawan Quraisy kini sempurna menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mengisahkan betapa Al-Amin mempercayakan kepadanya sebuah emban. Mush'ab dipilih menjadi seorang utusan. Seorang duta pertama dalam Islam. Ada amanah indah yang harus segera ia tunaikan. Tugasnya mengajarkan tentang Islam kepada kaum Anshar yang telah beriman dan berbaiat kepada Rasulullah di Aqabah. Sebuah misi yang tentu saja tidak mudah. Saat itu telah 12 orang kaum Anshar yang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab juga mengemban misi yang lain yaitu mengajak kabilah lain untuk masuk Islam dan mempersiapkan penyambutan hijrah Rasulullah. Ia sungguh tahu betapa berat amanah itu ditanggung. Namun, titah ini terucap dari bibir manis manusia yang ia cinta, yang dipercayainya dan telah melimpahi hatinya cahaya terang benderang. Berbekal cinta, ia menjadi seorang duta kekasihnya, ke Yastrib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab memang pemuda kebanggaan, ia berhasil merengkuh hati para penduduk Madinah. Sifat yang ditampakkannya, kejujuran, kezuhudan dan ketulusan telah mengikat banyak perhatian. Ia begitu memahami tugasnya dengan baik. Ia datangi kabilah-kabilah yang bertebaran di Madinah. Setiap rumah, tempat pertemuan, penduduk laki-laki, perempuan, tak luput dari seru syahdu sang Pemuda. Namun tentu bukan tidak ada rintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang, Allah yang Maha Akbar memperlihatkan hasil sebuah usaha sungguh-sungguh Mush'ab bin Umair. Berduyun-duyun manusia berikrar mengesakan Allah dan mengakui Rasulullah sebagai utusan Allah. Jika saat ia pergi ada 12 orang golongan kaum Anshar yang beriman, maka pada musim haji selanjutnya umat muslim Madinah mengirim perwakilan sebanyak 70 orang laki-laki dan 2 orang perempuan ke Makkah untuk menjumpai Nabi yang Ummi. Madinah semarak dengan cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duta pertama pilihan Al-Musthafa sukses tanpa tandingan. Sungguh sebuah keberhasilan yang gemilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Madinah, sebuah persembahan cinta disematkan untuk Mush'ab bin Umair, karena jasa tak terbilangnya sebagai duta. Dari bibir para penduduk Madinah, setiap guru agama akan disapa sebagai "Al-Mush'ab" bukan lagi al-Ustadz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemilau kehidupan Mush'ab berakhir di sebuah bukit. Akhir kehidupannya menjelma semerbak kisah yang menjadi pelengkap sejarah kebanggaan kaum Muslimin. Siapkan hatimu, dan petik banyak hikmah, agar engkau meneladani ekspresi kecintaannya kepada Nabi. Inilah kisah kepergiannya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit Uhud dalam kecamuk perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab tampil pemberani di sana. Ketika pasukan muslim lengah dan tercerai berai, dan Rasulullah menjadi sasaran setiap kepala pasukan Quraisy, Mush'ab menjelma sebenar-benar pencinta. Ia mengangkat panji itu setinggi-tingginya dan menggemakan takbir ke jauh angkasa. Tujuannya satu, para kafir itu beralih kepada dirinya. Ia memberi isyarat kepada Rasulullah untuk segera pergi. Mush'ab mengerahkan utuh tenaganya. Melompat, berlari, berputar dan menghujamkan sebilah pedang. Seperkasa apapun Mush'ab, ia tetaplah sendirian. Ujung mata tombak itu menembus dadanya. Mush'ab jatuh direngkuh pepasir Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad pemberani Mush'ab terbaring dengan wajah menelungkup ke tanah, seolah-olah wajahnya tak berani melihat bencana yang kan menimpa sosok yang teramat dicintanya atau mungkin karena ia malu mati terlebih dahulu sebelum memastikan keselamatan raga nabinya. Allah yang maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh saat itu Al-Musthafa berdiri tegak di samping tubuh yang telah sunyi. Wajah rembulan Rasulullah berkabut. Ke dua kelopak matanya terselubungi bening cinta untuk sang duta pertama. Ada luruh air mata dan untaian senandung ketulusan untuk Mush'ab yang kini pergi. Sejenak, Rasul Allah terdiam, namun tak seberapa lama, dari bibir semanis madu itu terungkap sekuntum firman Allah,&lt;br /&gt;"Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur..." (QS 33: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uhud senyap, banyak jasad yang tak lagi sempurna. Di sana Mush'ab bin Umair menyambut syahidnya. Wajah yang mempesona sebelumnya itu kini berdarah-darah. Tubuh tegap yang dulu selalu berpakaian indah dan jelita, sekarang hanya berbalut kain lusuh yang tak lagi utuh. Ada banyak luka di sana, hunjaman tombak, sayatan pedang, tusukan anak panah. Ke dua tangan pemegang panji kebanggaan Islam tak lagi ada, tangannya begitu sempurna dibabat pongah pedang para kafir Quraisy. Dan rambut Mush'ab, rambut kebanggaan yang dahulu selalu wangi misk dan hitam berkilat itu kini hanya terlihat masai. Rasulullah mengenang pemuda tampan kebanggaannya. Pemuda cerdas duta pertamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung hening, kesedihan kaum Muslim begitu memulun. Pepasir bukit Uhud, merengkuh begitu banyak para syuhada. Al-Musthafa termenung, ia berjalan perlahan melewati para pemberani yang kini telah disambut para bidadari. Detik itu terpetik sebuah sabda indah untuk mereka yang telah melangkah di jalan Allah, sebuah jaminan pasti untuk mereka,&lt;br /&gt;"Rasulullah akan menjadi saksi dihari kiamat, bahwa kalian semua adalah syuhada di sisi Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selanjutnya kekasih Allah memanggil semua sahabat yang masih hidup untuk sejenak berkumpul. Banyak kepala tertunduk menatap pepasir uhud yang kini berujud merah. Pandangan mereka mengabur karena tersaput selaput basah yang begitu mudah hadir. Sesak dada mereka atas banyak kepergian. Sementara dengan agung, Sang Tercinta melantunkan sebuah alunan permintaan, &lt;br /&gt;"Hai manusia, ziarahilah mereka, datangilah mereka dan ucapkanlah salam. Demi Allah, tidak seorang muslim pun sampai hari kiamat yang memberi salam kepada mereka kecuali mereka membalasnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai Mush'ab bin Umair, salam cinta kami untuk engkau. Keberkahan untukmu Mush'ab yang baik. Kedamaian juga untuk engkau, wahai pencinta Al-Musthafa. Sejahtera atas engkau, wahai Sang Duta pertama. Kami sampaikan salam, semoga engkau mulia di sisi Nya. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Husnul Mubarikah&lt;br /&gt;untuk seseorang yang berkata, "Bunda, rindu ini melangit lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110416196528248960?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110416196528248960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110416196528248960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110416196528248960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110416196528248960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-sang-duta-pertama.html' title='Cinta Sang Duta Pertama'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110415692418040609</id><published>2004-12-27T06:13:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T06:15:24.180-08:00</updated><title type='text'>Cinta:  C H I N T A</title><content type='html'>Sudah mulai banyak yang mbahas tentang cinta.&lt;br /&gt;Tapi benarkah diri ini sudah tahu tentang cinta???&lt;br /&gt;Begitu mudahnya cinta diucapkan.................&lt;br /&gt;Begitu mudahnya cinta diungkapkan...............&lt;br /&gt;Begitu mudahnya cinta disebutkan............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai,&lt;br /&gt;Tahukah engkau CINTA Qoish pada Layla?&lt;br /&gt;Yang memilih sebutan 'Majnun', 'GILA' bagi cinta?&lt;br /&gt;Tahukah engkau kapan pertama kali Qoish bertemu dengan Layla?&lt;br /&gt;Tahukah engkau kapan Qoish dekat, akrab dengan Layla?&lt;br /&gt;Tahukah engkau saat Qoish merindukan Layla?&lt;br /&gt;Tahukah engkau saat Qoish bertemu Layla?&lt;br /&gt;Dan cukuplah itu membuat Qoish menjadi Majnun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama Qoish bertemu Layla,&lt;br /&gt;Saat Qoish ingin selalu bertemu dengan Layla,&lt;br /&gt;Saat Qoish menyebut-nyebut terus menerus nama Layla,&lt;br /&gt;Layla........Layla........Layla..................&lt;br /&gt;Saat nama Layla disebut orang lain, bergetarlah hati Qoish,&lt;br /&gt;Ingat akan yang dicinta, kecemburuan menggelora di dada,&lt;br /&gt;Saat seluruh ingatan Qoish dirampas oleh cinta.....&lt;br /&gt;tubuhnya dihancurkan oleh kerinduan pada yang dicinta,&lt;br /&gt;Siang tak bisa makan, minum,Malam tak tenang tidur,&lt;br /&gt;dan selalu bangun..seraya menyebut nama Kekasihnya,&lt;br /&gt;Layla.....Layla.......&lt;br /&gt;Kesadarannya direnggut oleh yang dicinta,&lt;br /&gt;Kemana Qoish menghadap hanya wajah Kekasihnya yang tampak,&lt;br /&gt;Sedetik lupa pada Layla adalah kerugian bagi Majnun,&lt;br /&gt;Jiwa raganya hanya untuk yang dicinta, Matanya telah buta, hatinya pun buta, &lt;br /&gt;pada selain yang dicinta........... Layla.......Layla..........&lt;br /&gt;Kerajaan dunia ditinggalkan oleh Majnun, Kehormatan dunia ditinggalkan&lt;br /&gt;Oleh Majnun,&lt;br /&gt;Caci maki dan hinaan tertuju pada Majnun,&lt;br /&gt;Apa artinya bagi orang yang Majnun? Layla......Layla...............&lt;br /&gt;Saat Qoish sang Majnun bertemu dengan sang Kekasihnya,&lt;br /&gt;Tubuhnya gemetar, luluh lantak sekujur dirinya, Yang Tampak hanya&lt;br /&gt;Kekasihnya,&lt;br /&gt;Majnun takkan dapat hidup tanpa Kekasihnya.&lt;br /&gt;Layla.....Layla......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai diri apakah engkau merasa sudah menjadi&lt;br /&gt;seorang pencinta?? Kenal saja belum. Apalagi dekat,&lt;br /&gt;Terlebih lagi rindu......duh......jauhnya saat itu.......&lt;br /&gt;Lebih baik aku diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai diri,&lt;br /&gt;tahukah engkau CINTA Zulaikha pada Yusuf?&lt;br /&gt;Yang memilih sebutan 'Majnun', 'GILA' bagi cinta?&lt;br /&gt;Tahukah engkau kapan pertama kali Zulaikha bertemu dengan Yusuf?&lt;br /&gt;Tahukah engkau kapan Zulaikha dekat, akrab dengan Yusuf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau saat Zulaikha merindukan Yusuf?&lt;br /&gt;Tahukah engkau saat Zulaikha bersanding dengan Yusuf?&lt;br /&gt;Tahukah engkau saat Zulaikha ditinggalkan Yusuf?&lt;br /&gt;Dan cukuplah itu membuat Zulaikha menjadi Majnun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi telah membawa bayangan Yusuf masuk dalam&lt;br /&gt;pelupuk mata Zulaikha.&lt;br /&gt;Saat itulah perkenalan dirinya dengan sang pemilik&lt;br /&gt;wajah keagungan Ilahi,&lt;br /&gt;Hari-demi hari dinantikan kehadiran mimpinya lagi,&lt;br /&gt;Siang malam, makan tak enak, tidur tak nyenyak,&lt;br /&gt;Kegelisahan makin menjadi,Terus menerus disebut nama yang agung,&lt;br /&gt;Yusuf....Yusuf...... dimanakah engkau?, hadirlah&lt;br /&gt;walau hanya dalam mimpi, Hari demi hari ditunggu,&lt;br /&gt;dengan cucuran airmata kesedihan, Zulaikha memohon,&lt;br /&gt;Yusuf.....Yusuf...hadirlah walau hanya dalam mimpi,....&lt;br /&gt;Do'anya didengar oleh sang pemilik Yusuf.&lt;br /&gt;Dan terdengarlah suara,"Datangilah Mesir"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai mendapatkan air di padang pasir,&lt;br /&gt;Bagai wanita pelit yang mendapat permata Sang Maha&lt;br /&gt;Kuasa,&lt;br /&gt;Bagai ibu sejati yang baru melahirkan anak yang&lt;br /&gt;dinanti-nanti,...&lt;br /&gt;Zulaikha berteriak kegirangan saat ada berita dari&lt;br /&gt;Mesir.&lt;br /&gt;Zulaikha akan dilamar Wazir Agung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai kenikmatan hati,&lt;br /&gt;Akankah diri ini khan bertemu dengan mimpi,&lt;br /&gt;amaran diterimanya,Tapi....&lt;br /&gt;Gemuruh halilintar takkan mengangetkan dirinya&lt;br /&gt;seperti ini,Teriakan seribu prajurit di medan perang takkan&lt;br /&gt;menakutkan seperti ini,Kenapa yang dijumpai bukan yang ada dalam&lt;br /&gt;mimpi????&lt;br /&gt;Kenapa suamiku ini bukan yang selalu&lt;br /&gt;kusebut-sebut.......Yusuf.......Yusuf,dimanakah engkau???&lt;br /&gt;Apakah suara-suara itu telah menipuku??&lt;br /&gt;Kesedihan, amarah, dan lain-lain menumpuk menjadi satu.&lt;br /&gt;Yusuf dimanakah engkau...........&lt;br /&gt;Kerinduan semakin menyesakkan dada,&lt;br /&gt;bibirnya yang merah mungil, terus menerus menyebut nama&lt;br /&gt;Yusuf.....yusuf.....&lt;br /&gt;Apakah artinya kemewahan yang kupunyai??&lt;br /&gt;Apakah artinya kehormatan yang kumiliki sebagai istri wazir agung ???&lt;br /&gt;Kalau aku tidak dapat bertemu dengan yang kucintai??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah satu ketika,&lt;br /&gt;Ketika Yusuf sang hamba, sang budak belian, dibeli oleh sang wazir,&lt;br /&gt;Diberi pakaian yang layak, diberi makanan yang layak.........&lt;br /&gt;Jantung Zulaikha serasa copot,&lt;br /&gt;saat perjumpaan yang pertama kali dengan pemilik wajah keagungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasratnya menggebu, cintanya buta, Zulaikha Majnun,&lt;br /&gt;Yusuf dijebak dalam kamar yang memiliki 12 pintu,&lt;br /&gt;Dikunci semua dan kuncinya dibuangnya.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf ..........&lt;br /&gt;debar jantungku dan getaran cintaku menggelora hebat......&lt;br /&gt;jangan tolak diriku yang mencintaimu,&lt;br /&gt;jangan pikirkan sekeliling diriku,&lt;br /&gt;karena aku telah tenggelam kedalah ketampan rupawanmu,&lt;br /&gt;Ijinkanlah aku untuk bersatu denganmu,....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf sang pemegang kemuliaan Tuhannya, berbalik ketakutan,&lt;br /&gt;sementara tangan Zulaikha memegang bajunya,&lt;br /&gt;dan Yusufpun berlari-dan berlari menjauh,&lt;br /&gt;Robeknya baju Yusuf bersamaan dengan terbukanya 12&lt;br /&gt;pintu yang terkunci,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai diri,&lt;br /&gt;cinta yang bagaimana yang kau tawarkan padaKu????&lt;br /&gt;tersebarlah fitnah dikalangan putri-putri bangsawan,&lt;br /&gt;Zulaikha hanya tersenyum,&lt;br /&gt;katanya," Caci-lah dan maki-lah diriku,&lt;br /&gt;sesungguhnya engkau bukan orang yang tahu tentang cintaku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikumpulkannya para putri bangsawan itu dalam satu pesta,&lt;br /&gt;Saat buah-buahan dibagikan, dan pisau ditiap orang disiapkan,&lt;br /&gt;Yusuf diberi pakaian laiknya seorang raja,&lt;br /&gt;Lewatlah sang Matahari kehidupan didepan para putri, Mata terbelalak,&lt;br /&gt;sebagian yang memiliki sakit jantung jatuh dan mati,&lt;br /&gt;Napas seakan-akan terhenti, Mulut ternganga,&lt;br /&gt;Jari-jari teriris pisau sampai jatuh jari-jari, tak terasa,&lt;br /&gt;Mereka semua dilanda kegalauan dan ketakjuban,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai,&lt;br /&gt;ini bukan manusia, ini adalah malaikat yang&lt;br /&gt;menjelma,......kata mereka.&lt;br /&gt;Wahai Zulaikha yang berbahagia,&lt;br /&gt;Berbahagialah engkau yang telah merasakan cinta pada Yusuf,&lt;br /&gt;Kini bukan hanya kau yang jatuh dalam gelombang cinta,&lt;br /&gt;Kami semua tenggelam dalam cinta yang buta,&lt;br /&gt;Yusuf.......Yusuf......wahai dambaan.&lt;br /&gt;Wahai matahari kehidupan, pemimpin para malaikat,&lt;br /&gt;Kalau sekiranya enkau sudah bosan dengan Zulaikha,&lt;br /&gt;datanglah pada kami semua, kami siap melayani dirimu,&lt;br /&gt;Oh......Yusuf...Yusuf.........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemburuan dan kemarahan Zulaikha karena cintanya,&lt;br /&gt;membuat putusan untuk memenjarakan sang Kekasih,&lt;br /&gt;Masuklah Yusuf di penjara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagiakah Zulaikha,&lt;br /&gt;Oh...malam.....langit yang berbintang apa artinya&lt;br /&gt;cahaya bintangmu?&lt;br /&gt;Bila sang kekasih justru jauh dariku,&lt;br /&gt;Kalau dulu paling tidak masih dapat memandang wajahnya,&lt;br /&gt;Kini, apa yang kudapat,&lt;br /&gt;Berbahagialah tembok-tembok penjara yang dapatmenyaksikan wajahmu,&lt;br /&gt;wahai kekasih,&lt;br /&gt;Berbahagialah terali-terali besi di situ yang dapat memandangimu&lt;br /&gt;keanggunanmu, Apakah yang dilakukan Zulaikha,&lt;br /&gt;Siang tak bisa tidur, Makan tak enak, minum tak enak,&lt;br /&gt;Tubuhnya kurus, detik-detiknya tak lepas ia menyeru nama Yusuf,&lt;br /&gt;Kalau malam tiba,&lt;br /&gt;ia mengendap-ngendap kedalam penjara,&lt;br /&gt;takutnya untuk bertemu sang kekasih, memaksakan ia&lt;br /&gt;mesti puas bertemu bayangan sang Kekasih,&lt;br /&gt;Zulaikha meratap, menyesali putusannya pada Yusuf,&lt;br /&gt;Duhai yang tercinta, kebodohan apa yang telah kulakukan ini?&lt;br /&gt;Aku justru tak dapat memandang wajahmu,&lt;br /&gt;Berbahagialah lantai penjara yang menjadi alas kakimu,&lt;br /&gt;Aku bahkan tak pantas menjadi alas kakimu.&lt;br /&gt;Syahdan singkat cerita, Yusuf keluar dari penjara,&lt;br /&gt;Diangkat sebagai wazir Agung oleh sang raja,&lt;br /&gt;sementara wazir terdahulu sudah tiada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari kemegahan dan kemewahan bersama sang Nabi, lalu .....&lt;br /&gt;kemanakah korban cinta, dia si Zulaikha???&lt;br /&gt;Setelah tubuhnya dihempas oleh gelombang cinta,..........&lt;br /&gt;Setelah dirinya dirampas oleh dahsyatnya cinta..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhnya kini bongkok, Kecantikannya sirna,&lt;br /&gt;Ia tinggal digubuk pinggir jalan, sambil berharap,&lt;br /&gt;debu-debu kuda sang kekasih yang lewat di jalan itu,&lt;br /&gt;dapat menempel pada tubuhnya,&lt;br /&gt;dan cukuplah itu untuk mengobati kerinduannya sementara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertatih-tatih, berjalan kesana kemari,&lt;br /&gt;sambil tak pernah putus berseru...&lt;br /&gt;Yusuf......Yusuf......Yusuf.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik sang Nabi berkendak,&lt;br /&gt;Pemilik yang dicintai bertindak,&lt;br /&gt;Satu ketika lewatlah Yusuf,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan setengah berlari membawa tubuh bonkoknya,&lt;br /&gt;dia tidak mempedulikan dirinya,&lt;br /&gt;kemudaannya yang telah hilang,&lt;br /&gt;kecantikannya yang telah banyak memudar,&lt;br /&gt;ia berlari untuk mencium debu kaki kuda sang kekasih,&lt;br /&gt;Yusuf....Yusuf.............&lt;br /&gt;Hati Yusuf dikendalikan pemiliknya, menolehlah ia,&lt;br /&gt;mendengar suara yang samar-samar diingatnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dikerajaan,&lt;br /&gt;diperintahkan prajuritnya untuk membawa si wanita tua itu,&lt;br /&gt;Betapa bahagianya Zulaikha saat kesempatan jumpa ada,&lt;br /&gt;Dipandanginya Yusuf disinggasananya,&lt;br /&gt;Sadarlah Yusuf siapa yang ada dihadapannya ini,&lt;br /&gt;Kekagumannya pada Zulaikha atas cintanya pada dirinya,&lt;br /&gt;Membuat Yusuf mengalirkan air mata.......&lt;br /&gt;Duh Zulaikha kemanakah perginya kecantikan dan kemudaan dirimu?&lt;br /&gt;Tanya Yusuf, Zulaikha menjawab,"mereka telah pergi, dan cukup&lt;br /&gt;cintaku padamu yang menghidupiku,&lt;br /&gt;Yusuf........ Yusuf......menangis......&lt;br /&gt;air matanya bertambah deras mengalir...&lt;br /&gt;Duh,......pemilik hidupku, .........atas kasih sayang Mu,&lt;br /&gt;dan atas ijinmu.....kumohon .......kumohon kembali&lt;br /&gt;kemudann dan kecantikan&lt;br /&gt;Zulaikha seperti sedia kala..................&lt;br /&gt;Tuhan Maha Kuasa.......&lt;br /&gt;hembusan rohmat telah mengembalikan Zulaikha&lt;br /&gt;sebagaiman sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersatulah Yusuf dan Zulaikha dalam perintah&lt;br /&gt;Ketuhanan bagi dua manusia,&lt;br /&gt;Rahasia demi rahasia dibuka oleh Yusuf pada Zulaikha.......&lt;br /&gt;Dan kecintaan Zulaikha dari pemilik wajah yang agung,&lt;br /&gt;beralih pada kecintaannya pada Pencipta dari pemilik&lt;br /&gt;wajah yang agung itu.&lt;br /&gt;Tuhan berkehendak,&lt;br /&gt;satu peristiwa di satu malam terjadi,&lt;br /&gt;saat Yusuf berkehendak, sedang Zulaikha asyik&lt;br /&gt;tenggelam pada sang Pencipta,&lt;br /&gt;robeklah baju Zulaikha, sebagai persamaan dengan&lt;br /&gt;robeknya baju Yusuf diwaktu dulu.&lt;br /&gt;Alloh lah Yang Mesti Di Cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik pertemuan pasti ada akhirnya.....&lt;br /&gt;titik perpisahan datanglah juga........&lt;br /&gt;Yusuf menghembuskan nafas terakhirnya.....&lt;br /&gt;Kembali pada sang Penciptanya......&lt;br /&gt;dimanakah Zulaikha..........&lt;br /&gt;3 hari 3 malam Zulaikha terkapar di atas tanah&lt;br /&gt;pekuburan.....menangis..... mengalirkan darah........&lt;br /&gt;Wahai mata yang melihat......&lt;br /&gt;apa artinya pandangan ini? kalau yang dipandang&lt;br /&gt;sudah tiada........&lt;br /&gt;Dengan keberanian seorang prajurit yang siap syahid&lt;br /&gt;dimedan perang......&lt;br /&gt;jarinya ditancapkan pada kedua matanya.....&lt;br /&gt;Tidak pantas aku melihat yang lain selain yang&lt;br /&gt;kucinta.........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat demi saat berlalu di situ....................&lt;br /&gt;Zulaikha-pun menghembuskan nafasnya yang terakhir.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meneteskan air mataku.......saat menulis ini..............&lt;br /&gt;begitu agung ........ begitu indah........ begitu menawan..............&lt;br /&gt;Cintamu Zulaikha pada sang Nabi...............................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai diri.......&lt;br /&gt;tidak malukah engkau bila engkau mengaku sebagai&lt;br /&gt;orang yang mencinta???&lt;br /&gt;padahal keinginanmu untuk bertemu tidak ada,&lt;br /&gt;perintah-peritahNya tidak kau laksanakan,&lt;br /&gt;larangan-laranganNya masih sering engkau terjang......&lt;br /&gt;wahai diri tidak malukah engkau?????????????????????????????&lt;br /&gt;hatiku meradang........menahan air mata yang terus&lt;br /&gt;mengalir..... betapa malunya diriku...............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni aku wahai CINTA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110415692418040609?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110415692418040609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110415692418040609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110415692418040609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110415692418040609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-c-h-i-n-t.html' title='Cinta:  C H I N T A'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110415662534809171</id><published>2004-12-27T06:05:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T06:10:25.346-08:00</updated><title type='text'>Enam Batu Ujian Cinta</title><content type='html'>Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna? Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama. &lt;br /&gt;Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. &lt;br /&gt;Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. &lt;br /&gt;Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin &lt;br /&gt;membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, &lt;br /&gt;adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, &lt;br /&gt;ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, &lt;br /&gt;seorang &lt;br /&gt;penulis Jerman pernah mengatakan, "Mereka yang ingin bahagia &lt;br /&gt;sendiri,janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah &lt;br /&gt;membuat pihak yang lain bahagia. - mereka yang ingin dimengerti pihak yang &lt;br /&gt;lain, &lt;br /&gt;janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti &lt;br /&gt;pasangannya." Maka batu ujian yang pertama ialah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi &lt;br /&gt;bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Ujian kekuatan. &lt;br /&gt;Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang &lt;br /&gt;risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan &lt;br /&gt;seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. &lt;br /&gt;Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak &lt;br /&gt;kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang &lt;br /&gt;benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan &lt;br /&gt;jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan &lt;br /&gt;kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga &lt;br /&gt;baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta &lt;br /&gt;membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;Batu ujian kedua : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga &lt;br /&gt;kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga &lt;br /&gt;kita?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Ujian penghargaan. &lt;br /&gt;Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang &lt;br /&gt;gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain &lt;br /&gt;bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, &lt;br /&gt;"apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku?", jawabnya &lt;br /&gt;sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang &lt;br /&gt;gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada &lt;br /&gt;diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku?", &lt;br /&gt;gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya. Pertanyaannya ialah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada &lt;br /&gt;yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Ujian kebiasaan. &lt;br /&gt;Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada &lt;br /&gt;saya. Dia sangat risau, "Aku sangat mencintai tunanganku," katanya, &lt;br /&gt;"tapi aku tak tahan caranya dia makan apel." Gelak tawa penuh pengertian &lt;br /&gt;memenuhi ruangan. "Cinta menerima orang lain bersama dengan &lt;br /&gt;kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa &lt;br /&gt;kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar &lt;br /&gt;itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya &lt;br /&gt;beserta segala kebiasaan dan kekurangannya. Pertanyaannya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Ujian pertengkaran. &lt;br /&gt;Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu &lt;br /&gt;menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar &lt;br /&gt;- tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar &lt;br /&gt;bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, "Ah, belum pernah, pak, &lt;br /&gt;kami saling mencintai." Saya katakan kepada mereka, "Bertengkarlah &lt;br /&gt;dahulu - barulah akan kukawinkan kalian." Persoalannya tentulah, bukan &lt;br /&gt;pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan &lt;br /&gt;ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian &lt;br /&gt;pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang "dibutuhkan" sebelum &lt;br /&gt;kawin. Pertanyaannya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Ujian waktu. &lt;br /&gt;Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. "Sudah berapa &lt;br /&gt;lama kalian saling mencintai?" Tanya saya. "Sudah tiga, hampir empat &lt;br /&gt;minggu," jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu &lt;br /&gt;tahun bolehlah. Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling &lt;br /&gt;bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan &lt;br /&gt;berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup &lt;br /&gt;sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, &lt;br /&gt;belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang &lt;br /&gt;atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, "Jangan kawin sebelum &lt;br /&gt;mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu." &lt;br /&gt;Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan &lt;br /&gt;memberi kepastian. Tanyakan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? Sudah &lt;br /&gt;cukup lamakah kita saling mengenal?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan izinkan saya memberikan suatu kesimpulan yang gamblang. Seks bukan &lt;br /&gt;batu ujian bagi cinta. &lt;br /&gt;"Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui &lt;br /&gt;apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, "Demikian &lt;br /&gt;kecilnya cinta kalian?" Jika kedua-duanya berpikir, "Nanti malam kita &lt;br /&gt;mesti melakukan seks - kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku &lt;br /&gt;tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku," maka rasa takut &lt;br /&gt;akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu. &lt;br /&gt;Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat &lt;br /&gt;diuji. Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu &lt;br /&gt;saudara pergi tidur. Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak &lt;br /&gt;bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi &lt;br /&gt;diri sendiri. Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian &lt;br /&gt;untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau &lt;br /&gt;saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu &lt;br /&gt;sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah &lt;br /&gt;sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkawinan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110415662534809171?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110415662534809171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110415662534809171' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110415662534809171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110415662534809171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/enam-batu-ujian-cinta_27.html' title='Enam Batu Ujian Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413479203698899</id><published>2004-12-27T01:05:00.000-08:00</published><updated>2004-12-27T00:06:32.036-08:00</updated><title type='text'>Begitulah Cinta ...</title><content type='html'>....... and you know honey,&lt;br /&gt;my love for you is growing and growing in every single day.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eramuslim - Dua baris kalimat pendek dalam email itu sempat membuat hatiku berbunga-bunga tiada tara. Mengingat sangat jarang bahkan hampir dapat dikatakan tidak pernah dalam tiga bulan pernikahan kami, suamiku menulis kata-kata sebegitu romantisnya seperti yang dia lakukan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia pernikahan kami memang masih sangat muda, yang mungkin bagi sebagian orang masih belum berarti apapun. Namun insya Allah pondasi pernikahan yang kami bangun didasari dengan kalimah Lillahi ta'ala, tanpa (saling) cinta yang menggebu layaknya pasangan-pasangan yang sedang asyik memadu kasih. Pun, tanpa kata sayang apalagi secara verbal mengatakan 'I love you'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar kawan memberi julukan pernikahan kami dengan istilah 'kawin instan'. Instan yang berarti serba cepat dan serba mendadak. Bahkan segelintir orang sempat merasa curiga ada apa-apa dengan pernikahan ini, seandainya mereka tidak melihat calon suami seorang ikhwan yang insya Allah sholeh. Usia perkenalan kami yang hanya dua minggu, rasanya mustahil dibilang ada rasa cinta. Walau ada pepatah yang mengatakan 'love at the first sight'. Namun bagi kami, 'love' di antara kami lebih indah dan lebih dahsyat justru hadir setelah ijab kabul terlaksana. Tidak percaya? Buktikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan episode pacaran pun baru dimulai sesudahnya. Rasanya, masya Allah... rasa cinta, rindu dan segudang rasa sayang yang besarnya bagai air bah yang meluap dan meluber ke segala sudut hati. Sangat mengherankan jika banyak pemuda-pemudi yang berpasangan lebih leluasa berpacaran berlama-lama sebelum ijab kabul terlaksana. Padahal mereka banyak melakukan hal-hal yang diharamkan oleh agama. Pernah terlintas dalam benak kami, kenapa mereka tidak menyegerakan menikah agar segala yang haram menjadi halal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah lebih indah dan bahkan sejuta rasanya jika kita dapat meluapkan rasa cinta kita kepada pasangan yang sudah disahkan dengan tali pernikahan?. Pacaran? siapa yang melarang? wong apa yang kami lakukan sekarang justru sedang 'hot-hot' nya pacaran kok, pacaran yang dihalalkan Allah. Pacaran yang dimulai setelah ijab kabul. Indah bukan?... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu kali, ketika keadaan memaksa kami untuk berpisah selama satu malam. Satu malam perpisahan kami rasakan bagai sebulan, telepon dan SMS pun mengalir. Tak tahan rasanya berpisah dengan belahan hati walau satu malam pun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pernikahan tanpa berselisih paham. Jika hal tersebut terjadi, kami berusaha kembalikan kepada hukum Allah dan kemesraan pun terjalin kembali. Bagi pasangan-pasangan yang berpacaran sebelum menikah, jika terjadi selisih paham dan emosi yang bermain maka keputusan yang diambil mungkin lebih ekstrim, yaitu putus hubungan. Padahal dosa-dosa akibat mendekati zina yang dimurkai Allah sudah mereka lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah perjanjian suci yang dipersatukan oleh Allah. Pun, jika terjadi salah paham kita dianjurkan untuk tidak memakai emosi di dalam menyelesaikannya. Kata "putus" untuk sebagian pasangan yang belum menikah mungkin lebih mudah diucapkan, namun tidak bagi pasangan yang menikah seperti kami (dan mungkin juga pasutri lainnya). Pernikahan ini adalah pagar bagi kami untuk tidak berbuat hal-hal yang dibenci Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami percaya, cinta yang hadir di kehidupan pernikahan kami adalah karena Allah Swt menghendaki demikian adanya. Lewat cinta-Nya kepada kami, dianugerahkan-Nya rasa cinta dan kasih di antara kami sebagai pengikat tali pernikahan kami. Insya Allah, akan kami jaga sampai maut memisahkan kami atau bahkan sampai cita-cita kami berdua tercapai, ber-reuni di Surga-nya Allah, amin ya Robb, amin. Dan kami percaya, awal perkenalan sampai proses pernikahan kami yang 'serba instan' juga buah karya dan keputusan dari Sang Raja dari segala raja yang telah menghadirkan rasa cinta itu di setiap helaan nafas kami, (dan semoga untuk selamanya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..... I miss bunda! (dari: ayah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaris short message (SMS) masuk ke handphone ku siang itu. Anganku pun langsung terbang ke langit, mempesona. Begitulah Cinta! Wallahu'alam Bishshowab. (untuk ayah IH sal-say, dari: bunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramoslem.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413479203698899?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413479203698899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413479203698899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413479203698899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413479203698899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/begitulah-cinta.html' title='Begitulah Cinta ...'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413392697207207</id><published>2004-12-26T23:46:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T13:30:07.130-07:00</updated><title type='text'>Love You, Dad...</title><content type='html'>eramuslim - Fathers Day?? itu pertanyaan pertamaku ketika Nima- teman Nelpalku memaksaku untuk menemaninya ke mall membeli kartu untuk ayahnya. Sayangnya yang ditanya bukannya menjawab, malah makin kebingungan. Sesaat kami hanya saling memandang dengan wajah bingung. Don't you have that in your country?? tanyanya makin penasaran. Kembali mataku menerawang. Mencoba berpikir keras. Lagi-lagi, yang kuingat hanya ada Hari Ibu saja tertera di setiap kalender rumah, tanpa ada Hari Bapak. Betul, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggeleng. Meyakinkan Nima bahwa tidak ada Hari Bapak di Indonesia. Minimal itu yang aku ingat. Mmmm.. okay Nima kelihatan tak mau berterusan dengan kebingungannya. Tapi kamu mau kan menemaniku? tanyanya lagi. Dengan terpaksa, akhirnya kuturuti juga permintaannya. Dengan harapan agar kali ini Nima takkan membuang waktuku terlalu lama, karena Nima yang satu ini memang hobby shopping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan menuju mall, Nima asyik bercerita tentang ayahnya. Betapa dia sangat ingin menuliskan puisi untuk mencurahkan kerinduannya setelah beberapa minggu harus berjauhan dari keluarganya. Betapa ia sangat ingin kembali pulang, namun jadwal kuliah takkan memungkinkan sampai akhir tahun. Terus dan terus cerita tentang ayahnya mengalir dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mendengar cerita Nima, tak sadar aku sendiri terbawa lamunan. Teringat ketika Papa harus mengantarku ke Australia untuk melanjutkan studiku di sini. Aku, putrinya, adalah yang pertama diizinkan untuk melanjutkan studi di negara lain. Tentu bukan hal mudah untuknya, juga untuk mama. Tapi dengan rasa percayanya, Papa terus meyakinkan bahwa aku akan baik-baik saja. Itu kan bumi Alloh juga ucapnya menirukan Ustadz yang ceramah di acara perpisahanku dengan teman-teman SMA. Lagian kan ada sepupuku kata Papa menenangkan. Mama yang akhirnya tak dapat berargumen lagi, terpaksa mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan tergambar di kepalaku ketika detik-detik papa harus meninggalkanku sendirian di sini. Betapa beliau berusaha keras menahan air matanya ketika menasihatiku untuk jangan lupa beribadah dan rajin belajar. Aku pun tak berani berkata banyak, karena satu kata saja keluar dari mulutku akan membuat sia-sia usahaku menahan airmata ini. Aku tak mau Papa khawatir dengan melihatku sedih, itu saja alasanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berjalan keluar, Papa tak hentinya berpesan agar terus menjaga ibadahku dan berharap agar tak pernah aku siakan harapannya. Betapa ia ingin melihat seorang muslimah yang prestatif. Yang suatu saat akan berguna tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi juga untuk sekitarku. Ya, Papa, aku masih ingat itu. Betapa tak mudah kau melepasku, tapi Papa lakukan juga untuk mewujudkan impianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sadar setitik air mata jatuh dari sudut mataku. Ups,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're not listening, are you? kini Nima giliran bingung. I am listening, I just have some thought in my mind kataku tak mau panjang. Terlihat senyum dari mulutnya. Kurasa dia tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas aku berlari menuju toko buku. Nima makin lebar senyumnya melihatku jadi semangat 45 seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Nima, aku juga rindu, rindu pada Papa yang tak pernah berhenti membakar semangatku. Rindu pada Papa yang ikhlas melepasku untuk mewujudkan impian yang begitu ingin kuwujudkan. Rindu pada Papa yang takpernah lepas doanya untuk ku, anaknya. Rindu pada Papa ya aku rindu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupilih kartu besar ukuran A4 itu. Tak sabar rasanya ingin ku tulis didalamnya kata yang tak pernah terucapkan sebelumnya I LOVE YOU, DAD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mira Kartiwi  Flash back the time with Nima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sayang untuk Papa Dan Aa yang kini juga ikhlas menjadi qawwam ku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413392697207207?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413392697207207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413392697207207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413392697207207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413392697207207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/love-you-dad.html' title='Love You, Dad...'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413356173604441</id><published>2004-12-26T23:42:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T13:37:13.856-07:00</updated><title type='text'>Agar Dia Selalu Cinta</title><content type='html'>eramuslim - Sayang, I love you! Hari ini entah sudah untuk yang keberapa kalinya suamiku membisikan kata itu dengan lembut tidak saja langsung bibirnya menempel di telingaku, tetapi juga melalui SMS ketika dia sudah di kantor. Biasanya akupun langsung membalasnya, I love you too, mas. Terima kasih telah menjadi suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyadari, aku memiliki bebrapa kelebihan, tetapi sesungguhnya kekuranganku jauh melebih kelebihan yang aku punya. Aku bukan perempuan yang cantik jelita seperti ratu balqis, bukan pula wanita kaya raya seperti ummahatul muminin Khadijah. Walaupun tidak buta, tetapi pemahamanku terhadap Islampun masih perlu perbaikan.Tak banyak yang istimewa yang aku punya, makanya aku sangat bersyukur sekali Allah menghadirkan seseorang yang Allah halalkan tidak saja hatinya tetapi juga fisiknya padaku. Walaupun aku hanyalah perempuan biasa, Allah memberiku seorang laki-laki yang sholeh, baik, rendah hati dan amat sangat sayang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku pernah berpesan, ada empat perkara yang harus kita perhatikan agar tercipta syurga dunia dalam rumah tangga. Sebagai seorang istri kita memang dituntut untuk memaksimalkan kemamapuan agar indah dipandang mata, sejuk dilihat, tenang ditinggal, membangkitkan gairah, dan menumbuhkan ketaatan suami kepada Allah. Disamping menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mampu memberikan kepuasan di tempat tidur. Tempat tidur adalah ruang yang paling privacy antara kita dan suami. Disanalah biasanya suami mengurai keletihan setelah bekerja seharian. Tempat tidur juga merupakan tempat dimana biasanya suami istri menunaikan hajat seksualnya. Untuk itu istri di tuntut untuk menata tempat tidur dengan baik, bersih dan harum. Istri perlu memahami kebutuhan seksual suami, memenuhi ajakan bersetubuh dengan segera, memberikan kepuasan maksimal dalam bersetubuh, jika perlu tidak ada salahnya istri menawarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menciptakan keindahan di dalam rumah, menatanya dengan penuh artistik, serta menjaga harta yang ada di dalamnya. Rumah yang besar belum tentu menciptakan ketenangan dan kedamaian. Perabotan yang banyak lagi mahal tidak juga bisa membuktikan penghuninya adalah pasangan yang berbahagia. Keindahan di sini adalah keindahan yang terpancar dari tangan lembut dan keikhlasan penatanya, yaitu istri yang sholehah, qonaah, tawadhu, dan rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mendidik dan menjaga anak-anak. Anak-anak adalah amanah, anak-anak adalah investasi, anak-anak merupakan hiburan bagi kita. Anak-anak yang bersih, sehat, cerdas adalah dambaan orang tuanya. Menjadikan anak-anak kita sholeh, cerdas, sehat dan bersih membuktikan keberhasilan kita mendidik mereka. Suami akan bekerja lebih giat untuk mencari nafkah jika melihat anak-anak dalam kondisi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, saling memaafkan. Suami istri berasal dari dua keluarga yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, adat-istiadat yang berbeda, sifat yang berbeda. Keduanya bukanlah makhluk yang sempurna yang tak pernah salah. Keduanya sama-sama memiliki kekurangan. Meminta maaf terlebih dahulu jika memiliki salah dan segera memaafkan suami serta tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan yang pernah ada akan menautkan lagi kemesraan kita berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami tidak akan memikirkan perempuan lain jika istri mampu menampilkan semua ini dihadapanya. Memberikan kebahagiaan lahir batin, menciptakan suasana segar, serta istri yang menentramkan jiwa. Tak akan pula ada percekcokan, sakit hati atau penyesalan telah mengikat janji berdua dihadapan Allah aza wajalla. Yang ada adalah ungapan sayang, kata-kata mesra, cinta yang selalu berbunga, mudah-mudahan berkah Allah selalu melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yesi elsandra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(For my husband, I will always love you)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413356173604441?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413356173604441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413356173604441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413356173604441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413356173604441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/agar-dia-selalu-cinta.html' title='Agar Dia Selalu Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413331986015725</id><published>2004-12-26T23:38:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T13:49:18.446-07:00</updated><title type='text'>Mutiara di Hatiku</title><content type='html'>Mama ana bahibik alasyan albik maliatul hub kullu hanan, hudnik dafi' albik shofi, watsiq inik fia aman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eramuslim - Lagu sederhana yang dilantunkan oleh anak-anak dalam suatu acara televisi Mesir menyambut hari ibu beberapa hari lalu menyentak hati nuraniku, syair yang sangat sederhana tapi sangat mengena, ungkapan cinta dan ungkapan terimakasih atas dekapan, rasa aman, kesucian hati sang ibu. Ku ingat-ingat sudah berapa kali kuucapkan cinta dan terimakasihku pada orang tuaku? Khususnya mama, begitu aku memanggil ibuku. Aku berusaha mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh, menjalari perasaanku. Kenapa aku masih harus bertanya dan mengingat-ingat? tanpa sadar akupun meneteskan air mata. Dalam kamus cinta tak pernah orang tua melupakan anaknya. Tapi sebaliknya anak dengan sangat mudah melupakan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir enam tahu usia perpisahanku dengan orang tua. Tak jarang, fantasiku tersendat-sendat membayangkan wajah keduanya. Selama tenggang waktu lima tahun terakhir ini Allah mempertemukanku dengan seorang perempuan sederhana yang bermental baja. Persis sosok mama. Aku yakin doa orang tuaku ditanah air diijabah tuhan karena sewaktu berangkat mama berkata " nak semoga disana kamu dapat orang tua angkat, yang menyayangimu" begitu kira-kira ungkapannya.Belum genap setahun, Allah mempertemukanku dengan seorang ibu, disebuah minibus yang membawa kami pulang dari Atabah sebuah pasar besar di kota kairo, menuju apartement tempat tinggal kami.Pertemuan yang singkat itulah awal hubungan silaturahim kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu, bila bersamanya, hatiku teringat orang tua ditanah air.&lt;br /&gt;Darinya aku belajar mencintai tanpa pamrih, cinta tanpa karena, dan cinta sejati. "Nak cinta itu adalah memberi" katanya pada kami suatu hari, sudah menjadi acara wajib kami mengunjungi mama farida, begitu kami memangilnya. Setiap bulannya pada salah satu hari jum'at yang notabene adalah hari libur di Negara-negara islam. Menurutnya "Orang yang memberi tanpa mengharap adalah orang yang mempunyai cinta sejati. Karena kebahagiaan seorang pencinta adalah saat melihat orang yang dicintainya bahagia". Kulihat binar indah dimatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak betapa kami takut kehilanganmu, tapi kami senantiasa berdoa untuk kesuksesan belajarmu" akunya. Saat kuadukan kesedihanku tatkala studyku tersendat. "Kamu tahu apa yang dikatakan baba (panggilan untuk suaminya) tentangmu nak? Dia tak tahu apa yang terjadi dengannya bila kamu telah pulang ketanah airmu" ungkapnya. "Dan dia selalu berdoa untuk kebahagianmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku didera rasa bersalah, sungguh Allah ingin mengungkapkan semua perasaan orang tuaku lewat cinta mereka. Kekhawatiran dan keresahan orang tuaku melalui perhatian mereka. Bila mereka yang bukan orang tua kandungku mencintaiku dengan sepenuh hati apa lagi orang tuaku di tanah air. Lantunan doa tulus untukku pastinya menjadi makanan jiwa mereka setiap detiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat, akhir-akhir ini isi suratku mulai berubah. Kekakuan mulai mencair. Kultur mesir mulai menyatu dengan aliran darahku ungkapan emosiku mulai tampak, aku belajar mengungkapkan cinta dengan kata-kata. walau dampak negatifnya emosiku yang berupa amarah pun jadi gampang terpancing. Di negeri para nabi ini aku diajar mencintai sesama tanpa pamrih oleh seorang perempuan yang melahirkanku dari hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darinya aku belajar berhusnudzan terhadap sesama, meski sangat sulit. Dalam kamus hidupnya tidak ada kebencian, meskipun pada orang yang telah menyakitinya. Subhanallah, aku sering terkagum-kagum dengan prinsip hidupnya. Semua yang dilakukannya senantiasa mengingatkanku pada sosok orang tuaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baba, suaminya adalah lelaki yang berprinsif kuat. Beliau rela melepas jabatannya sebagai orang kedua disebuah perusahan minyak demi mempertahankan kejujurannya. Dan aku sangat yakin, kalaulah bukan karena disampingnya berdiri perempuan mulia itu. Keputusan itu takkan pernah diambilnya. Menurutku ungkapan pepatah yang mengatakan "Di belakang setiap orang besar adalah wanita (isteri)" adalah benar. Mereka berdua salah satu buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halusinasiku semakin menerawang, membayangkan perjuangan ibu kandungku, saat melahirkanku 23 tahun lalu. Menurut ceritanya aku lahir pada usia kandungan yang ke 10 bulan. Dan lucunya aku lahir sebelum dokter sempat memakai sarung tangan. Tampaknya dari sebelum melihat duniapun aku sudah nakal. Namun cintanya tak jua pupus oleh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu, tangannya terulur disaat aku terjatuh, tak pernah bosan mengalirkan kekuatan pada tubuh dan jiwa ini yang seringkali terasa lemah. menjadi konsultan, menjadi kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu, ibu selalu menjadi apa saja yang kita inginkan dan butuhkan kedua perempuan hebat itu adalah mutiara dihatiku. yang senatiasa berkilauan tak kan habis dimakan waktu. manusia-manusia mulia yang melahirkanku dari hati dan rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih ma, kau telah mengenalkanku pada dunia yang indah. namun yang tersisa kini satu tanda tanya dihatiku, " bila aku jadi ibu dan istri mampukah aku seperti mereka? "&lt;br /&gt;Ya Allah ampunilah dosa orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka senantiasa menyayangi kami. Dan berikan kepada mereka kebahagiaan dunia dan akkhirat, amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu'uts Permai, 21 Maret 04&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Athia Tsafithri -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413331986015725?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413331986015725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413331986015725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413331986015725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413331986015725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/mutiara-di-hatiku.html' title='Mutiara di Hatiku'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413307983808547</id><published>2004-12-26T23:33:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T23:37:59.836-08:00</updated><title type='text'>Bila Wanita Meminang Pria</title><content type='html'>Wanita meminang pria? Memang itu bukan hal yang lazim, namun ternyata hal itu tidak bertentangan dengan syariat. Hanya saja seorang wanita harus benar-benar siap sebelum mengambil langkah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaget! Jujur, itu yang saya rasakan sewaktu ada yang meminta saya," komentar Tedi (bukan nama sebenarnya). Hari itu ia didatangi dua orang wanita, mereka bertanya, apakah ia sedang dalam proses meminang? "Mengapa?" Tanya Tedi. Ternyata kedua wanita itu membawa misi dari seorang teman yang menginginkan Tedi menjadi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa ini? Saya sampai menelepon ustadzah tempat wanita itu mengaji untuk menanyakan ada apa sebenarnya. Saya hanya takut ada tujuan lain yang melanggar syariah," lanjut Tedi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekagetan seperti itu wajar dialami Tedi karena peristiwa tersebut termasuk barang langka terjadi, terutama dalam budaya timur. Namun Alhamdulillah banyak yang memberinya masukan, beserta hadits dan contoh kasus pada zaman Rasulullah SAW dulu. Barulah Tedi mengaku hatinya terbuka dan menganggap hal itu wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa janggal ini sebenarnya bukan hanya dirasakan Tedi sebagai pihak yang dilamar, para wanita pun merasakan hal yang sama. Dari kebanyakan wanita yang Safina temui menyatakan lebih baik menunggu ketimbang bergerak berani menawarkan diri untuk dilamar. Rata-rata dari mereka mempertimbangkan harga diri perempuan yang harus dijunjung tinggi serta budaya timur yang agaknya masih menabukan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain mereka menyatakan salut dengan keberanian Khadijah, ra yang berani meminang Rasulullah, namun mereka menyangsikan kesediaan ataupun kesiapan pria zaman sekarang untuk dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran para wanita ini dianggap wajar oleh Rahmi Dahnan psikolog lulusan UI. Ia menjelaskan, "mungkin fitrahnya perempuan itu cenderung pemalu." Ia juga menambahkan bahwa pola asuh di daerah kita cenderung mengajarkan perempuan itu menunggu, perempuan itu pasif. Sehingga ketika ada seorang perempuan yang ingin melamar pria, banyak orang yang memandang sebelah mata, dan ada komentar-komentar: "ih ini orang berani benar sih, kok nggak malu ya." Jadi hal-hal inilah, menurut Rahmi, yang kemudian menjadi penghambat perempuan berani melakukan hal itu. "Mereka lebih memilih menahan diri, walaupun sebetulnya tidak ada larangan untuk meminang lelaki lebih dulu," jelas ibu tiga anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata tidak semua wanita mengalami sindrom kekhawatiran seperti ini. Selain wanita yang telah berani meminang Tedi diatas, Safina beruntung bertemu dengan syahidah (30 tahun) yang dengan terbuka bercerita bahwa memang ia pernah minta dinikahi oleh seorang pria, namun sayangnya keinginannya itu mendapatkan halangan dari orang tua pria. Yang menggerakkannya untuk berani melakukan itu adalah kwalitas agama dan kepribadian pria tersebut yang cukup baik, selain itu, "Saya waktu itu berpikir, kalau memang dia yang terbaik dari Allah, ke mana pun, kapan pun, di mana pun, saya pasti menikah dengannya. Nggak penting saya atau dia yan mengajak. Terus terang juga, saya pernah membaca bahwa sesungguhnya dulu Siti Khadijah-lah yang berinisiatif melamar Rasulullah. Tentu dengan cara yang halus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian seperti ini tidaklah salah. Ustadz Daud Rasyid, seorang doktor bidang hadits menanggapi hal ini dengan sangat positif, "Tidak ada persoalan wanita meminang pria. Secara hukum sama sekali tidak ada persoalan, bahkan ia sangat diperbolehkan menurut syariat. Wanita boleh mengajukan diri untuk dipinang," jawab beliau tegas. Tedi bahkan mengalami hal ini dua kali, yang kedua saat ia sedang dalam proses meminang, "Karena saat itu saya juga sedang dalam proses, ya saya terpaksa menolak lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Tedi menambahkan, walau awalnya ia menganggap hal ini tidak lazim, karena jarang terjadi, selama cara-cara yang dilakukan tidak bertentangan dengan syariah, mungkin sah-sah saja seorang wanita memulai duluan. Terlebih sudah ada contoh pada Siti Khadijah. Hanya mungkin si wanita perlu mempertebal mentalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam langkahnya meminang pria, wanita perlu mempunyai kesiapan. Pertama ia harus benar-benar tahu kwalitas si lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua ia harus cukup mempunyai kekuatan mental menerima penolakan dari pria yang dilamarnya. Rahmi menjelaskan, "Tak ada salahnya wanita meminang pria, tapi harus didukung juga oleh beberapa hal, diantaranya keyakinan dan pemahaman perempuan itu terhadap kwalitas lelaki yang akan dikhitbah, ia juga harus berpikir, apakah ia sepadan dengan lelaki itu, artinya dia juga harus siap ditolak mentah-mentah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut psikolog yang aktif di Yayasan Buah Hati ini siapa juga mempertimbangkan bibit, bobot, dan bebet. "Laki-laki juga tidak akan sembarangan menolak, ia juga akan melihat, jika perempuan yang meminang itu orang yang berkwalitas, kenapa tidak," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti pemahaman agama pria menjadi pertimbangan utama untuk menjadikannya layak dijadikan 'target'. Tedi menjelaskan, "Dari kabar yang saya terima, wanita pertama yang meminang saya menyukai saya, setelah sering menyaksikan saya dalam forum-forum keagamaan. Menurut dia saya berwawasan luas dan dewasa, walau usia saya lebih muda. Alhamdulillah Allah membukakan pintu Rahmat Nya." Timbangan kwalitas pribadi jualah yang membuat Syahidah memberanikan meminang pria seperti yang diceritakan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata takdir tidak sesuai dengan keinginan Syahidah maupun wanita yang meminang Tedi. Saat itu Tedi merasa belum siap secara mental maupun finansial, "Selain itu saya sudah beberapa kali shalat istikharah, dan keputusan akhir saya adalah menolaknya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun masalah tidak selesai sampai di sini, sebagai pria baik-baik, Tedi menyadari benar bagaimana perasaan seorang wanita. Dengan perasaan bersalah,Tedi terpaksa menyampaikan penolakan itu melalui rekan wanita tadi dan ustadzahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya kekhawatiran Tedi cukup beralasan, konon kabarnya wanita tersebut sempat kecewa dalam kurun waktu agak lama. Sebab ia merasa yakin bahwa jawaban dari shalat-shalat istikharahnya adalah Tedi. Tapi takdir berkata lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Syahidah, wanita ini tampaknya cukup tegar menghadapi kenyataan. Ia tetap bersikap positif, bahkan menganjurkan saudari-saudarinya untuk mencoba, "Jangan terlalu takut malu, jangan terlalu tajut gagal. Ingat-ingat aja siti Khadijah, kalaupun gagal - dalam artian sang pria menolak - yakinlah, suatu saat nanti saat kita menggendong bayi mungil dalam pelukan dan merasa sangat bahagia, rasa malu akibat penolakan tidak akan teringat lagi. Dengan kata lain, sedih yang kita rasa sekarang, belum tentu akan terasa lama. Lagian kalo dia nggak mau, berarti rugilah dia... Apalagi kita sendiri tahu kwalitas diri kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Meminang Lelaki&lt;br /&gt;Meminang pria pada dasarnya sah-sah saja. Tapi langkah ini bukan tak beresiko, diantaranya rasa malu dan sakit akibat penolakan. Bagaimana langkah antisipasinya berikut wawancara dengan Rahmi Dahnan, psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Sebetulnya khitbah itu apa hanya hak lelaki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Sebetulnya ada dua ya, boleh lelaki dan perempuan. Contohnya pada zaman Rasulullah SAW, waktu itu Siti Khadijah mengutus seseorang untuk mengatakan pada Rasulullah bahwa ia menyukainya dan berniat meminangnya. Sebetulnya di suatu daerah pun (Pariaman, Sumatera Barat) ini bukanlah hal yang aneh, di mana pihak keluarga perempuan meminta untuk meminang kepada keluarga lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Padahal kan sudah ada contoh kasus tentang hal ini ya (Siti Khadijah dan Rasulullah SAW), tapi masih saja tak lazim untuk dilakukan. Kesannya wanita tidak punya hak yang sama dengan lelaki, hanya menunggu dipilih, tidak boleh memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Sebetulnya ia cuma karena faktor kebiasaan ya, jangan sampai hal yang biasa itu membelakangi syariat. Ada nggak sih larangan dalam Islam kalau wanita itu meminang duluan, nggak kan? Jadi Cuma karena kebiasaan aja, secara psikologis mereka masih terbebani budaya-budaya kita bahwa lelaki itu yang memulai duluan, perempuan itu pasif. Sebetulnya bisa dijembatani dengan melakukan negosiasi, jika perempuan itu menyukai lelaki itu, bisa dinego bagaimana caranya jadi si lelaki yang melamar duluan. Jadi sebetulnya yang menghambat dan yang menjadikannya tidak lazim hanya faktor "tidak biasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekali lagi jangan sampai faktor dan kebiasaan dan budaya yang ada membelakangi syariat, yang harusnya boleh, Cuma karena tidak biasa jadi tidak mau melakukannya. Tentunya juga harus dilihat tujuan kita meminang lelaki itu karena apanya. Karena keturunannya, hartanya, ketampanannya atau agamnya. Kalau karena agamnya, ya kita tidak boleh malu, malulah hanyan pada Allah. Kalau misalnya kita mengidam-idamkan dia di belakang tabir, sementara kita tidak tampakkan perasaan kita, tapi hati kita susah berpaling, ini kan namya zina hati. Mendingan dipastikan saja, dia suka kita atau tidak. Tapi tetap harus minta petunjuk Allah dulu dengan istikharah, yaa Allah kalau ia baik untukku tunjukanlah, maka saya akan memulainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Mengapa perempuan sensitif menghadapi penolakan, bahkan ketika ada seorang wanita menawarkan diri kepada Rasulullah SAW, Rasulullah lebih memilih tidak menjawab sebagai tanda penolakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Karena memang haknya perempuan itu dia secara emosional lebih dominan, Allah menciptakan wanita dengan kematangan otak sebelah kiri dibanding laki-laki. Kalau laki-laki kan lebih rasional, artinya cinta ditolak ya cari yang lain. Kalau wanita ditolak kan mungkin rasa malunya lebih besar ketimbang logikanya, ketimbang berpikir positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Cara-cara seperti apa yang bisa dilakukan seorang perempuan dalam meminang lelaki, tanpa membuatnya malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Ada pepatah katakanlah dengan bunga, jadi pakai bahasa isyarat ya, tidak langsung mengatakan secara gambling, karena beban mentalnya akan lebih berat. Mungkin dia bisa melalui surat, atau memakai jasa orang kedua,ibaratnya memakai mat comblang, atau messenger (pengirim pesan) untuk menyampaikan pesan bahwa ia punya keinginan pada pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Mungkin perempuan takut memulai, karena khawatir diremehkan nantinya. Nanti kalau rumah tangganya ada konflik, mungkin suaminya akan bilang, "lho kan dulu kamu yang mau sama saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Itu tergantung bagaimana komunikasi sesudah pernikahan. Memang pernikahan membutuhkan persiapan sebelumnya, perlu adaptasi juga, karena hidup itu juga sebuah proses. Misalnya diawal perempuannya yang minta, ini juga tergantung pemahaman si lelaki. Ya memang perlu kesiapan mental si perempuan kalau tiba-tiba suatu saat ia diremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Bagaimana cara si perempuan menyelidiki lelaki yang ia minati, tanpa ketahuan kalau ia menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Memang akan timbul perasaan-perasaan tidak nyaman ya, mungkin kalau ia punya teman yang kenal lelaki itu, mungkin ia bisa korek-korek. Pastinya teman kita akan bercerita dan memberikan informasi-informasi. Atau kalau kita bisa tanya dengan saudara perempuan lelaki itu, saya rasa bukan hal yang memalukan. Apalagi kalau kitanya baik, cara kitapun baik pendekatannya, artinya tidak berlebihan dan tidak melanggar syariat, dengan pendekatan emosi yang perlahan-lahan, orang pasti akan menyambut baik, bahkan mungkin kita mendapat dukungan dari keluarga si lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T: Keberanian ini berlaku juga bagi yang ingin meminang pria beristri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J: Ya, itu hak orang, mana yang ia suka apakah bujangan, atau duda atau yang sudah beristri. Tapi sebagai sesama perempuan, mungkin kita dituntut punya rasa empati terhadap istri pertamanya, apakah ia rela suaminya menikah lagi. Kecuali kita tahu istri pertamanya sedang mencari istri kedua untuk suaminya, ya maju aja terus.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Majalah Safina, Memandu Kalangan Muda Berkeluarga&lt;br /&gt;Edisi No. 2 Tahun I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramoslem.com/ar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413307983808547?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413307983808547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413307983808547' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413307983808547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413307983808547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/bila-wanita-meminang-pria.html' title='Bila Wanita Meminang Pria'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413277396508462</id><published>2004-12-26T23:30:00.000-08:00</published><updated>2005-09-29T12:00:52.360-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Suami yang Mempesona, Mengapa Tidak?</title><content type='html'>eramuslim - Menjadi istri yang mempesona suami? Itu hal biasa yang telah banyak dibahas dalam berbagai literatur, kajian, diskusi dan kesempatan. Tetapi tahukah Anda wahai para suami, para istri juga menginginkan laki-laki yang mempesona sebagai suaminya. Meski gambaran suami yang mempesona boleh jadi relatif, berbeda antara satu perempuan dengan perempuan lainnya, tetapi dapat dikatakan secara umum kaum perempuan membutuhkan pesona yang dapat lebih membuat mereka senantiasa mencintai suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi selama ini Anda para suami menyangka bahwa istri Anda mencintai Anda karena ia telah mendampingi, melayani, melahirkan dan mengasuh anak-anak Anda. Mungkin hal itu benar, tetapi untuk membuat perasaan istri Anda tidak berubah ia tetap selalu mencintai Anda dari waktu ke waktu dibutuhkan lebih banyak proses, perbuatan, tingkah laku yang semuanya bermuara pada satu titik bahwa Anda tetap mempesonanya, sehingga ia menganggap Anda layak untuk mendapatkan cintanya untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pelajaran yang menarik terutama untuk para suami dari kisah seorang perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan, bahwa sekian lama berumah tangga ternyata perasaannya mengalami perubahan, ia tidak lagi bisa mencintai suaminya dan karena itu ia khawatir berbuat kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah istri Tsabit bin Qais bin Syamas (sahabat Rasulullah SAW) yang bernama Jamilah, ia mendatangi Rasulullah SAW untuk menceritakan perasaannya terhadap suaminya, Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mencela agama dan akhlak Tsabit, tetapi aku khawatir jika hidup bersamanya aku berbuat kekufuran.Maka Rasulullah SAW bersabda, Apakah engkau hendak mengembalikan kebunnya? (waktu itu mahar Tsabit adalah kebunnya). Jamilah menjawab, Benar ya Rasulullah. Lalu Rasulullah mengutus seseorang kepada Tsabit untuk menyampaikan pesannya,Terimalah kebun itu dan ceraikanlah dia. (HR Bukhari dari Ibnu Abbas ra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas ra berikut ini menunjukkan bahwa seorang istri diperbolehkan melepaskan diri dari suami yang tidak dapat dicintainya. Barirah adalah seorang budak wanita dari Habasyah yang berada dibawah kekuasaan Utbah bin Lahab. Majikannya ini memaksa Barirah untuk menikah dengan seorang yang tidak disukainya yaitu budak laki-laki bernama Mughits. Merekapun menikah, Barirah tidak mencintai suaminya tapi sebaliknya Mughits sangat mencintai istrinya. Ummul Mukminin Aisyah ra merasa kasihan kepada Barirah, beliau lalu membeli dan memerdekakannya. Setelah itu Barirah merasa benar-benar memiliki kebebasannya dan merasa dapat menentukan hidupnya, maka ia meminta cerai dari suaminya. Ibnu Abbas ra berkata, Suami Barirah adalah seorang budak bernama Mughits, seakan-akan aku melihatnya berjalan dibelakangnya sambil menangis, air matanya menetes sampai ke jenggotnya. Nabi SAW berkata kepadaku , Wahai Ibnu Abbas, tidakkah engkau takjub pada cinta Mughits pada Barirah dan kebencian Barirah pada Mughits? Selanjutnya Nabi berkata kepada Barirah, "Seandainya engkau mau kembali, sesungguhnya dia adalah suamimu dan ayah anakmu." Maka Barirah bertanya, "Apakah engkau memerintahkan aku ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Aku hanya menawarkan kepadamu." Barirah berucap, "Aku tidak membutuhkannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, para suami, beberapa saran berikut ini dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi yang mempesona dimata istri Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan penampilan luar.&lt;br /&gt;Tidak disangsikan lagi bahwa penampilan luar dapat membangkitkan pesona pada jiwa perempuan. Suami yang dapat menjaga kebersihan dirinya, rapi dan perlente umumnya lebih mempesona ketimbang suami yang jorok, lusuh dan kumal. Bukankah Rasulullah SAW bersabda bahwa kebersihan itu cabang iman? Umar bin Khattab ra pun pernah berkata, “Perempuan menyukai kalau suaminya berhias untuk dirinya, sebagaimana laki-laki suka istrinya berhias untuk dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Kaku dan Monoton&lt;br /&gt;Suami seperti ini selalu mau belajar memahami perasaan istrinya, punya banyak cara dan gaya dalam mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang kepada istrinya, juga tidak enggan untuk menyatakan cintanya dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuka&lt;br /&gt;Suami seperti ini tidak enggan mengungkapkan harapan, keinginan dan perasaannya agar istri mengerti dan dapat melakukan hal yang sesuai dengan yang dikehendakinya. Ia bukan suami yang diam dan membiarkan istrinya dalam kesulitan menebak-nebak apa yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matang&lt;br /&gt;Kebanyakan perempuan ketika menikah menginginkan suaminya adalah orang yang siap melindungi, membimbing dan dapat menjadi tempat bersandar. Laki-laki yang matang seperti ini lebih mempesona perempuan dibanding yang kekanak-kanakan dan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peduli dengan Keluarga&lt;br /&gt;Adalah benar suami memiliki tanggung jawab dalam masalah nafkah, tetapi kesibukannya dalam pekerjaan atau hal lainnya tidak membuatnya menjadi orang yang acuh terhadap istri dan anak-anaknya. Ia mau menemani anak belajar dan tidak keberatan mengantar istrinya pergi menghadiri acara-acaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat Berbagi Rasa&lt;br /&gt;Suami mempesona mau belajar bagaimana dapat ikut merasakan apa yang sedang dirasakan istrinya. Ia mau mendengar dengan penuh perhatian ketika istri sedang mengungkapkan permasalahannya, ikut merasakan kegelisahannya dan dapat membantu menentramkannya atau mengatasi permasalahannya. Ia adalah tempat curhat istrinya yang setia dan dapat dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Orang Tua, Saudara dan Kerabat Istri&lt;br /&gt;Anda akan semakin mempesona istri Anda manakala Anda mencintai orang tuanya, menyayangi saudara-saudaranya dan bersikap baik kepada kerabatnya. Dan jika Anda senantiasa bersikap demikian maka percayalah iapun akan berusaha keras untuk mencintai orang tua Anda dan bersikap baik pada saudara dan kerabat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ragu dan gengsi untuk melakukan saran-saran diatas, mulailah sekarang juga maka Anda akan takjub mendapati limpahan cinta istri Anda yang seolah tanpa batas, karena begitulah sifat dan karakter perempuan, ia akan memberi lebih dari apa yang Anda berikan kepadanya!***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.eramoslem.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413277396508462?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413277396508462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413277396508462' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413277396508462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413277396508462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/menjadi-suami-yang-mempesona-mengapa.html' title='Menjadi Suami yang Mempesona, Mengapa Tidak?'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413258153620428</id><published>2004-12-26T23:24:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T23:29:41.536-08:00</updated><title type='text'>Jangan Tebar Pesonamu</title><content type='html'>eramuslim - Seorang istri menceritakan kepada saya, bagaimana ia bersyukur memiliki seorang suami yang "sempurna". Di samping saleh, penyayang, suaminya adalah orang yang penyabar, pengasih, sangat cooperate dalam dakwah istri, tidak canggung dalam membantu urusan rumah tangga, pintar, cakap dan ditambah lagi mempunyai wajah di atas rata-rata. Tutur katanya lembut tetapi tegas, emosinya stabil plus ilmu dan wawasannya pun sangat luas. Wanita mana yang tidak ingin memiliki suami kriteria "sempurna" ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menikah, bertambahlah cintanya pada sang suami. Tetapi beriringan dengan waktu, dia menemukan ketidaktentraman dengan pesona yang dimiliki sang suami. Tanpa disadari tenyata pesona sang suami ini, dirasakan juga oleh kalangan umum khususnya para ibu-ibu. Dengan berkembangnya sarana komunikasi dan era globalisasi ini, sang suami banyak tampil di khalayak ramai, dan pesona sang suami semakin meluas dirasakan. Di seminar-seminar internal yang pesertanya terdiri dari kaum adam dan hawa. Ataupun lewat tulisan dan ulasan sang suami, banyak para ibu yang menjadi simpatik kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami pun menyadari akan pesona yang memang ia miliki, dan ada sedikit kebanggaan karena ternyata setelah menikah pun, dia tetap memiliki daya tarik sebagai seorang laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menjawab keluhan teman tersebut, tetapi saya merasakan ada kekhawatiran di dalam tuturnya saat menceritakan bagaimana sang suami seakan menebar pesona pada lawan jenisnya. Mungkin awalnya diniatkan sebagai lahan dakwah di kalangan ibu-ibu. Tetapi kemudian sang istri menangkap adanya kesengajaan dalam menebar pesona tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa memberikan solusi kepadanya melainkan hanya menyarankan ia agar mengatakan hal yang menjadi ganjalan pada sang suami. Dan apa yang sebenarnya ia inginkan dari sang suami. Karena saya rasa selama komunikasi antara suami istri tetap dijaga, insya Allah rasa kekhawatiran yang berlebihan itu tidaklah perlu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kekhawatiran apa yang dia rasakan? Fitnah apa yang mungkin timbul dari tebar pesona ini. Mungkin ia takut ia akan dimadu? atau ia cemburu pada para fans sang suami? Atau ia khawatir pesona suaminya menjadi fitnah bagi rumah tangga orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, kekhawatiran itu wajar dirasakan. Bila kita balikkan posisi mereka, dimana sang suami memiliki istri yang penuh pesona, lantas apakah dia tidak merasakan cemburu bila sang istri memiliki fans tersembunyi? Atau merasa khawatir sang istri tertarik dengan lelaki lain atau khawatir sang istri akan menjadi fitnah bagi rumah tangga orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita teman di atas, saya melihat titik permasalahannya pada ketidaktentraman sang istri karena sang suami yang menebar pesona. Masalah tebar pesona ternyata tidak hanya milik kaum ABG saja. Dalam lingkungan suami istri pun hal ini mungkin terjadi baik disadari ataupun tidak. Menebar pesona ataupun ditebar pesona. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun sudah menikah bukan berarti kita terjaga bila kita tidak menjaga pandangan, bukan berarti dengan menikah, lantas kita tidak merasakan ketertarikan pada lawan jenis selain suami/istri kita. Karena fitrah manusia baik dia belum menikah ataupun sudah menikah untuk merasakan ketertarikan/merasa senang dengan perhiasan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat Al Imran; "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". (QS. 3:14) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seseorang yang sudah berkeluarga merupakan kewajiban suami istri untuk saling bertausiyah, menjaga agar tidak ada pintu-pintu yang terbuka bagi godaan setan. Baik Anda sebagai seorang istri ataupun seorang suami, jagalah selalu hati Anda dan tentunya membantu orang lain menjaga hatinya. Jagalah pandangan Anda dan bantulah menjaga pandangan orang yang melihat Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. 24:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka". (QS 24:31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas adalah perintah bagi laki laki dan wanita yang beriman agar menahan pandangannya. Disamping menjaga pandangan, kita juga perlu membantu menjaga pandangan suami/istri kita. Salah satu landasannya adalah larangan rasul untuk menceritakan kecantikan/sifat seorang wanita lain di hadapan sang suami. Rasulullah pernah bersabda diriwayatkan oleh Imam Bukhari, "Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain, lalu dia memberitahukan sifat wanita itu kepada suaminya seakan-akan dia dapat melihatnya". Larangan ini tentu berlaku bagi suami agar tidak menceritakan sifat/gambaran lelaki lain di hadapan istri seakan istri melihat langsung. Istri menjaga pandangan suami dan suami pun turut membantu menjaga pandangan istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa rasul melarang seorang istri bercerita tentang sifat/kecantikan wanita lain. Dengan bercerita sifat-sifat seorang wanita seakan sang suami melihat sendiri, tentulah timbul ketertarikan, keinginan atau harapan positif atau lintasan-lintasan hati. Kemudian akan terbukalah pintu-pintu godaan setan. Jika Anda seorang istri, Anda akan merasa simpati pada pria tersebut, kemudian Anda akan membandingkannya dengan suami Anda, betapa suami Anda penuh kekurangan dan makin berkuranglah rasa syukur Anda karena memiliki suami yang tidak 'sehebat' lelaki yang Anda jadikan perbandingan tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda seorang suami, Anda akan merasa simpati pada wanita tersebut, Anda pun akan membandingkan istri Anda dengan dia, selanjutnya muncul harapan harapan Anda pada si wanita lain tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga bagaimana yang akan berlanjut bila sang suami/istri memiliki rasa simpati atau ketertarikan pada wanita/pria lain disamping istri/suaminya sendiri? Silahkan Anda renungkan sejenak, keluarga sakinah mawaddah wa rahmah tentu jauh darinya. Tentunya Anda tidak menginginkan ini terjadi pada keluarga Anda, juga tidak menginginkan ini terjadi pada keluarga sahabat Anda, atau orang terdekat Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda penuh dengan pesona, jangan tebar pesona anda! Anda tidak ingin membuat seorang suami/istri orang lain menjadi tertarik pada Anda bukan? Anda tentu tidak ingin menjadi pembuka pintu godaan setan. Menjadi pembawa masalah dalam rumah tangga orang lain, padahal seorang suami/istri tersebut sudah berusaha menjaga pandangan dan membantu pasangannya dalam menjaga pandangan dengan tidak menceritakan sifat/kecantikan/kelebihan wanita/pria lain. Tetapi kemudian Anda hadir dengan membawa pesona? Bantulah menjaga pandangan pasangan lain. Jangan tebar pesonamu. Berhati hatilah dengan segudang kelebihan/pesona yang telah Allah limpahkan pada Anda semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ani_soekarno@yahoo.com&lt;br /&gt;teruntuk para aktivis dakwah, ikhwan dan akhwat fillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413258153620428?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413258153620428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413258153620428' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413258153620428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413258153620428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/jangan-tebar-pesonamu.html' title='Jangan Tebar Pesonamu'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413224191301591</id><published>2004-12-26T23:22:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T23:24:01.913-08:00</updated><title type='text'>Semua Karena Cinta</title><content type='html'>eramuslim Pagi belum lagi tiba, bahkan fajar pun belum menggantikan langit sisa semalam. Segera bangun mendahului ayam jantan yang biasa bertugas memulai hari, bahkan jauh lebih dulu dari petugas masjid sebelum ia membangunkan orang untuk sholat subuh. Aku sudah harus menggigil kedinginan bergumul dengan air kamar mandi. Pagi ini, pagi kemarin dan pagi seterusnya tetap begitu agar tak terlambat tiba di kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecup kening istri, usap lembut kepala anak-anak yang masih terbuai mimpi-mimpinya. Usai mengucap salam, diri ini bergegas meninggalkan halaman rumah, membuang sisa kantuk semalam, melangkah cepat menyusuri jalan melewati masjid yang kutinggalkan lebih awal dan menyisakan segelintir hamba Allah yang khusyuk dengan dzikir mereka. Seperti biasa, seringkali kulafazkan dzikirku di perjalanan, sambil merapal beberapa ayat yang masih kuhapal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di stasiun kereta api Bogor. Bersyukur jika masih tersisa bangku kosong agar dapat sedikit menuntaskan lelah dan kantuk yang tertunda sejak semalam. Lumayan untuk mengumpulkan energi agar nampak lebih segar tiba di kantor dan meniti hari tanpa menguap. Tapi nyatanya, tak semua yang kita bayangkan akan menjadi kenyataan karena aku lebih sering mendapati kereta dalam keadaan sesak penuh bahkan sebelum kereta beranjak. Maka dimulailah hari demi hari, dan setiap hari dengan berhimpit, berdesak, dan menahan panas, pengap, juga bau keringat ratusan orang di satu gerbong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri selama tidak kurang satu jam sebelum tiba di stasiun tujuan, dengan mata terus awas terhadap gangguan tangan jahil. Kalau pun mendapatkan tempat duduk, biasanya tak bisa menikmati dengan bebas karena biasanya baru beberapa menit saja harus tergantikan oleh wanita hamil, ibu yang menggendong anaknya, atau mereka yang lanjut usia dan cacat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah aku mengawali pagi. Setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore. Setelah seharian berkutat dengan tugas-tugas kantor, hampir sama episode yang berlangsung setiap sore dan malam. Adzan maghrib berkumandang sementara kereta belum juga tiba, segera kutinggalkan peron untuk menghadap-Nya. Usai sholat maghrib berlari kembali menuju peron ternyata kereta baru saja lewat dan aku harus menunggu kereta berikutnya seperempat hingga setengah jam ke depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan suasana yang tak jauh berbeda dengan pagi hari. Berhimpit, berdesak dan menahan keseimbangan, juga berpeluh di tengah kerumunan ratusan orang di sebuah gerbong. Bedanya, aromanya jelas tidak senyaman pagi hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di rumah. Tak jarang kujumpai istriku sudah terlelap lelah setelah seharian mengurus dan mendidik anak-anak. Kuketuk pintu berulang kali. Sekali lagi. Menunggu beberapa saat dan akhirnya, dengan segurat wajah lelahnya istriku membukakan pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah malam menutup hariku. Setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik, Aku memang harus melupakan banyak waktu bersamamu, melewatkan detik-detik menyenangkan melihat tingkah dan tawa anak-anak. Bahkan aku terlalu sering tak bertemu dengan anak-anak lantaran mereka belum bangun saat aku berangkat dan sudah terlelap sesampainya aku di rumah. Hanya wajah-wajah polos tanpa dosa yang menyambutku dalam lelapnya yang hanya bisa kukecup lembut agar tak membuyarkan mimpinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulakukan semua itu karena cinta. Cinta kepada Allah yang menganugerahkan cinta dan kehidupan ini, yang memperkenankan aku hidup bersama orang-orang yang mencintaiku. Cinta lah yang tetap membuatku tegar menjalani hidup, seberat apapun itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu Gautama&lt;br /&gt;bayugautama@yahoo.com&lt;br /&gt;salam cinta buat orang-orang terkasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413224191301591?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413224191301591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413224191301591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413224191301591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413224191301591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/semua-karena-cinta.html' title='Semua Karena Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413215100947674</id><published>2004-12-26T23:21:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T23:22:31.010-08:00</updated><title type='text'>Cinta? Katakan Saja...</title><content type='html'>"Dear Mentari... aku tahu tiap hariku tak kan lewat tanpa sinarmu. Pun kini rasanya namamu telah mengisi ruang-ruang hati. Ada sepucuk harapan yang kadang timbul lalu pergi, bahwa diri ini selalu mencari kapan waktunya tiba untuk menjemputmu turun, ke sini". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi,&lt;br /&gt;Tahukah kamu, bahwa kalimat-kalimat di atas telah terukir dalam dadaku semenjak aku belum mendapatkanmu. Walau sederhana, namun ia mewakili hasrat hatiku untuk mendapatkan seorang mentari, seperti dirimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi, &lt;br /&gt;Tak terhitung ucap syukurku saat Dia membawamu ke hadapanku, saat itu. Saat kamu berkenan untuk membagi hidupmu denganku, saat kamu menyambut tawaranku untuk meminangmu, saat ikrar itu kulantunkan dan mulai detik itu kamu kan menghabiskan hari denganku, saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu, &lt;br /&gt;Rasanya tak terhitung keindahan yang telah kamu suguhkan padaku. Melalui senyum yang kulihat setiap memulai hari, melalui tutur katamu yang bak nyanyian bidadari, melalui belai lembutmu yang telah menghapus penatku, melalui tawamu yang menyegarkan hatiku, ... semua itu adalah keindahan tak berbilang yang tak sanggup lagi kuuraikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu, &lt;br /&gt;Tak sanggup pula kuhitung bilangan bubuk cinta yang telah kau taburkan, hingga laksana heroin-ia telah kuhirup dan memabukkanku sampai kini. Ketika kau basuh lukaku dengan kelembutanmu, kala aku terjatuh hingga tersungkur-dan kau memapahku hingga berdiri. Ketika kau hapus air mataku dengan kesabaranmu, kala langkahku tertatih-nyaris tak sanggup lagi menghadapi kesulitan yang pernah kita hadapi-dan kau memberikan kasihmu dengan caramu hingga tangisku berubah menjadi senyumku. Dan aku semakin cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu, &lt;br /&gt;Adalah memiliki kedua permata kecil kita, Dan aku seolah tak menginginkan apapun lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu, &lt;br /&gt;Adalah memiliki rumah sederhana kita, Dan di sanalah selalu tempatku kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintaimu, &lt;br /&gt;Adalah memiliki seluruh detik yang telah kita lewati bersama, Dan dengannya kupersembahkan cinta ini. Walau tak terucapkan, walau mungkin tak kau rasakan, tapi percayalah, diriku mencintamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentariku, &lt;br /&gt;Kau menghangatiku di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Dedicated to my beloved wife-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyatakan cinta kadang menjadi hal yang tidak familiar dan terasa vulgar untuk dilakukan. Sebagian orang bilang, cinta itu tak perlu dinyatakan, namun tercermin dari perilaku. Cinta itu tak perlu diperdengarkan bak rayuan gombal anak-anak muda yang sedang kasmaran, sebab cinta bisa diperlihatkan dari sikap dan tingkah laku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat lelah mulai merayapi hari-hari kebersamaan bersama pasangan tercinta, di saat waktu telah membuka setiap celah kelemahan dan membentangkan kenyataan dari sosok pasangan yang mendampingi kita, di saat segala bentuk persiapan dan perencanaan hidup mulai menguakkan keberhasilan atau kegagalan, di saat kita mulai menyadari betapa berartinya ia yang telah menjadi penopang kala kita lemah, penyemangat kala diri ini lelah, penghibur kala terserang gundah, ia telah menjadi teman sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, &lt;br /&gt;Masihkah ragu menyatakan cinta padanya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.H. Devita&lt;br /&gt;dh_devita@eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413215100947674?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413215100947674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413215100947674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413215100947674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413215100947674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-katakan-saja.html' title='Cinta? Katakan Saja...'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110413134324416922</id><published>2004-12-26T23:06:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T23:09:03.243-08:00</updated><title type='text'>Apakah Anda Ingin Menjadi Istri yang Selalu Dicintai Suami?</title><content type='html'>eramuslim - Kebanyakan istri beranggapan bahwa mereka berhak atas cinta suaminya, anggapan ini tidak sepenuhnya salah, karena memang salah satu pilar tegaknya sebuah rumah tangga bahagia adalah adanya mawaddah (cinta) antara suami istri. Tetapi, patut direnungkan, bahwa cinta tidak datang dengan sendirinya, dan ketika ia hadir tidak ada yang bisa menjamin ia akan menetap selamanya. Ini artinya adalah bahwa cinta memerlukan usaha! Jika ingin suami selalu mencintai anda, maka sebaiknya anda jangan hanya berkata "Loh! Dia kan suami saya, otomatis dia mencintai saya dong! Kalau tidak ngapain dia memilih saya menjadi istrinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa suami mencintai anda karena anda adalah istrinya, memang betul tetapi apakah anda yakin cintanya selalu ada dan terus ada selamanya? Banyak perempuan tidak yakin setelah menjalani kehidupan rumah tangganya sekian tahun, apakah suaminya masih mencintai dirinya seperti dulu? Untuk itu berhentilah untuk bersikap pragmatis, berusahalah agar suami anda selalu cinta, bahkan dari hari ke hari semakin bertambah cintanya kepada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum membicarakan cara membuat suami selalu cinta, ada satu hal yang menjadi inti persoalan dan tidak boleh dilupakan, yaitu cinta adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambanya, dan inilah yang disebut dengan cinta yang hakiki atau cinta sejati. Allah lah pemilik cinta dan Allah lah yang menjadikan cinta di antara suami istri. "Dan di antara ayat-ayatnya adalah diciptakanNya untuk mu istri-istri dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS Ar-Ruum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang istri yang selalu ingin dicintai suaminya, hendaknya menyadari bahwa jurus yang paling efektif untuk meraih itu semua adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah AWT, dengan cara berusaha sekuat tenaga menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dengan kata lain berusaha menjadi muslimah yang shalihah. Harm bin Hayyan seorang ulama di masa Khalifah Umar bin Khattab ra berkata, "Tiada seorang hamba yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, melainkan Allah SWT akan mendekatkan hati orang-orang mukmin kepadanya, dan istri yang senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, maka Allah akan mendekatkan hati suaminya kepadanya, sampai ia mendapatkan cintanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam saran agar suami selalu cinta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berusaha dengan tulus dan ikhlas menyerahkan hidupnya untuk berbakti kepada suami sambil berharap pahala Allah SWT, meskipun sang istri sibuk di luar rumah tapi ia tidak terlena dan lupa bahwa ia memiliki peluang meraih syurga Allah dengan berbakti kepada suami. "Apabila seorang perempuan menunaikan sholat, puasa, memelihara kemaluannya dan berbakti, mentaati suaminya, maka ia akan masuk syurga." (HR Al-Bazzar). Istri seperti ini memiliki nilai yang tinggi di mata suaminya dan akan selalu dicintai suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berusaha menjadi perempuan yang bersahaja dalam nafkah, artinya tidak banyak menuntut, menerima dengan rasa syukur betapa pun sedikitnya pemberian suami, dan tidak boleh berlebihan dalam membelanjakan nafkah yang diberikan oleh suami. Bila anda sanggup selalu bersikap seperti ini maka cinta suami akan selalu tercurah pada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sederhana dalam penampilan, karena dari hasil penelitian umumnya laki-laki tidak menyukai perempuan yang berpenampilan seronok dengan wajah penuh riasan tebal, sebaliknya kesederhanaan lebih menarik bagi mereka, sebab menurut mereka lebih memancarkan kecantikan perempuan. Tetapi ini bersifat relatif, sebaiknya kenali dulu kecenderungan suami anda, apakah suami anda menyukai penampilan yang wah atau yang sederhana. "Sebaik-baiknya perempuan adalah yang menyenangkanmu bila engkau memandangnya, mentaatimu bila engkau perintahkan dan menjaga dirinya dan &lt;br /&gt;hartamu bila engkau tidak di rumah." (HR Thabrani) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berusaha untuk selalu sabar dan tidak menyakiti hati suami. Perbedaan pendapat dan perselisihan antara suami istri terkadang dapat memicu terjadinya pertengkaran kecil atau besar. Bila anda menghadapi keadaan ini, maka ingatlah bahwa anda sedang berhadapan dengan dengan seseorang yang Allah berikan yang sangat besar atas diri anda. "Seorang perempuan belum dianggap menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak &lt;br /&gt;suaminya." (HR Ibnu Majah). Untuk itu apapun yang bergejolak di hati anda maka berusaha untuk tetap sabar agar tidak menyakiti hati suami anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dapat mendampingi suami baik dalam suka maupun duka. Apapun yang dialami suami anda, berusahalah untuk menjadi pendampingnya yang setia. Misalnya di saat suka menjadi pengingat agar suami tidak terlena, dan di saat duka menjadi pelipur lara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berusahalah menjadi partner yang menyenangkan di kamar tidur. Banyak perempuan yang masih merasa malu untuk bersikap agresif kepada suaminya sendiri. Hal ini disebabkan adanya anggapan perempuan yang agresif terkesan murahan dan tidak terhormat. Anggapan ini tidak berlaku bagi seorang istri yang agresif terhadap suaminya sendiri. Belajarlah cara dan teknik menyenangkan suami di tempat tidur dan anda akan mendapati suami selalu melimpahkan cintanya untuk anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini pernah dimuat di majalah Safina No. 10, bulan Januari 2004 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110413134324416922?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110413134324416922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110413134324416922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413134324416922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110413134324416922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/apakah-anda-ingin-menjadi-istri-yang.html' title='Apakah Anda Ingin Menjadi Istri yang Selalu Dicintai Suami?'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110410335248711388</id><published>2004-12-26T15:20:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T15:22:32.486-08:00</updated><title type='text'>Mengukur Sebuah Cinta</title><content type='html'>Nadirsyah Hosen &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam Kitab Hayatus Shahabah, halaman 524-525 diriwayatkan kisah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang perang uhud, Abdullah bin Jahsy mengajak sahabatnya, Sa'd bin Abi Waqqash untuk berdo'a. Ajakan itu disetujui oleh Sa'd. Keduanya mulai berdo'a. Sa'd berdo'a terlebih dahulu: "Tuhanku, jika nanti aku berjumpa dengan musuhku, berilah aku musuh yang sangat perkasa. Aku berusaha membunuh dia dan dia pun berusaha membunuhku. Engkau berikan kemenangan kepadaku sehingga aku berhasil membunuhnya dan kemudian mengambil miliknya (sebagai rampasan perang)."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah mengaminkannya. Tiba giliran Abdullah berdo'a: Tuhanku, berilah aku musuh yang gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, dan ia berusaha membunuhku. Kemudian ia memotong hidung dan telingaku. Kalau nanti aku bertemu dengan-Mu. Engkau akan bertanya, 'man jada'a anfaka wa udzunaka?' (Siapa yang telah memotong hidung dan telingamu?). Aku akan menjawab bahwa keduanya terpotong ketika aku berjuang di jalan-Mu dan jalan Rasulullah (fika wa fi rasulika). Dan Engkau, ya Allah akan berkata, "kamu benar!" (shadaqta).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'd mengaminkan do'a Abdullah tersebut. Keduanya berangkat ke medan Uhud dan do'a keduanya dikabulkan oleh Allah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'd bercerita kepada anaknya, "Duhai anakku, do'a Abdullah lebih baik daripada do'aku. Di senja hari aku lihat hidung dan telinganya tergantung pada seutas tali."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini telah melukiskan sebuah cara untuk mengukur cinta kita pada Allah. Sementara banyak orang yang berdo'a agar mendapat ini dan itu, seorang pencinta sejati akan berdo'a agar dapat bertemu dengan kekasihnya sambil membawa sesuatu yang bisa dibanggakan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di padang mahsyar nanti Allah bertanya pada anda: "Dari mana kau peroleh hartamu di dunia?" Anda akan menjawab, "harta itu kuperoleh dengan kolusi dan korupsi, dengan memalsu kuitansi, dengan mendapat cipratan komisi."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah bertanya lagi, "apa saja yang telah engkau lakukan di dunia?"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuhiasi hidupku dengan dosa dan nista, tak henti-hentinya kucintai indah dan gemerlapnya dunia hingga aku dipanggil menghadap-Mu." Allah dengan murka akan menjawab, "kamu benar!"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan seorang hamba lain yang ketika di padang mahsyar berkata pada Allah: "Telah kutahan lapar dan dahaga di dunia, telah kubasahi bibirku dengan dzikir, dan telah kucurahkan waktu dan tenagaku untuk keagungan nama-Mu, telah kuhiasi malamku dengan ayat suci-Mu dan telah kuletakkan dahiku di tikar sembahyang bersujud di kaki kebesaran-Mu."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah akan menjawab, "kamu benar!"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai.... adakah kebahagian yang lebih dari itu; ketika seorang hamba menceritakan amal-nya dan Allah akan membenarkannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah kita pulang nanti ke kampung akherat dengan membawa amal yang bisa kita banggakan? Maukah kita temui "kekasih" kita sambil membawa amalan yang akan menyenangkan-Nya?  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Nadirsyah Hosen adalah dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110410335248711388?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110410335248711388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110410335248711388' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110410335248711388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110410335248711388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/mengukur-sebuah-cinta.html' title='Mengukur Sebuah Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110410123095941510</id><published>2004-12-26T14:43:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T14:47:10.960-08:00</updated><title type='text'>CINTA DAN PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM ( 2 )</title><content type='html'>PERNIKAHAN TEMPAT BERMUARANYA CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai&lt;br /&gt;(sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan"&lt;br /&gt;(Sunan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan dalam islam merupakan sebuah kewajiban&lt;br /&gt;bagi yang mampu.Dan bagi insan manusia yang saling&lt;br /&gt;menyintai pernikahan seharusnyalah menjadi tujuan&lt;br /&gt;utama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada&lt;br /&gt;pernikahan bahkan disertai hal-hal yang diharamkan&lt;br /&gt;agama sangat tidak disarankan oleh islam.Cinta dalam&lt;br /&gt;pandangan islam bukanlah hanya sebuah ketertarikan&lt;br /&gt;secara fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap&lt;br /&gt;perilaku yang dilarang agama.Karena hal ini bukanlah&lt;br /&gt;cinta melainkan sebuah lompatan birahi yang besar saja&lt;br /&gt;yang akan segera pupus.Karena itu cinta memerlukan&lt;br /&gt;kematangan dan kedewasaan untuk membahagiakan&lt;br /&gt;pasangannya bukan menyengsarakannya dan bukan&lt;br /&gt;juga menjerumuskannya ke jurang maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah&lt;br /&gt;adalah sebuah perbuatan maksiat yang diharamkan oleh&lt;br /&gt;agama.Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada&lt;br /&gt;dua orang manusia yang saling menyintai sangatlah&lt;br /&gt;tipis sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang&lt;br /&gt;sangat tepat untuk mengobatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci yang menjadikan&lt;br /&gt;Allah SWT sebagai pemersatunya.Dan tidak ada yang&lt;br /&gt;melebihi ikatan ini.Dan inilah puncak segala kenikmatan&lt;br /&gt;cinta itu dimana kedua orang yang saling menyinta itu&lt;br /&gt;memilih untuk hidup bersama dan saling berjanji untuk&lt;br /&gt;saling mengasihi dan berbagi hidup baik suka maupun&lt;br /&gt;duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM PANDANGAN MATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah kepada laki-laki beriman "hendaknya mereka&lt;br /&gt;menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya&lt;br /&gt;yang demikian itu lebih suci bagi mereka , sesungguhnya&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"&lt;br /&gt;"katakanlah pada wanita beriman "Hendaknya mereka&lt;br /&gt;menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya...."&lt;br /&gt;(An Nuur ayat 30 dan 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjadikan mata sebagai cermin hati.Jika seseorang menahan&lt;br /&gt;pandangan matanya , maka ia menahan shahwat dan keinginan hatinya.&lt;br /&gt;Oleh karena itulah maka menahan pandangan disebutkan lebih awal&lt;br /&gt;dari menjaga kemaluan.Mata merupakan karunia Allah yang sangat&lt;br /&gt;indah , dari matalah seorang manusia bisa melihat keindahan dunia&lt;br /&gt;beserta isinya.Karena itulah Allah memerintahkan manusia untuk&lt;br /&gt;mensyukuri karunia-Nya itu dengan cara menahan pandangan mata&lt;br /&gt;itu dari hal-hal yang dapat mengakibatkan kerusakan.&lt;br /&gt;Dan karena mata merupakan sebuah cerminan hati , maka&lt;br /&gt;pandangan mata yang tidak terkontrol akan menyebabkan&lt;br /&gt;rusaknya pikiran dan hati karena dipenuhi oleh hawa nafsu&lt;br /&gt;syahwat yang merusak seperti khayalan yang mengarah pada&lt;br /&gt;hubungan sex dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Ali , janganlah kamu susuli pandangan dengan pandangan&lt;br /&gt;lagi karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua&lt;br /&gt;bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu)"&lt;br /&gt;(HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis ini diterangkan bahwa tidaklah mengapa apabila&lt;br /&gt;seorang laki-laki atau perempuan memandang lawan jenisnya&lt;br /&gt;akan tetapi Rasulullah SAW juga memerintahkan untuk menjaga&lt;br /&gt;pandangan itu supaya tidak liar dan dipenuhi nafsu syahwat&lt;br /&gt;bagaikan hendak menelan laki-laki atau perempuan tersebut .&lt;br /&gt;Sudah fitrah manusia menyukai keindahan , dan ketampanan&lt;br /&gt;ataupun kecantikan seorang manusia merupakan salah satu&lt;br /&gt;bentuk keindahan.Akan tetapi memandang lawan jenis&lt;br /&gt;bahkan sampai mengamat-ngamati ketampanan ataupun&lt;br /&gt;kecantikannya dengan maksud bersenang-senang dan&lt;br /&gt;memuaskan nafsunya merupakan sebuah zina mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dua mata itu bisa berzina dan berzinanya ialah melihat"&lt;br /&gt;(HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110410123095941510?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110410123095941510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110410123095941510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110410123095941510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110410123095941510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-dan-pernikahan-dalam-perspektif_26.html' title='CINTA DAN PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM ( 2 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110410093297687419</id><published>2004-12-26T14:36:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T14:42:12.976-08:00</updated><title type='text'> CINTA DAN PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM ( 1 )</title><content type='html'>CINTA ADALAH FITRAH YANG SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada&lt;br /&gt;laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari&lt;br /&gt;fitrah yang diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia , yaitu&lt;br /&gt;kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai&lt;br /&gt;kematangan pikiran dan fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan&lt;br /&gt;untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung&lt;br /&gt;dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu&lt;br /&gt;rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-&lt;br /&gt;benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir&lt;br /&gt;(Ar Rum ayat 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor ,&lt;br /&gt;karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya.&lt;br /&gt;Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor&lt;br /&gt;dan haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mengandung segala makna kasih sayang , keharmonisan ,&lt;br /&gt;penghargaan dan kerinduan , disamping mengandung persiapan&lt;br /&gt;untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka , lapang dan&lt;br /&gt;sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja.&lt;br /&gt;Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan&lt;br /&gt;puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai&lt;br /&gt;keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa&lt;br /&gt;harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang&lt;br /&gt;baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu&lt;br /&gt;perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta&lt;br /&gt;yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam&lt;br /&gt;mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta&lt;br /&gt;itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan&lt;br /&gt;apa saja yang mengotorinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan&lt;br /&gt;mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah&lt;br /&gt;harus bersih dari persentuhan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTARA CINTA DAN NAFSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan nafsu bagaikan dua saudara kembar yang sulit dipisahkan.&lt;br /&gt;Cinta kadang membuat seseorang menjadi buta dan mendewakan&lt;br /&gt;hawa nafsunya daripada akal sehatnya. Cinta dapat membuat seseorang&lt;br /&gt;mabuk kepayang dan mengorbankan kehormatan dan norma dirinya&lt;br /&gt;sendiri.Cinta membuat seorang raja bagaikan seorang budak&lt;br /&gt;Dan cinta seringkali diatasnamakan oleh orang-orang yang mengejar&lt;br /&gt;kenikmatan untuk memuaskan hawa nafsunya belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta antara dua anak manusia&lt;br /&gt;tetapi islam mengajarkan untuk menempatkan perasaan cinta itu&lt;br /&gt;dalam proporsinya yang wajar.Islam mengajarkan bahwa kecintaan&lt;br /&gt;kepada Allah dan Rasul-Nya haruslah lebih utama daripada&lt;br /&gt;kecintaan kepada lawan jenisnya.Dengan memiliki kecintaan&lt;br /&gt;ini niscaya dua orang yang sedang saling mencinta akan tetap&lt;br /&gt;menjaga cintanya tetap suci jauh dari perilaku yang dilarang&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya yang akan mengotori cinta itu sendiri .&lt;br /&gt;Kecintaan seperti inilah yang akan mengobati rasa sakit&lt;br /&gt;akibat cinta itu dan manumbuhkan perasaan kasih sayang&lt;br /&gt;yang tulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sangatlah melarang untuk menempatkan rasa cinta&lt;br /&gt;terhadap sesuatu diatas kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;karena kecintaan seperti itu hanyalah akan membawa malapetaka&lt;br /&gt;dan bukanlah kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara manusia ada yang menyembah tandingan-tandingan&lt;br /&gt;selain Allah , mereka menyintainya sebagaimana mereka mencintai&lt;br /&gt;Allah.Adapun orang orang beriman amat sangat cintanya kepada&lt;br /&gt;Allah (Al Baqarah ayat 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah seseorang diantara kalian beriman sehingga aku menjadi&lt;br /&gt;orang yang lebih dia cintai daripada anak dan bapaknya serta&lt;br /&gt;semua manusia (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya memberikan&lt;br /&gt;ketenangan dalam hidupnya terhadap persoalan-persoalan cinta&lt;br /&gt;serta mengendalikan gejolak nafsunya kepada hal yang diridhai&lt;br /&gt;Allah.Kecintaannya pada Allah dan Rasul-Nya mampu menahan&lt;br /&gt;godaan-godaan yang lebih diakibatkan nafsu birahi yang mampu&lt;br /&gt;menjerumuskannya dan kekasihnya ke jalan yang dimurkai&lt;br /&gt;Allah.Karena cinta yang tulus dan murni itu datangnya hanyalah&lt;br /&gt;dari Allah sebagai sebuah fitrah yang harus disyukuri bukan&lt;br /&gt;didurhakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://groups.yahoo.com/group/keluarga-islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110410093297687419?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110410093297687419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110410093297687419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110410093297687419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110410093297687419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-dan-pernikahan-dalam-perspektif.html' title=' CINTA DAN PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM ( 1 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110408014944595754</id><published>2004-12-26T08:54:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T08:55:49.446-08:00</updated><title type='text'>AL MAHABBAH  ( 3 )</title><content type='html'>" Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara&lt;br /&gt;kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah &lt;br /&gt;akan mendatangkan suatu kaum;&lt;br /&gt;yang Allah mencintai mereka dan mereka mencin-&lt;br /&gt;taiNya,&lt;br /&gt;yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang&lt;br /&gt;yang mu'min,&lt;br /&gt;yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,&lt;br /&gt;yang berjihad di jalan Allah,&lt;br /&gt;dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang&lt;br /&gt;yang suka mencela. "&lt;br /&gt;( Al Maaidah: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan cinta seorang Muslim sejati, setelah mahabbatullah&lt;br /&gt;(cinta kepada Allah), dan mahabbaturrasul (cinta kepada rasul)&lt;br /&gt;adalah mahabbah kepada orang-orang yang beriman. Rasa cinta&lt;br /&gt;yang Rasulullah dalam sebuah sabdanya melukiskan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perumpamaan kaum mu'minin dalam cinta-kasih dan rakhmat&lt;br /&gt;hati, mereka bagaikan satu badan. Apabila satu anggota&lt;br /&gt;menderita, maka menjalarlah penderitaan itu ke seluruh&lt;br /&gt;badan hingga tidak dapat tidur dan panas"&lt;br /&gt;(H.R Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta yang demikian besar, yang muncul atas ni'mat Allah&lt;br /&gt;(Ali Imran: 103). karena Allah lah yang telah mempersatukan&lt;br /&gt;hati orang-orang yang beriman, yang tanpaNya niscaya meski de-&lt;br /&gt;ngan semua kekayaan yang ada di bumi tak akan dapat dipersatu-&lt;br /&gt;kan hati-hati itu (Al Anfal:63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang beriman rasa cinta kasih muncul dari kesa-&lt;br /&gt;daran, bahwa mereka telah berikrar menolak semua ilah kecuali&lt;br /&gt;Allah. Mereka mempunyai ghayyah (tujuan) yang sama; ikut, takut, &lt;br /&gt;dan cinta kepada Allah yang sama, Tuhan semesta alam. Merekapun &lt;br /&gt;mengakui Muhammad bin Abdullah sebagai Rasulullah, uswatun kha-&lt;br /&gt;sanah, tauhiddul uswah. Mereka hanya mempunyai satu contoh&lt;br /&gt;utama dalam pengabdiannya kepada Allah, yakni Nabi Terakhir,&lt;br /&gt;Muhammad SAW, uswah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengarungi hidup ini seorang yang beriman memiliki&lt;br /&gt;pedoman hidup, jalan hidup yang sama, kompas yang akan menye-&lt;br /&gt;lamatkannya dari ketersesatan di belukar ideologi manusiawi&lt;br /&gt;; yakni dienul Islam. Mereka memiliki kitab petunjuk yg sama, &lt;br /&gt;yang darinya furqon diperoleh. Mereka adalah satu, satu ummah, &lt;br /&gt;dan bahkan dalam setiap harinya mereka shalat menghadap arah yang &lt;br /&gt;sama; Ka'bah di Makkah al Mukarromah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah unsur-unsur kesamaan yang mengikat jiwa seorang Mus-&lt;br /&gt;lim, yang menyatukan pijakan dan meluruskan tashawwur (pandang-&lt;br /&gt;an). Sehingga memunculkan kesamaan jati diri, kesamaan syak-&lt;br /&gt;syiyah (kepribadian), dan kesamaan sejarah di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan kesamaan sejarah adalah modal besar bagi &lt;br /&gt;tumbuhnya keterikatan masa lalu, keterikatan di masa kini, dan&lt;br /&gt;keterikatan di masa depan. Kesamaan sejarah adalah kesamaan&lt;br /&gt;tawa dan tangis, kesamaan keringat dan air mata, kesamaan ceri-&lt;br /&gt;ta diri, kesamaan kenangan. Kesamaan sejarah akan membangkitkan &lt;br /&gt;nostalgia yang sama, kerinduan yang sama, dan harapan-harapan &lt;br /&gt;di masa depan yang sama. Dan ini akan mengental dalam cita-cita &lt;br /&gt;kolektif yang sama, kesamaan fikir dan gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari kesadaran sejarah itu dan misi yang diemban&lt;br /&gt;sebagai khalifah fil ardh untuk menyebarkan rakhmatan lil 'ala-&lt;br /&gt;miin, tak ada cita-cita lain dari seorang yang beriman selain&lt;br /&gt;ukhuwah islamiyah, kesatuan ummat dalam aqidah yang lurus, ke-&lt;br /&gt;satuan ummat dalam qiadah islamiah (kepemimpinan islam), yang&lt;br /&gt;darinya negeri-negeri islam yang terampas dikembalikan, yang&lt;br /&gt;darinya izzah (kebanggaan) sebagai seorang Muslim ditegakkan,&lt;br /&gt;yang darinya kemuliaan islam dipancarkan, di dalamnya peratur-&lt;br /&gt;an Allah dan RasulNya ditegakkan, sehingga tidak ada lagi fit-&lt;br /&gt;nah (penyembahan manusia terhadap selain Allah) di muka bumi&lt;br /&gt;dan semua penyembahan dikembalikan hanya kepada Allah, Allah &lt;br /&gt;lah Rabb sekalian alam, Allah lah Tuhan sekalian manusia yang&lt;br /&gt;jiwa kita ada ditanganNya. Inilah cita-cita seorang Muslim&lt;br /&gt;sejati, cita-cita kolektif di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesamaan jati-diri, kesamaan aqidah, kesamaan amanah yang &lt;br /&gt;digenggam, kesamaan sejarah, kesamaan misi. Maka inilah cinta&lt;br /&gt;diantara orang-orang yang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbunallah wa ni'mal wakiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;abu zahra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110408014944595754?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110408014944595754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110408014944595754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110408014944595754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110408014944595754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/al-mahabbah-3.html' title='AL MAHABBAH  ( 3 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110407999821222513</id><published>2004-12-26T08:50:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T08:53:18.213-08:00</updated><title type='text'>AL MAHABBAH  ( 2 )</title><content type='html'>" Hendaklah kalian mencintai Allah karena Dia memelihara&lt;br /&gt;kalian dengan ni'mat-ni'matNya. Dan cintailah aku de-&lt;br /&gt;mi cintamu kepada Allah. Dan cintailah akhli rumahku&lt;br /&gt;demi cintamu kepadaku. "&lt;br /&gt;(H.R. At Tirmidzi, Al Hakim dari ibnu Abbas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Hijrah, Rasulullah berjalan bersama abu bakar r.a,&lt;br /&gt;berdua dalam pengejaran pembunuh bayaran kaum Quraish. Allah&lt;br /&gt;menyelamatkan keduanya di gua Tsur. Ketika malam tiba, abu bakar&lt;br /&gt;merobek pakaiannya untuk alas tidur Rasulullah. Maka Rasulullah&lt;br /&gt;tertidur dengan pulas dalam pangkuan abu bakar. Meski terasa pe-&lt;br /&gt;gal tak digerakkan juga badannya, khawatir mengganggu tidur Rasu-&lt;br /&gt;lullah. Sampai kala jengking menyengat kakinya. Sengatannya &lt;br /&gt;demikian perih dan mengucurkan darah segar pada kaki abu bakar,&lt;br /&gt;namun tak juga digerakan badannya, sampai akhirnya abu bakar yang&lt;br /&gt;kokoh, tegar, dan gagah mengucurkan air mata karena perihnya luka.&lt;br /&gt;Rasulullah terbangun karena hangat air mata abu bakar menetes dan&lt;br /&gt;membasahi badan beliau. Terkejutlah beliau manakala melihat kaki&lt;br /&gt;yang terluka disengat kala jengking. Dengan izin Allah akhirnya&lt;br /&gt;luka itu sembuh setelah diobati Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang beriman sejak memproklamirkan bahwa tiada ilah &lt;br /&gt;('yang dicintai') selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, maka &lt;br /&gt;rasa cinta kepada Allah mengambil bentuk awal berupa rasa cinta &lt;br /&gt;kepada Rasulullah. Mahabbaturrasul (cinta kepada rasul) ini berujud&lt;br /&gt;"sami'na wa atha'ana" (dengar dan taat) pada perintah rasul, &lt;br /&gt;berendah hati, mendahulukan, melindungi, dan kasih-sayang kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi terbaik ummat ini mencontohkan betapa mahabbaturra-&lt;br /&gt;sul bukan hanya terbatas pada salam dan salawat, namun juga mem-&lt;br /&gt;bentengi Rasulullah dari mara bahaya dalam banyak peperangan,&lt;br /&gt;tampil membela islam dari hinaan orang-orang yang suka meng-&lt;br /&gt;hina serta celaan dari orang-orang yang suka mencela. Bagi mere-&lt;br /&gt;ka mencintai Rasul bukan lagi sebuah perintah, tapi sesuatu yang&lt;br /&gt;memang telah ada di dalam dada mereka, dalam merah darah mereka,&lt;br /&gt;dalam setiap kebersamaan mereka bersama Rasulullah dan mengikuti&lt;br /&gt;petunjuk-petunjuknya. Bagi mereka rasa cinta kepada Rasulullah&lt;br /&gt;adalah hal yang otomatis setelah mereka mengakui islam dan mem-&lt;br /&gt;baiatnya. Dan ini mewujud dalam pembuktian baik ketika periode&lt;br /&gt;Makkah maupun Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabbaturrasul muncul dari keikhlasan dan ketulusan syar'i,&lt;br /&gt;rasa-sayang yang Allah tumbuhkan, yang tak dapat ditumbuhkan&lt;br /&gt;manusia meski dibelanjakan seluruh kekayaan yang meliputi dunia.&lt;br /&gt;Rasa sayang yang melebihi rasa sayang terhadap bapak-bapak, anak-&lt;br /&gt;anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan&lt;br /&gt;yang diusahakan, perniagaan yang dikhawatiri kerugiannya, rumah-&lt;br /&gt;rumah yang disukai. Bahkan rasa sayang yang melebihi rasa sayang&lt;br /&gt;kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mahabbaturrasul yang men-sibgha (mewarnai) hati abu bakar &lt;br /&gt;r.a. Mendahulukan, melindungi, dan tak membangunkan tidur Rasulu-&lt;br /&gt;llah, meski kakinya tersengat kala jengking yang berbisa. Rasa &lt;br /&gt;cinta yang muncul karena iman dan islam diterima melalui peranta-&lt;br /&gt;raan beliau. Karena melalui beliaulah jalan yang diridhai Allah &lt;br /&gt;dapat dititi, karena perantaraannya lah difahami firman Allah Al &lt;br /&gt;Qur'an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad, wa shalatu &lt;br /&gt;wa salamu ala Rosulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbunallah wa ni'mal wakiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;abu zahra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110407999821222513?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110407999821222513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110407999821222513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110407999821222513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110407999821222513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/al-mahabbah-2.html' title='AL MAHABBAH  ( 2 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110407980767196929</id><published>2004-12-26T08:47:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T08:50:07.670-08:00</updated><title type='text'>A L M A H A B B A H  ( 1 )</title><content type='html'>"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah &lt;br /&gt;tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya&lt;br /&gt;sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-&lt;br /&gt;orang yang beriman AMAT SANGAT CINTANYA kepada Allah."&lt;br /&gt;( Al Baqarah: 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang beriman sejak memproklamirkan bahwa tiada ilah &lt;br /&gt;(ilah dapat berma'na 'yang dicintai') selain Allah dan berilti-&lt;br /&gt;zam (commit) sepenuh daya akan proklamasi diri ini, maka Allah &lt;br /&gt;telah ditempatkan dan menempati tiang tertinggi cintanya.&lt;br /&gt;Mahabbatullah (cinta akan Allah) memenuhi seluruh rongga dada&lt;br /&gt;dan merah hatinya. Dari sanalah diturunkan rasa cinta kepada&lt;br /&gt;RasulNya, orang-orang beriman, sanak keluarga dan para kerabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta itu demikian bersangatan, AMAT SANGAT, mengalah-&lt;br /&gt;kan cintanya kepada anak dan istri, perniagaan yang dikhawatir-&lt;br /&gt;kan kerugiannya. Cinta, harap dan takut kepada Rabb Yang mecip-&lt;br /&gt;takan dirinya, yang memberinya rizki dan pertolongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah dialog antara seorang sufi; yakni abu said al &lt;br /&gt;khazraz dengan seorang awam akan terlihat dalamnya 'cinta' dan &lt;br /&gt;paduannya dengan 'takut'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awam : alangkah baiknya cara tarekatmu, sayangnya engkau&lt;br /&gt;mengingkari 'cinta' itu.&lt;br /&gt;abu said : sekali-kali aku tak bermaksud begitu&lt;br /&gt;awam : apakah engkau mencintai Tuhanmu ?&lt;br /&gt;abu said : ya&lt;br /&gt;awam : mengapa engkau merasa takut kalau Dia tidak mencin-&lt;br /&gt;taimu, sedang engkau mencintaiNya ?&lt;br /&gt;abu said : aku cinta karena ni'mat, karunia dan ma'rifatNya yg&lt;br /&gt;demikian besar telah aku terima. Namun aku banyak&lt;br /&gt;melakukan kesalahan-kesalahan dan dosa, aku takut&lt;br /&gt;Dia tidak mencintaiku karena kesalahan-kesalahan&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta muncul karena kesadaran telah menerima anugerah yang besar&lt;br /&gt;dari Allah, kedalaman pemahaman betapa rasa kasih-sayang Allah&lt;br /&gt;melingkupi detik-detik kehidupan kita, dan ma'rifatullah (menge-&lt;br /&gt;nal Allah). Lalu rasa takut cinta tak diterimaNya akan menam-&lt;br /&gt;bah-nambah rasa cinta itu. Sehingga seorang mu'min amat sangat&lt;br /&gt;cintanya kepada Allah dan hasrat yang besar untuk bertemu dengan-&lt;br /&gt;Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi cinta adalah tunduk-patuh, menurut, taat akan perin-&lt;br /&gt;tah Allah dan menjauhkan segala laranganNya. Mahabbatullah tidak&lt;br /&gt;cukup sekedar di mulut lalu menyepi, menyendiri dan hanya melaksa-&lt;br /&gt;nakan ibadah mahdoh (khusus) belaka tanpa melihat kondisi kaum&lt;br /&gt;Muslimin yang merealitas. Rasa cinta kepada Allah tidak cukup&lt;br /&gt;dengan hanya menjadi seorang abid (akhli ibadah) dan lari dari&lt;br /&gt;kenyataan yang menimpa kaum Muslimin. Tak cukup dengan beribadah&lt;br /&gt;sendirian lalu ingin masuk surga sendirian. Mahabbatullah bukan-&lt;br /&gt;lah melulu dengan dzikir lisan sampai ludah penuh membasahi tikar&lt;br /&gt;dan mengeringkan tenggorok, lalu mengaku wahdattul wujud (bersa-&lt;br /&gt;tu dengan Allah) atau mengaku menjadi Allah. Rasa cinta kepada&lt;br /&gt;Allah tidak cukup dengan itu semua, sama sekali tidak cukup, apa-&lt;br /&gt;lagi di saat kaum Muslimin tertindas, hak-haknya terampas, diper-&lt;br /&gt;malukan dan dihinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta yang benar adalah sebagaimana yang dicontohkan Ra-&lt;br /&gt;sulullah, tauhiddul uswah, dijalankan oleh generasi terbaik umat&lt;br /&gt;ini, para awwalun Muslimin. Rasa cinta yang meresap pada setiap&lt;br /&gt;gerak bibir, yang membasah dalam setiap tetes keringat, yang me-&lt;br /&gt;ngental dalam setiap merah darah tubuh yang terluka, yang mengen-&lt;br /&gt;dap bersama ruhhul jihad, yang memancar bersama denting pedang,&lt;br /&gt;helaan tali kekang kuda, dan luncuran anak panah. Rasa cinta yg&lt;br /&gt;merealitas, rasa cinta yang mewujud dan bukan sekedar angan-angan&lt;br /&gt;egoisme dalam penyendirian. Rasa cinta yang muncul dari segenap&lt;br /&gt;daya dan bukan melulu kata-kata dan sebatas kata-kata percintaan&lt;br /&gt;sufistik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta akan Allah mewujud dalam upaya menegakkan kalimatNya, &lt;br /&gt;membangun qiyadah (kepemimpinan) yang memuliakanNya, membangun&lt;br /&gt;kesatuan yang mengangkat izzah (kebanggaan) kaum Muslimin, merebut &lt;br /&gt;kembali hak-hak kaum Muslimin yang terampas, membebaskan negeri-ne-&lt;br /&gt;geri Muslim yang terjajah, membebaskan penyembahan manusia atas ma-&lt;br /&gt;manusia, penyembahan manusia atas materi dan kekuasaan, pemyembahan&lt;br /&gt;manusia atas nafsu syahwat lalu mengukuhkan tugas suci sebagai &lt;br /&gt;khalifah fil ardh, memainkan peran untuk memberi rakhmattan lil &lt;br /&gt;'alamiin. Mahabbatullah mestilah mengambil bentuk dalam amal jama'i,&lt;br /&gt;amar ma'ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cinta kepadaNya, cinta yang hidup, cinta yang mewujud,&lt;br /&gt;cinta yang realistis, cinta yang mengental dalam akhlaq islami,&lt;br /&gt;cinta yang dicontohkan oleh manusia teladan, Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbunallah wa ni'mal wakiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;abu zahra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110407980767196929?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110407980767196929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110407980767196929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110407980767196929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110407980767196929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/l-m-h-b-b-h-1.html' title='A L M A H A B B A H  ( 1 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110406509394316965</id><published>2004-12-26T04:42:00.000-08:00</published><updated>2004-12-26T04:44:53.943-08:00</updated><title type='text'>Istimewanya Wanita Islam</title><content type='html'>Original Message.&lt;br /&gt;From: "Esti Herawati" Subject: [is-lam] Istimewanya Wanita Islam&lt;br /&gt;Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah&lt;br /&gt;ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.&lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi&lt;br /&gt;tidak sebaliknya.&lt;br /&gt;3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.&lt;br /&gt;4. Wanita menerima pusaka (warisan) kurang dari lelaki.&lt;br /&gt;5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.&lt;br /&gt;6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak harus selalu taat pd&lt;br /&gt;isterinya.&lt;br /&gt;7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.&lt;br /&gt;8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada&lt;br /&gt;lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya Kaum Feminisme nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN&lt;br /&gt;WANITA ISLAM"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Benda yg mahal harganya tentu akan dijaga dan dibelai serta disimpan&lt;br /&gt;ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar&lt;br /&gt;terserak&lt;br /&gt;bukan? Itulah bandingannya dgn seorg wanita Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali&lt;br /&gt;lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik&lt;br /&gt;pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki&lt;br /&gt;menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap&lt;br /&gt;saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di&lt;br /&gt;mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4&lt;br /&gt;wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4&lt;br /&gt;org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga&lt;br /&gt;yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan&lt;br /&gt;Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat&lt;br /&gt;akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut&lt;br /&gt;menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu&lt;br /&gt;mengangkat senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  _____  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110406509394316965?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110406509394316965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110406509394316965' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110406509394316965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110406509394316965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/istimewanya-wanita-islam.html' title='Istimewanya Wanita Islam'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110400833114427399</id><published>2004-12-25T13:55:00.000-08:00</published><updated>2004-12-25T12:58:51.143-08:00</updated><title type='text'>CINTA BERSYARAT  </title><content type='html'>Anak pintar tak selalu bermasa depan cerah. Itu terjadi bila kepandaian hanyalah sekadar syarat agar disayangi dan dicintai orang tua atau diakui lingkungannya. Anak cuma berkutat pada usaha memenuhi syarat itu. Kemampuan mengenal, mengolah, dan mengungkapkan perasaan jadi terkubur dalam-dalam. Akibatnya, ia menjadi tak bahagia dan melakukan tindakan-tindakan ekstrem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda seandainya ada remaja cerdas dan sempat menduduki bangku kuliah ternyata terjerumus dalam dunia hitam? Pasti di antara Anda banyak yang menyayangkan, kasihan, atau bahkan ngomel menyalahkan orang tuanya. Namun, bagi yang bersangkutan, apa yang dilakukan sebenarnya justru memberikan kepuasan dan membuat dirinya merasa berarti. Contohnya, seperti yang dialami Melissa Butler (21), seorang remaja Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan mahasiswi Oxford College tahun kedua ini menjalani hidupnya melalui apa yang digambarkannya sebagai "hal satu-satunya yang memberinya kepuasan", yakni menanggalkan pakaian di hadapan orang-orang tak dikenalnya sambil meliuk-liukkan tubuhnya. "Saya perlu dan ingin sekali menari telanjang karena saya menikmati perhatian yang saya dapatkan. Saya senang orang-orang menyatakan saya indah dan luar biasa. Saya merasa seperti sesosok dewi seks yang memikat. Saya tahu, saya penari telanjang fantastik. Sungguh menyenangkan bila Anda tahu Anda betul-betul hebat pada suatu hal," ungkap gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesinya tentu membuat sedih Jane, ibunya. Sebagai anak dari keluarga kelas menengah, ia diharapkan meniti karier yang baik. Wajar kalau sejak kecil Melissa digembleng pendidikannya. Ia memang anak cerdas. Pun sudah bisa membaca dan menulis ketika usianya masih 18 bulan. Ibunya ingin menyelamatkannya dari "sistem pendidikan yang buruk", dan amat berambisi memberi anaknya suatu langkah awal yang baik. Pada usia 12 tahun, gadis ber-IQ 178 ini bergabung dengan Mensa, yakni asosiasi orang-orang cerdas (termasuk dalam 2% orang terpintar di negaranya) dari seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masuk sekolah khusus wanita di Bishop's Stortford, Hertfordshire, pada usia 10 tahun. Setelah menjalani pendidikan selama tiga tahun, ia merasa bosan dan sering diejek lantaran gemuk. Ibunya segera memutuskan untuk mendidiknya di rumah. Sejak itulah dunia Melissa cuma belajar dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bagaikan otak berjalan - nilai A merupakan satu-satunya yang saya miliki. Saya tidak bersosialisasi, melakukan olahraga, atau hal-hal normal lainnya. Yang saya pikirkan hanya bagaimana menjadi orang pintar secara akademis," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 14 tahun dia masuk Harlow College, untuk persiapan masuk universitas. Dia mulai berkencan dengan pria yang 30 tahun lebih tua ketika usianya 15 tahun. Pada umur 17 tahun Melissa mendapat kesempatan belajar di Oxford College yang bergengsi itu untuk bidang studi politik, filsafat, dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan akibat kerja keras berlebihan mulai tampak. Dia menderita anorexia (tidak ada atau kehilangan selera makan) dan bobotnya turun menjadi di bawah 44,5 kg. Menjelang kuliah di Oxford, Melissa masuk rumah sakit lantaran paru-parunya kolaps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oxford ternyata sebuah kejutan baginya. Dia merasakan bukan lagi bintang intelektual di antara teman-teman sebaya yang sama-sama cemerlangnya. "Saya merasa, orang lain lebih cantik, lebih pintar, dan lebih langsing dibandingkan dengan saya. Lalu, saya tak dapat bersaing pula dengan mereka secara akademis. Jadi saat itu satu-satunya kebanggaan saya pun telah tak ada lagi dalam diri saya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, "Setiap orang berharap saya bisa berhasil di sekolah. Ibu saya tak lagi nonton balet demi saya. Nenek saya berhenti bekerja untuk merawat saya, karena ayah berpisah dengan ibu ketika ibu mengandung saya tujuh bulan. Saya menjadi tumpuan harapan bagi banyak orang, sehingga waktu itu saya harus mengerahkan segala kemampuan untuk mereka," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, rupanya Melissa tidak kuat. Ia mengalami nervous breakdown pada akhir tahun pertama kuliahnya dan, walaupun berhasil melewati ujian-ujian, memutuskan untuk istirahat kuliah selama setahun. Dia mendapat pekerjaan merawat orang jompo, membeli sebuah rumah, dan menjadi instruktur aerobik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan uang, bagaimanapun membuatnya menerima pekerjaan sebagai penari di Windmill Club di London. Pada malam kedua dia minum banyak untuk memberinya keteguhan hati dan mulai mencoba menari dengan cuma mengenakan BH dan celana dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dia menjadi stripper penuh dan mendapatkan gelar "Naughty Oxford Totty". "Ini memang keharusan. Saya pikir, mereka semua akan menertawakan saya," ujarnya. "Tapi ketika mereka bertepuk tangan dan bersorak sorai, saya merasa hebat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melissa pun tidak berminat melanjutkan sekolah. "Saya tidak mau jadi korban Oxford lagi. Saya lebih senang menjadi penari telanjang yang bahagia daripada menjadi mahasiswi yang sengsara," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bersyarat&lt;br /&gt;Melissa memang tidak sendiri mengalami perjalanan hidup yang oleh banyak orang disebut pahit itu. Masih banyak Melissa lain di dunia ini, termasuk di Indonesia. Jalur "karier" yang mereka pilih pun beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut psikolog Dra. Pamugari Widyastuti, Melissa adalah contoh korban dari lingkungan dengan nilai-nilai yang menekankan pada hal-hal materialistis keduniawian, termasuk prestasi akademik. Dia lebih dituntut untuk memenuhi harapan orang tua. Padahal, si anak juga mempunyai hak untuk mendapatkan kebahagiaan, kehangatan. Remaja seperti dia tidak menikmati suatu interaksi sayang-manyayangi tanpa syarat. Dalam kasus Melissa, cinta yang diperoleh adalah cinta bersyarat (conditional love).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bersyarat adalah sikap orang tua yang baru memberikan kasih sayangnya kalau si anak menjadi anak baik, berprestasi, atau memberi kebanggaan pada keluarga, dan sebagainya. Kalau tidak, orang tua hanya akan memberikan kasih sayangnya yang sudah "didiskon"; bisa-bisa si anak malah kena "likuidasi" alias tak disayangi lagi. "Hal itu memang tidak terungkap secara eksplisit dari orang tua. Hanya saja dalam kehidupan sehari-hari, dalam sikap atau kata-kata orang tua akan menunjukkan kekecewaan bila anak tidak memenuhi harapan orang tua. Misalnya, gagal masuk ke sekolah tertentu atau tidak mendapat peringkat tertentu di kelas. Kalau diterjemahkan dalam bentuk pertanyaan, pertanyaan orang tua bukannya 'bagaimana kamu bisa bahagia?', melainkan 'bagaimana kamu bisa membanggakan kami?'" jelas psikolog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tambahnya, dalam hal ini anak tidak diberi kesempatan untuk memilih. Bukan kebahagiaan anak yang ditekankan, tetapi anak justru dijadikan alat untuk mengisi kebutuhan orang tua akan kebanggaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu yang menghambat penerimaan diri seorang anak secara seutuhnya. Karena semuanya pakai syarat. Padahal, Tuhan itu memberi cinta tanpa syarat, lo!" tegas Pamugari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan mengapa tidak sedikit orang tua yang mengasuh anaknya dengan pola semacam itu ialah kuatnya pengaruh nilai-nilai lingkungan yang senantiasa mengaitkan makna kesuksesan dengan prestasi (berbentuk sertifikat, gelar), kedudukan (berupa jabatan), atau prestasi materialisme (kekayaan berwujud sederet mobil mewah atau rumah megah). Dengan orientasi semacam itu, orang cenderung respeks pada mereka yang secara fisik tampil dengan berbagai prestasi, kedudukan, atau kekayaannya. Padahal, menurut Pamugari, semua itu kamuflase. Celakanya, sekarang nilai-nilai itu semakin dominan. Tak pelak, untuk bisa mencapai segala macam atribut materialisme itu, sadar atau tidak, orang tua umumnya lalu mendorong anaknya masuk ke sekolah terbaik, mendapatkan peringkat tertinggi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, di dalam banyak keluarga, anak dibesarkan untuk memenuhi tuntutan lingkungan guna mendapatkan pengakuan dari lingkungan. Pendidikan dan pengasuhan anak tidak diarahkan pada kemampuan anak mengenal kebutuhan pribadinya. Bisa dikatakan, anak tidak dibiasakan mengenal perasaannya, emosinya. Akibatnya dia miskin, perkembangan intelegensi dan kecerdasan emosinya tidak seimbang, sehingga bisa menimbulkan perilaku-perilaku ekstrem. Ia akan melepaskan diri dari beban-beban akibat tuntutan lingkungan dengan melakukan perubahan-perubahan radikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayati perasaan anak&lt;br /&gt;Bila anak sampai terjerumus ke dalam kehidupan seperti dialami Melissa, orang tua bisa dianggap bersalah. Kekeliruan itu dalam hal pola mengasuh anak, yakni hanya menekankan pada prestasi berdasarkan kasih sayang bersyarat. Orang tua memberi ketidakseimbangan dalam proses perkembangan jiwa anaknya. Anak akan merasakan, dengan mengasah kecerdasan rasio dia akan lebih bisa diterima oleh lingkungan. Karenanya, dia harus mendapat status kependidikan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan akan semakin parah manakala dalam pendidikan formal justru terjadi pemisahan atau dikotomi antara kehidupan dan ilmu, yang mempelajari alam dan seisinya. Di sekolah, ilmu tadi diajarkan secara terkotak-kotak. Ada pelajaran biologi, kimia, fisika, matematika, dsb. Namun, aspek emosi tidak dipelajari atau dikembangkan. Anak-anak mempelajari ilmu alam hanya melalui buku, mereka tidak melihat alamnya. Jangan heran kalau kemudian ada anak yang tidak bisa membedakan mana sapi dan mana kambing, atau menyebut sapi sebagai kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua memang tidak bisa mengubah sistem pendidikan yang sudah ada. Dalam kondisi demikian, pihak orang tua yang mesti pandai-pandai membina, memupuk harga diri anak melalui sistem pendidikan yang menekankan pada cinta tak bersyarat. Untuk itu, orang tua perlu mengenal kebutuhan dasar mereka, mulai dari kebutuhan biologis (makan, minum, dan seks - ketika dewasa) hingga kebutuhan akan rasa aman, baik fisik maupun psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa aman fisik bisa dijamin misalnya dengan memiliki rumah yang tidak bocor, pintu rumah bisa dikunci, dan sebagainya. Rasa aman psikologis dapat dijamin misalnya dengan menerima anak apa adanya. Meskipun berbuat kekeliruan, anak tetap diterima sebagai seorang anak. Perbuatan keliru itu mungkin karena dia sedang mencari mekanisme untuk berkiprah yang sesuai dengan dirinya. Yang juga perlu disadari, anak tidak harus serta merta sama dengan orang tua mereka dalam berbagai hal. "Kalau anak sudah merasa diterima apa adanya dengan segala kekurangannya, secara psikologis dia akan merasa aman," tutur Pamugari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun memberi contoh, kalau anak mendapat nilai 8, orang tua tidak sepatutnya menyatakan bahwa anak lain bisa mendapatkan angka 9 sambil mengharapkan anak meningkatkannya pada semester berikutnya. Sikap itu sebenarnya merupakan penolakan orang tua. Akan lebih bijaksana kalau justru ditanya apakah hasil itu sudah memuaskan atau membahagiakan diri si anak. Keberhasilan hidup bukan cuma dari angka yang diperoleh di setiap mata pelajaran, tetapi juga dari keberhasilan membina hubungan antarmanusia dengan membawa harga diri yang mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap empati, mau menghayati perasaan anak, hendaknya diberikan orang tua dalam mendidik anak. Perasaan merupakan indikasi seseorang butuh atau tidak butuh sesuatu. Kalau anak terlihat sedih, artinya dia membutuhkan kedekatan, kehangatan. Kalau perasaannya bahagia, berarti kebutuhannya sudah terpenuhi. Kalau tampak bingung, mungkin pilihan di hadapannya tidak ada yang sesuai. "Jadi yang menjadi acuan dalam pendidikan atau pengasuhan yang baik adalah perasaan si anak, bukan tuntutan lingkungan," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang sebaiknya juga tidak ditunjukkan kepada anak adalah mudah menilai. Sepulang sekolah anak mengungkapkan kekesalannya pada seorang temannya karena ia dinilai sebagai anak sombong. Kurang bijaksana kalau orang tua kemudian memberikan penilaian atau konfirmasi dengan menyatakan, "Coba deh kamu bergaul yang baik. Kamu nggak boleh sombong." Atau, "Mungkin kamu memang sombong!" Akan lebih enak kalau orang tua menanyakan perasaan atau penghayatan dia terhadap situasi itu, misalnya dengan menanyakan, "Jadi, kamu kecewa, ya?", atau "Bagaimana perasaanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diajak mengenal perasaannya dan mengungkapkannya, anak kemudian diajak memilah mana yang tepat dari perasaan-perasaan itu untuk mengubah perasaan negatif menjadi positif. Rasa bersalah atau kecewa merupakan perasaan negatif. Tugas orang tua adalah mengajak atau menuntun mereka mengubah perasaan itu menjadi positif, misalnya merasa puas atau bisa diterima oleh teman. Caranya, umpamanya dengan menceritakan pengalaman baik serupa yang pernah dialami orang tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkaya emosi anak, orang tua juga bisa memberi kesempatan kepada anak untuk mencicipi kegiatan yang dia inginkan, misalnya di bidang musik atau olahraga. Dalam pendidikan formal bidang-bidang ini masih dianggap kurang penting seperti halnya mata pelajaran "mafia": matematika, fisika, dan kimia. Padahal, melalui kegiatan berkesenian dan olahraga anak bisa berlatih mengolah perasaan dan memupuk sportivitas. Berhasil atau tidak, kalah atau memang tidak perlu dipermasalahkan orang tua. Namanya juga mencicipi. Lagi pula, tidak semua pecatur bisa jadi Grand Master macam Utut Adianto. Cuma ada satu atau dua orang yang bisa seperti itu, ibaratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting, anak telah diberi kesempatan untuk mencicipi (menghayati), supaya kalau anak membaca berita di koran tentang catur, dia akan tahu sulitnya. Kalau melihat pergelaran tari, dia tahu berapa jam diperlukan untuk berlatih. Bila melihat lukisan, dia tahu susahnya melahirkan ide lukisan. Kalau tidak pernah mencoba, dia tidak bisa menghayati dan ikut bicara. Kehidupan emosinya jadi kering, miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesempatan untuk mengenal, mengolah, dan mengungkapkan perasaan, kehidupan emosi anak akan diperkaya. Tanpa dituntut untuk memenuhi harapan lingkungan, termasuk orang tua, yang umumnya bersifat materialistis, anak juga akan merasa diterima apa adanya. Kasih sayang yang dia terima tak lagi dirasakan sebagai bersyarat. Korban-korban cinta bersyarat macam Melissa pun bisa dihindarkan. (I Gede Agung Yudana)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110400833114427399?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110400833114427399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110400833114427399' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110400833114427399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110400833114427399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-bersyarat.html' title='CINTA BERSYARAT  '/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110400569161806265</id><published>2004-12-25T13:07:00.000-08:00</published><updated>2004-12-25T12:14:51.616-08:00</updated><title type='text'>CINTA ILAHI</title><content type='html'>Hanya ada satu cinta...&lt;br /&gt;yang kekal abadi selamanya...&lt;br /&gt;yang tiada akan pernah lapuk ditelan masa...&lt;br /&gt;yang sangat indah tiada ada bandingannya di dunia...&lt;br /&gt;itulah cinta Ilahi yang sungguh mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Ilahi dan Rasul-Nya....&lt;br /&gt;tidak hanya cukup terucap dalam kata...&lt;br /&gt;tapi juga membutuhkan keyakinan dan keimanan...&lt;br /&gt;serta pengorbanan untuk menjaga kesuciannya...&lt;br /&gt;pengorbanan jiwa dan raga demi Ilahi semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila cinta pada manusia...&lt;br /&gt;bila cinta pada harta dan kedudukan...&lt;br /&gt;bila cinta pada kehidupan dunia seisinya....&lt;br /&gt;telah sanggup melupakan cinta pada Ilahi dan Rasul-Nya...&lt;br /&gt;niscaya siksa dan adzab yang amat pedih akan dijumpa di sana...&lt;br /&gt;ketika semua telah menghadap kepada Sang Pencipta...di akherat yang baqa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;tarbiyah@isnet.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110400569161806265?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110400569161806265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110400569161806265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110400569161806265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110400569161806265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-ilahi.html' title='CINTA ILAHI'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110399357151475778</id><published>2004-12-25T08:50:00.000-08:00</published><updated>2004-12-25T08:52:51.516-08:00</updated><title type='text'>THE IDEAL MUSLIM HUSBAND (Suami Muslim Ideal)</title><content type='html'>by B. Aisha Lemu&lt;br /&gt;Saadawi Publications, Virginia, USA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak sekali kita jumpai buku-buku yang mengupas masalah&lt;br /&gt;wanita, baik itu tentang hak-haknya maupun kewajibannya menurut Islam. &lt;br /&gt;Mungkin karena banyaknya kesalahpahaman tentang peranan wanita, sehingga&lt;br /&gt;masalah hak dan kewajiban wanita menurut Islam perlu untuk diberi perha-&lt;br /&gt;tian khusus, baik dalam ceramah-ceramah maupun dalam tulisan-tulisan. &lt;br /&gt;Tetapi karena wanita dan pria itu saling tergantung satu sama lain, dan&lt;br /&gt;pelaksanaan hak dan kewajiban wanita itu tidak bisa dipisahkan daripada&lt;br /&gt;pelaksanaan hak dan kewajiban pria, maka akan tidak bijaksana apabila&lt;br /&gt;perhatian lebih terfokus kepada salah satu pihak tanpa mengikutsertakan&lt;br /&gt;perhatian kepada pihak lainnya. Untuk itulah, maka buku ini dituliskan,&lt;br /&gt;yaitu untuk memberikan keseimbangan dan mengalihkan perhatian yang sama&lt;br /&gt;kepada hak dan kewajiban kaum pria, terutama para suami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah suami yang ideal menurut Islam itu ? Standard dari&lt;br /&gt;sifat-sifat ideal para suami telah ada pada Al Qur'an dan Hadits atau&lt;br /&gt;Sunnah Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBELUM MENIKAH&lt;br /&gt;--------------- &lt;br /&gt;Bagaimanakah sikap-sikap yang idealnya ditunjukkan oleh kaum pria&lt;br /&gt;kepada kaum wanita sebelum pernikahan ? Islam menentang tradisi masyarakat&lt;br /&gt;Barat yang membebaskan pergaulan pria wanita sebelum menikah seperti kumpul&lt;br /&gt;kebo (samen leven) yang sekarang sudah banyak ditiru dalam masyarakat kita.&lt;br /&gt;Islam sangat menjaga batas-batas pergaulan ini dan memberikan pedoman yang&lt;br /&gt;tegas bagi pria dan wanita dalam bergaul untuk menghindari zinah. Hukuman&lt;br /&gt;yang ditetapkan bagi para penzinah sebelum menikah adalah 100 kali cambukan.&lt;br /&gt;(QS. An Nuur, 24:2). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang ingin menikah tapi belum mampu dalam bidang ekonomi&lt;br /&gt;dianjurkan untuk berpuasa sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Surah&lt;br /&gt;An Nuur ayat 33 :"Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga&lt;br /&gt;kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya."&lt;br /&gt;Dan lebih lanjut, Rasulullah SAW juga telah memberikan nasihat kepada mereka &lt;br /&gt;yang berada dalam kondisi seperti itu. Dalam hadits riwayat Bukhari, Nabi SAW&lt;br /&gt;bersabda :"Mereka yang mampu memberi nafkah seorang isteri, hendaknya menikah,&lt;br /&gt;karena itu akan menjaga kehormatan mereka. Tetapi mereka yang belum mampu&lt;br /&gt;hendaklah berpuasa karena puasa itu adalah untuk mencegah nafsu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari itu, dalam proses pencarian calon isteri ini, peranan&lt;br /&gt;keluarga dan teman-teman memegang kunci penting. Proses pencaritahuan calon&lt;br /&gt;isteri, mengenai karakter atau sifat-sifatnya dan latar belakang kehidupan-&lt;br /&gt;nya, yang dilakukan oleh anggota keluarga atau teman-teman dekat mereka,&lt;br /&gt;sebelum melangkah ke jenjang selanjutnya ini, mempunyai beberapa keuntungan.&lt;br /&gt;Keuntungan itu antara lain untuk mencegah godaan-godaan yang sering timbul&lt;br /&gt;bila berhubungan langsung (berpacaran), mencegah rasa malu apabila ternyata&lt;br /&gt;hubungan itu tidak bisa diteruskan, dan juga mencegah patah hati yang sering&lt;br /&gt;membawa ke jalan yang merusak diri sendiri itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat faktor dari wanita yang menjadi daya tarik bagi pria, yaitu&lt;br /&gt;kecantikan, keturunan, kekayaan, serta agama dan akhlaqnya. Maka menurut Nabi&lt;br /&gt;SAW, hendaknya faktor agama dan akhlaq inilah yang menjadi pilihan utamanya.&lt;br /&gt;(berdasarkan hadits dari Abu Hurairah r.a. yang diriwayatkan Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kunci sukses dari suatu pernikahan/perkawinan adalah dili-&lt;br /&gt;hat dari kualitas moral dari masing-masing pasangan. Dan seorang pengantin&lt;br /&gt;pria Muslim yang ideal itu akan memasuki jenjang perkawinan dengan akhlaq dan&lt;br /&gt;agama sebagai dasar atau fondasinya yang paling kuat, bukan dorongan nafsu&lt;br /&gt;karena kecantikan, atau kekayaaan atau kedudukan sosial semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah&lt;br /&gt;Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu &lt;br /&gt;cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa&lt;br /&gt;kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-&lt;br /&gt;tanda bagi kaum yang berfikir." (QS Ar Rum, 30:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH MENIKAH&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;Apakah kewajiban-kewajiban bagi seorang suami Muslim itu ? Berikut&lt;br /&gt;ini adalah ringkasan kewajiban bagi suami Muslim sebagaimana yang telah &lt;br /&gt;digariskan dalam Islam :&lt;br /&gt;1. Suami sebagai Perawat dan Pelindung Keluarga&lt;br /&gt;Tugas utama seorang suami adalah memberi nafkah, merawat dan melin-&lt;br /&gt;dungi keluarganya. Suami harus memperhatikan kesejahteraan isteri dan memberi&lt;br /&gt;nafkah yang cukup baginya. Nafkah itu meliputi makanan, pakaian dan tempat&lt;br /&gt;tinggal bagi isteri dan anak-anaknya. Kewajiban ini juga masih berlaku selama&lt;br /&gt;masa 'iddah atau bahkan lebih lama dari itu menurut pendapat beberapa 'ulama.&lt;br /&gt;Kewajiban pemberian nafkah dengan demikian berada pada suami dan isteri tidak&lt;br /&gt;punya tanggung jawab untuk memikul biaya keluarga kecuali dia mampu dan rela&lt;br /&gt;untuk melaksanakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas suami tidak saja mencukupi kebutuhan nafkah lahiriah dari isteri&lt;br /&gt;atau anak-anaknya, tapi juga harus bisa menjadi pendamping setia yang selalu&lt;br /&gt;menjaga hubungan harmonis dalam keluarganya, dan menghindari hal-hal yang bisa&lt;br /&gt;melukai jiwa dan raga mereka. Apabila suami gagal melaksanakan tugasnya ini&lt;br /&gt;dalam jangka waktu tertentu, maka isteri diberi hak untuk mengajukan gugatan&lt;br /&gt;cerai kepada pengadilan Syari'ah. Juga apabila sang isteri bisa membuktikan&lt;br /&gt;bahwa suaminya telah menganiaya dirinya atau keluarganya, maka dia juga di-&lt;br /&gt;berikan hak untuk minta cerai dari suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Suami dalam Kasus Perceraian&lt;br /&gt;Walaupun begitu, suami diperintahkan untuk sebisa mungkin menghindari&lt;br /&gt;perceraian dan mencoba mempertahankan perkawinannya walaupun itu tidak ideal&lt;br /&gt;menurutnya. Hal itu bisa dilakukan misalnya dengan melatih kesabaran apabila&lt;br /&gt;sang isteri melakukan suatu kesalahan. Allah SWT berfirman : "Dan bergaullah&lt;br /&gt;dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka&lt;br /&gt;bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menja-&lt;br /&gt;dikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An Nisaa, 4:19). Cerai adalah sesu-&lt;br /&gt;tu pekerjaan halal yang paling dibenci oleh Allah SWT, begitu yang bisa kita&lt;br /&gt;peroleh dari sabda Nabi SAW dalam kumpulan hadits Abu Daud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang suami Muslim yang ideal, apabila diperlukan&lt;br /&gt;hendaknya melaksanakan tahap-tahap yang telah diterangkan dalam Al Qur'an&lt;br /&gt;untuk usaha pendamaian hubungannya dengan isteri sebelum memutuskan bercerai.&lt;br /&gt;Hal ini bisa dilihat dalam Surah An Nisaa ayat 34. Apabila dia benar-benar&lt;br /&gt;telah memutuskan cerai dari isterinya, setelah melewati tahap-tahap itu, dia&lt;br /&gt;juga hendaknya mengikuti tahap-tahap yang dianjurkan dalam Al Qur'an dan &lt;br /&gt;Sunnah sewaktu menjatuhkan talak kepada isterinya, yaitu jenis talak yang&lt;br /&gt;memberikan kesempatan bagi mereka untuk rujuk kembali sebelum menjatuhkan&lt;br /&gt;jenis talak ketiga. Talak juga hendaknya diumumkan ketika sang isteri telah&lt;br /&gt;suci dari menstruasi dan belum bercampur dengan suaminya. (QS 65:1). Dengan&lt;br /&gt;kata lain, talak itu tidak boleh diumumkan dalam keadaan marah atau tidak&lt;br /&gt;stabil jiwanya, tetapi dalam keadaan yang khusus di mana suami dalam keadaan&lt;br /&gt;benar-benar sadar dan terkontrol jiwanya dan sang isteri juga tidak dalam&lt;br /&gt;keadaan labil yang biasa dialami oleh wanita yang mendapat menstruasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami juga tetap memperlakukan isterinya yang sudah dicerai itu&lt;br /&gt;dengan baik, merawatnya dalam rumahnya sendiri sampai masa 'iddahnya habis.&lt;br /&gt;(QS 65 : 1 dan 6) Dia juga tidak boleh mengambil kembali segala hadiah&lt;br /&gt;yang dia berikan sebelum atau selama menikah. (QS 2 :229) Bahkan sebaliknya,&lt;br /&gt;dia harus memberikan hadiah atau pemberian materi lainnya sebagai penghibur&lt;br /&gt;selain nafkah kepada isteri yang diceraikannya itu. (QS 2:241) Lebih lanjut&lt;br /&gt;dia juga tidak boleh menghalangi bila setelah bercerai dan habis masa 'iddah&lt;br /&gt;ternyata mantan isterinya itu ingin menikah dengan orang lain. (QS 2:232)&lt;br /&gt;Suami juga perlu tahu bahwa sesuai dengan Shari'ah Islam, dia bukanlah orang&lt;br /&gt;yang pertama kali berhak atas anak-anaknya setelah bercerai. Isterinyalah&lt;br /&gt;yang mempunyai hak sepenuhnya untuk memelihara anak-anaknya berdasarkan&lt;br /&gt;sabda Nabi SAW dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Amru&lt;br /&gt;bin Shu'aib r.a. Dalam Mahdzab Maliki disebutkan bahwa hak perawatan anak-&lt;br /&gt;anak setelah perceraian itu berada di tangan ibunya dan kemudian 5 orang&lt;br /&gt;anggota keluarganya, sebelum hak sang ayah. Perawatan itu berlangsung &lt;br /&gt;sampai masa akil baligh untuk anak laki-laki atau sampai perkawinan bagi&lt;br /&gt;anak perempuan, sedangkan tanggung jawab keuangan untuk perawatan mereka &lt;br /&gt;adalah di tangan sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Suami dan Kasus Polygamy&lt;br /&gt;Perlu juga disadari oleh setiap suami bahwa mereka juga diperintah&lt;br /&gt;untuk menjaga kesucian rumah tangga sebagaimana yang dituntut kepada isteri.&lt;br /&gt;Dia harus tetap menjaga kehormatannya sebagaimana firman Allah SWT dalam&lt;br /&gt;Surah An Nuur : 30. Hukuman bagi penzinah setelah menikah menurut Shari'ah&lt;br /&gt;Islam adalah hukuman dirajam sampai mati. Walaupun pada kenyataannya masa&lt;br /&gt;sekarang hukuman itu tidak dilakukan di suatu tempat di dunia ini, hal itu&lt;br /&gt;tidak membuat dosanya berkurang di sisi Allah SWT. Perbuatan dosa yang tidak&lt;br /&gt;dihukum sesuai Shari'ah Islam di dunia ini, akan mengikuti pelakunya sampai&lt;br /&gt;ke kubur dan akhiratnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila karena beberapa alasan atau kondisi yang serius di mana suami&lt;br /&gt;tidak bisa memecahkannya bersama isterinya tapi dia tidak ingin mencerai-&lt;br /&gt;kannya, dia tidak dilarang untuk menikah lagi, dengan syarat hal itu di-&lt;br /&gt;lakukan dengan resmi/legal dan dengan jalan yang baik. Tapi Islam mensya-&lt;br /&gt;ratkan bahwa dia harus berbuat adil bagi isteri-isterinya. (QS 4:3)&lt;br /&gt;Bila kemudian ternyata si suami merasakan hatinya lebih condong kepada salah&lt;br /&gt;satu isterinya, dia tidak boleh hal itu sampai membuatnya melupakan kebutuhan&lt;br /&gt;isterinya yang lain. (QS 4:129) Peringatan ini juga diperkuat dalam satu&lt;br /&gt;hadits dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda :"Barangsiapa&lt;br /&gt;yang mempunya dua isteri dan tidak memperlakukan mereka dengan adil, dia&lt;br /&gt;akan datang di Hari Pembalasan dengan setengah badannya tergantung ke &lt;br /&gt;bawah." (Riwayat Abu Da'ud, Nasa'i, dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teladan untuk Para Suami dari Rasulullah SAW&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah teladan yang paling baik bagi setiap Muslim,&lt;br /&gt;juga bagi para suami Muslim yang ingin menjadi suami yang ideal. Allah SWT&lt;br /&gt;sendiri telah berfirman : "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu&lt;br /&gt;suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)&lt;br /&gt;Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS 33:21)&lt;br /&gt;Bagaimanakah Rasulullah SAW bertindak sebagai seorang suami, khususnya dalam&lt;br /&gt;hubungan beliau terhadap isteri-isterinya ? Rasulullah SAW sendiri telah&lt;br /&gt;bersabda bahwa orang yang paling baik di antara orang-orang beriman adalah&lt;br /&gt;mereka yang berlaku baik kepada isterinya. Dan Rasulullah SAW adalah orang&lt;br /&gt;yang selalu berlaku baik kepada isteri-isterinya. Teladan dari Nabi SAW&lt;br /&gt;sebagai seorang suami bisa diringkaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau biasa mengerjakan pekerjaan rumah tangganya untuk melayani keluarga&lt;br /&gt;beliau, dan ketika tiba waktu sholat, beliau pergi ke masjid untuk sholat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bahkan beliau biasa menjahit/memperbaiki bajunya yang robek,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau tidak pernah mencela makanan, bila suka akan beliau makan, bila &lt;br /&gt;tidak maka beliau sisihkan tanpa mencelanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau selalu memperhatikan dan merawat isterinya yang sedang sakit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau tidak malu-malu untuk menunjukkan rasa cintanya kepada isterinya&lt;br /&gt;lebih besar daripada cinta kepada orang lain, beliau suka bermain-main&lt;br /&gt;dengan isterinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- walaupun beliau jarang tertawa, tapi tak ada seorang pun yang biasa&lt;br /&gt;senyum sebanyak beliau sebagaimana sabda beliau bahwa senyum kepada&lt;br /&gt;saudara sesama Muslim itu adalah sedekah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau sangat memperhatikan pendidikan terhadap wanita dan anak-anak&lt;br /&gt;perempuan; beliau bersabda : "Siapa yang merawat dua saudara perempuan&lt;br /&gt;atau dua anak perempuan, dan memberinya pendidikan yang baik serta &lt;br /&gt;memperlakukan mereka dengan baik dan menikahkannya dengan baik, maka&lt;br /&gt;baginya adalah surga." (Abu Da'ud dan Tirmidhi),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau menghargai pendapat isteri-isterinya dan tidak jarang beliau juga&lt;br /&gt;berkonsultasi dengan mereka dan menerima saran mereka yang baik. Sebagai-&lt;br /&gt;mana yang telah dikisahkan ketika penandatanganan Perjanjian Hudaibiyah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau tidak mengurung isteri-isterinya di dalam rumah, tapi mereka boleh&lt;br /&gt;keluar dengan mengenakan hijab untuk mengetahui keadaan di luar rumah&lt;br /&gt;dan berpartisipasi di dalamnya apabila diperlukan, misalnya merawat yang&lt;br /&gt;terluka sewaktu peperangan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau tidak pernah memukul isteri-isterinya sekali pun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau tidak melarang isterinya untuk mengajukan argumentasi/pendapat&lt;br /&gt;atau mengajukan pertanyaan yang mendetail,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- beliau sangat mencintai anak-anak dan tidak segan-segan bermain dengan&lt;br /&gt;anak-anak dan menjukkan rasa cinta beliau itu di depan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa teladan sikap Rasulullah SAW sebagai seorang suami&lt;br /&gt;tersebut, InsyaAllah bisa disimpulkan bahwa seorang suami Muslim yang &lt;br /&gt;ideal itu tidak akan mengatur isterinya melebihi dari apa yang telah di-&lt;br /&gt;atur Allah SWT dan Rasul-Nya, tidak akan melarang isterinya melebihi apa&lt;br /&gt;yang telah dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Semua teladan dari Nabi &lt;br /&gt;SAW di atas menunjukkan bahwa seorang wanita yang menikah dengan seorang&lt;br /&gt;suami Muslim ideal akan terlindungi, tapi tidak tertindas/teraniaya/ter-&lt;br /&gt;tekan, sehingga kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga akan bisa ter-&lt;br /&gt;wujud. Seorang lelaki atau suami yang menginginkan perkawinan yang berha-&lt;br /&gt;sil akan bisa mewujudkan keinginannya itu dengan meneladani apa yang telah&lt;br /&gt;dicontohkan Rasulullah SAW dalam kehidupan rumah tangga beliau, InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuhu,&lt;br /&gt;ukhtukum fillah,&lt;br /&gt;hanies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110399357151475778?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110399357151475778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110399357151475778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110399357151475778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110399357151475778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/ideal-muslim-husband-suami-muslim.html' title='THE IDEAL MUSLIM HUSBAND (Suami Muslim Ideal)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110398746220016098</id><published>2004-12-25T07:02:00.000-08:00</published><updated>2004-12-25T07:11:02.200-08:00</updated><title type='text'>Dua monitor</title><content type='html'>suatu siang&lt;br /&gt;saat jarak yang membentang bukan halangan&lt;br /&gt;saat Singapura Jakarta hanya terpisahkan oleh&lt;br /&gt;dua layar monitor&lt;br /&gt;saat ukhuwah menjadi taman taman yang indah&lt;br /&gt;dan tausiyah menjadi kuntum kuntum yang merekah&lt;br /&gt;walau tiada pernah saling menatap wajah&lt;br /&gt;inikah hati hati yang terikat karena Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mbak...&lt;br /&gt;tolong ajari aku&lt;br /&gt;tentang ikhlas, syukur dan sabar&lt;br /&gt;kenapa kaki ini tiba2  berat melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang,&lt;br /&gt;bila ingat keikhlasan...ingatlah bunda dirumah.....&lt;br /&gt;ingat kenakalan kita dan juga semua jerih payah yang telah diberikan hingga membuat kita menjadi orang yang berguna, tapi beliau tetap ikhlas...&lt;br /&gt;kadang marah, kadang cinta...tapi tidak pernah meminta sesuatu sebagai balasannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang,&lt;br /&gt;jika ingat keikhlasan..ingatlah bahwa seorang sahabat rela dipatuk kakinya oleh ular tapi tidak bergeming, karena takut gerakannya akan membangunkan lelap kekasih hatinya.....dia tidak berharap apapun atas cintanya...&lt;br /&gt;jika ingat keikhlasan ingatlah...bahwa hidup kita hanya mengharap cinta Alloh SWT, maka semua pemberian atau balasan dari makhluk akan terasa kecil karenanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang, &lt;br /&gt;jika ingat kesabaran, ingatlah nabi ayub...kehilangan atas tanah, anak dan istrinya serta terakhir diberi penyakit yang tidak pernah hilang derita..tapi yang terucap dari mulutnya hanya kalimat thayyibah...&lt;br /&gt;ingat kesabaran..ingatlah baginda rasulullah dipukuli dan di lempari baru di thaif..tapi yang keluar dari mulut mulia beliau adalah doa untuk mohon keberkahan atas kaum itu&lt;br /&gt;ingat kesabaran ..ingatlah para mujahid dakwah yang dipenjara atau terbunuh dalam perang, yang tidak pernah keluar keluh kesah derita walaupun berhadapan dengan tirani...&lt;br /&gt;ingat kesabaran..ingatlah bahwa sabar tidak memiliki awal dan juga akhir.....karena dia adalah proses yang tiada berhujung, dengan balasan surga bgi siapapun yang bisa melaksanakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang,&lt;br /&gt;antara keikhlasan dan kesabaran akan berbuah satu yakni keimanan....yang menghasilkan surga hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;//Syukran bwt mbak rr di indosat sana. afwan yak, diabadikan disini tausiyahnya. tanpa diedit..&lt;br /&gt;//Syukran buat dua sahabat yg telah menemani dalam perjalanan ke timur sore tadi. Dikau berdua menjadi saksi bahwa kerancuan2 dan debu2 di hatiku benar2 membuktikan bahwa aku jauh dari sempurna... Tolong selalu ingatkan aku&lt;br /&gt;//mau bilang 'welcome to spore' buat yang kemaren gak mau dijemput di Changi airport, dengan alasan 'gak baik akhwat nongkrong sendirian di Changi malem2' hehe. ditunggu oleh2 nya dan cerita2nya :P...  kamu telah melewatkan cukup banyak hal. Sungguh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uni @ 7:59 AM &lt;br /&gt;http://unisa.f2o.org/log/sepT04.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110398746220016098?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110398746220016098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110398746220016098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398746220016098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398746220016098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/dua-monitor.html' title='Dua monitor'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110398685918154297</id><published>2004-12-25T06:37:00.000-08:00</published><updated>2004-12-25T07:00:59.180-08:00</updated><title type='text'>TENTANG  CINTA  DAN TAUBAT </title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Di Antara Berjuta Cinta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan 'cinta'. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya. Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja. Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Cinta kepada AllahCinta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah"(QS Al Baqarah : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon. Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta'ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah. Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab 'semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya'. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian" (QS Ali Imran : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah&lt;br /&gt;Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada 'person' yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar'i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer "apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah". Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).&lt;br /&gt;Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman ."Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri" (HR Bukhari dan Muslim) .Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bersama Allah  .Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah: "Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah " (QS Al Baqarah : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ntaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah. Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai "cinta thabi'i" cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;TAUBAT&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS An-Nur : 31 )&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya". (QS At-Tahrim : 8)&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar". (QS Thaha : 82)&lt;br /&gt;"Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa".&lt;br /&gt;Oleh karena itu barang siapa melakukan suatu maksiat, haruslah ia segera bertaubat , menyesali perbuatannya, mawas diri dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut karena mengagungkan Allah Ta'ala dan ikhlas karena-Nya serta takut kepada siksa-Nya dan Allah akan mengampuni orang-orang yang bertaubat. Maka barangsiapa bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah 'Azza wa Jalla, menyesali atas apa yang telah dilakukan, dan bertekad kuat untuk tidak kembali pada perbuatan tersebut serta meninggalkan maksiat karena mengagungkan Allah dan karena takut kepada -Nya maka Allah akan memberikan taubat kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dengan karunia dan kebaikan-Nya, akan tetapi jika maksiat tersebut berkenaan dengan orang lain maka taubatnya itu harus diikuti dengan mengembalikan hak orang tersebut atau minta kerelaan orang yang didloliminya untuk membebaskannya dari mengembalikan hak tersebut atau memaafkannya, dengan mengatakan kepada orang tersebut : maafkan saya, atau bebaskan saya dari hak kamu dll. atau dengan mengembalikan haknya kepadanya berdasarkan hadits yang telah saudara sebutkan dalam pertanyaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa melakukan aniaya terhadap saudaranya, maka hendaklah ia minta dihalalkan sekarang sebelum terjadi hari tidak berlakunya dinar atau dirham( hari pembalasan ), maka jika orang yang aniaya itu mempunyai amal shalih, maka akan diambil dari kebaikannya itu sebanyak aniayanya terhadap saudaranya dan jika ia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambil kejahatan saudaranya yang dianiaya kemudian dibebani kepadanya" (HR.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu wajib bagi setiap mu'min untuk selalu berusaha agar terbebas dan selamat dari hak saudaranya, dengan mengembalikan hak tersebut atau minta untuk dihalalkan, jika hak tersebut berupa kehormatan, maka hendaklah ia minta dihalalkan jika bisa, jika tidak bisa atau takut menimbulkan hal yang lebih berbahaya seperti jika ia memberitahukan (bahwa dia telah menceritakan aibnya) dia akan membunuhnya atau lainnya, maka cukuplah ia minta ampunan kepada Allah untuk saudaranya itu dan mendo'akannya serta menceritakan kebaikannya yang diketahuinya sebagai ganti dari apa yang telah dia ceritakan tentang aibnya di tempat-tempat ia menceritakan aibnya itu. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu taubat senantiasa terbuka sampai terbitnya matahari dari barat, maka bagi setiap kafir dan orang yang bermaksiat untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha. Taubat yang demikian dilakukan dengan menyesali perbuatan maksiat yang sebelumnya dan meninggalkan perbuatan tersebut, dan meninggalkannya karena takut dan mengagungkan Allah. Serta berazam(berjanji dengan sungguh-sungguh) untuk tidak mengulangi lagi. barangsiapa yang bertaubat dengan taubat yang demikian maka Allah akan menghapuskan dosanya yang lalu seperti firman Allah ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bertaubatlah kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung." (QS An Nur : 31)&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dan beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar." (QS Thoha : 82)&lt;br /&gt;Dan Nabi bersabda :&lt;br /&gt;"Islam menghancurkan apa-apa yang ada sebelumnya, dan taubat menghancurkan apa-apa yang sebelumnya"&lt;br /&gt;Dan dari kesempurnaan taubat yang berkaitan dengan hak muslim yang lain adalah mengembalikan hak orang yang didhalimi, atau meminta dihalalkan dari orang yang didhalimi, sebagaimana sabda nabi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang pernah berlaku dhalim terhadap saudaranya maka hendaknya ia minta dihalalkan sekarang, sebelum datangnya hari yang tidak berlaku dinar dan dirham, jika ada padanya amalan shalih maka diambil amalan kebaikannya sesuai kedhaliman yang ia lakukan, apabila tidak ada amalan kebaikan padanya, maka akan diambil kejelekan saudaranya dan diberikan padanya. (HR Bukhari)Apa hukum memastikan seseorang itu akan masuk surga atau neraka&lt;br /&gt;Oleh : Syaikh Al Munajid)&lt;br /&gt;Kaidah dalam Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah bahwa kesaksian bahwa seseorang itu akan masuk surga atau nereka merupakan perkara akidah, yang harus didasarkan kepada dalil-dalil kitab maupun sunnah, tidak boleh hanya berdasarkan akal saja. Apabila syara' -yaitu Al-Kitab dan As Sunah- telah memastikan masuknya seseorang ke dalam surga atau neraka, maka kita wajib memastikannya pula. Karena itu kita berharap agar perbuatan baik akan mendapatkan surga, dan mengkhawatirkan perbuatan jahat akan mendapat neraka. Dan hanya Allah lah yang tahu akhir segala sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA: Persaksian secara umum. Persaksian ini berhubungan dengan kriteria tertentu, seperti mengucapkan, "Barangsiapa berbuat syirik besar, maka ia telah kafir dan telah keluar dari agama, dan akan masuk neraka." Seperti pula ucapan, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan pengharapan pahalanya, niscaya akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lampau. " "Haji mabrur tidak ada pahala lain kecuali surga." Demikian seterusnya, dan hal-hal semacam ini banyak kita dapati di dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ditanya: "Apakah orang yang berdoa kepada selain Allah dan memohon pertolongan kepadanya, dia akan masuk surga atau neraka ? Maka kita jawab, "Dia telah kafir dan akan masuk neraka, jika telah jelas buklti-bukti bahwa ia melakukannya, dan meninggal dalam keadaan masih demikian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditanya, "Bila seseorang melaksanakan haji, tidak berbuat kekejian, tidak mengucapkan ucapan-ucapan yang kotor, kemudian ia meninggal setelah haji, kemana ia akan dimasukkan ?" Jawabnya, "Ia akan masuk surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau persaksian seperti "Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah kalimat tauhid (laa ilaaha illallaaah) maka ia akan masuk surga." Demikian seterusnya. Persaksian jenis ini bukan untuk perseorangan, tapi untuk kriteria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA: Persaksian untuk orang tertentu atau perseorangan. Memastikan orang tertentu atau nama seseorang bahwa ia akan masuk surga atau neraka, hukumnya tidak boleh, kecuali bagi orang yang telah diberitahu oleh Allah ta'ala, atau rasulnya, bahwasanya seseorang tertentu itu masuk surga atau neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arangsiapa Allah dan Rasul-Nya telah bersaksi bahwa ia merupakan ahli surga, maka ia betul-betul merupakan ahli surga, seperti sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga (Al-Asyratul Mubasysyaruna bil Jannah), yang utamanya adalah empat khulafur rasyidin, yaitu Abu BakarAsh Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang syara' telah bersaksi tentang masuknya ia dalam neraka, maka ia merupakan ahli neraka, seperti Abu Lahab dan istrinya, Abu Thalib, Amr bin Luhay dan sebagainya. Kita memohon kepada Allah ta'ala agar menjadikan kita sebagai ahli surga.&lt;br /&gt;Yang Mengeluarkan Seseorang&lt;br /&gt;Dari Islam Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya. Ia juga telah mengutus Muhammad untuk berdakwah terhadap hal tersebut, dan juga telah mengabarkan bahwa barang siapa yang mengikutinya maka dia telah mendapatkan hidayah, namun barang siapa yang menolak dakwahnya maka ia telah tersesat. Dan Allah telah memperingatkan dalam banyak ayat-ayat Al-qur'an tentang hal-hal yang menyebabkan segala jenis kesyirikan, kemurtadan dan kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah menerangkan dan membahas hukum seorang muslim yang murtad dari agamanya dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab yang membatalkan keislamannya, yang menyebabkan darah dan hartanya menjadi halal dan Ia dinyatakan keluar dari Islam. Namun yang lebih berbahaya dan sering terjadi adalah 10 hal yang dapat membatalkan keislaman yang disebutkan oleh Syeik Muhammad Bin Abdul Wahab serta ulama lainnya. Dan saya akan menjelaskan secara singkat akan hal ini, agar kita berhati-hati dan mengingatkan orang lain dengn harapan agar kita selamat dari hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syirik dalam beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Firman Allah, "sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang di kehendaki-Nya." (an Nisa': 116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan padanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seseorang penolongpun." (Al Maidah: 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam poin ini adalah berdo'a kepada orang yang sudah mati dan minta bantuan kepada mereka atau bernadzar dan berkurban untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan sesuatu sebagai perantara dengan Allah dimana seseorang berdo'a dan meminta syafaat serta bertawakal kepada sesuatu tersebut, orang yang berbuat hal seperti ini telah kafir secara ijma'.&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mengafirkan orang-orang musrik atau meragukan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka.&lt;br /&gt;Maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.&lt;br /&gt;Siapa yang meyakini bahwa petunjuk selain Rasulullah saw lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau meyakini bahwa hukum selain hukum beliau lebih baik dari selain hukumnya, seperti orang-orang yang lebih mengutamakan hukum thagut dari hukum Allah, maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.&lt;br /&gt;Siapa yang membenci sebagian dari ajaran Rasulullah, meskipun ia tetap mengamalkannya, maka ia telah kafir. Berdasarkan firman Allah,"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang memperolok-olok salah satu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. Atau memperolok-olok pahala dan siksaan yang diperoleh maka ia juga kafir. Dan dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Allah, "Katakanlah wahai (Muhammad), 'Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?' tidak usah kalian minta ma'af, karena kalian kafir sesudah beriman." (At Taubah: 65-66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan sihir dengan segala bentuknya. Maka barang siapa yang melakukan perbuatan ini dan meridhainya, maka ia telah kafir. Sebagaimana firman Allah, "Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan syihir). Mereka mengajarkan syihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kalian kafir'. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudlarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnyaa mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah keuntungan baginya diakhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (Al Baqoroh: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendukung dan membantu orang-orang musrik untuk mencelakakan kaum muslimin. Hal ini dilandasi oleh firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (kalian), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kalian mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (Al Maidah: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meyakini bahwa ada golongan manusia tertentu yang dibolehkan keluar dari syari'ah Muhammad. Maka orang yang meyakini hal ini telah kafir, berdasarkan firman Allah, "Di antara ahli kitab ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepada kalian dan diantara mereka ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepada kalian, kecuali jika kalian selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, 'tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.' Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui." (Al Imran: 75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpaling dari agama Allah dengan wujud tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya. Didasarkan pada firman Allah, "Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat tuhan-Nya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (As Sajdah: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada perbedaan antara pelaku-pelaku sepuluh hal tersebut diatas, baik ia dalam keadaan main-main, bersungguh-sungguh, atau karena takut ketika melakukannya -kecuali orang yang dipaksa untuk melakukannya-. Semuanya adalah bahaya yang sangat besar dan sangat sering terjadi. Maka hendaknya setiap muslim dapat menghindarinya dan selalu menghawatirkan dirinya dari hal-hal tersebut. Kita kemudian berlindung kepada Allah dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan kemurkaan dan adzabnya yang sangat pedih. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah atas manusia terbaik, Muhammad serta atas para kerabat dan sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cah Deso 30 November 2001 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110398685918154297?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110398685918154297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110398685918154297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398685918154297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398685918154297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/tentang-cinta-dan-taubat.html' title='TENTANG  CINTA  DAN TAUBAT '/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110398350515508927</id><published>2004-12-25T05:51:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T14:09:28.650-07:00</updated><title type='text'>ADAKAH CINTA UNTUK-NYA</title><content type='html'>Imam Ghazali dalam kitab Mahabbah mengatakan bahwaAllah adalah mustahiq mahabbah, yang paling berhakmenerima cinta. Mahabbah atau cinta kepada Allahmerupakan puncak keberagamaan. Setelah sampai kepadapuncak mahabbah tidakada lagi pendakian. Yang dirasakan hanyalah kerinduan(syauq) dan kemesraan (uns).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt.mensifati hamba-hamba pilihannya dengankalimat; yuhibbuhum wa yuhibbuhunahu, Allahmencintai mereka dan mereka mencintai Allah(QS.5:54). Dalam ayat lainnya Allah menegaskan dan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepadaAllah. (QS. 2 : 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah dan berusaha mendapatkan cinta-Nyamerupakan suatu kewajiban. Sebagaimana sabdaRasulullah saw,”Cintailah Allah karena Dialah yangtelah mencurahkan nikmat-Nya kepada kalian. Cintailahaku karena cinta kalian kepada Allah dan cintailahkeluargaku karena cinta kalian kepadaku. (HR.Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun selalu berdoa untuk mendapatkan cinta-Nya,Ya Allah, hamba mohon cinta-Mu dan cinta orang-orangyang mencintai-Mu, serta amalan yang mendekatkanepada cinta-Mu.(HR.Tabrani dan Tirmdzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam meletakkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nyadalam posisi yang tinggi, bahkan merupakan syaratiman. Seorang mukmin tidak akan merusakkan manisnyaiman sebelum merasakan mahabbatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda:Tiga perkara yang apabilaterdapat pada diri seseorang maka ia akan merasakanmanisnya iman. Yaitu, jika Allah dan rasul-Nya lebihia cintai daripada selain-Nya, mencintai seseorangkarena Allah, dan membenci kekafiran sebagaimana iatidak suka dilemparkan ke dalam api neraka. (HR.Bukhari-Muslim). Indikator cinta yang lain terangkum dalam hadist riwayat Abu Daud;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mencintai sesuatu karena Allah, marahkarena Allah, memberikan sesuatu karena Allah danmelarang karena Allah maka sempurnalah imannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabatullah merupakan metode pendidikan Illahi untukmeningkatkan perasaan dan membersihkan akhlak. Cintakepada Allah dapat melindungi seseorang dari dosa dankesesatan. Juga membuat ruhani bersinar terangsehingga memperoleh ketenangan dan selalu ingat kepadaAllah. Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allahhati akan menjadi tenang. (Q.S. 13 : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabatullah merupakan penyerahan diri kepada Allahsecara total. Bersandar kepada-Nya, dan mengutamakanketaatan kepadanya. Berbahagialah orang yang mampumengalihkan kekuatan cintanya kepada Allah semata,sehingga ia mencintai Allah dengan segenap hati danjiwanya. Cinta seperti ini merupakan puncak kenikmatanruhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya tidak merasa memiliki kenikmatankecuali menjadikan kecintaan kepada Allah dan rasulnyadi atas segala-galanya. Jika sudah terjalin cintaantara seorang hamba dengan Tuhannya, Allah akanmemberikan apa yang dibutuhkan hambanya. Jika iamemohon kepadaKu pasti Kukabulkan, jika ia bermohonkepadaKu pasti Kukabulkan, jika ia bermohonperlindungan kepadaKu pasti kulindungi. (HadistQudsi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PINTU MAHABBATULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabbatullah sebanding dengan seberapa jauh kitamengenal Allah. Imam Ghazali berpendapat bahwaterdapat 2 jenis orang yang jatuh cinta kepada Allahkarena sudah mengenal-Nya. Kecintaan mereka kepadaAllah sangat kokoh, tidak tergoyahkan dan tidak dapatdibandingkan. Orang-orang yang termasuk golonganAl-Aqwiyah ini, adalah para Nabi dan Rasul utusanAllah. Yang kedua, adalah Al- Dhuafa. Orang-oranglemah yang baru jatuh cinta kepada Allah setelahberusaha untuk belajar mencintai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mahabbatullah sebuah rumah, ada pintu untukmemasukinya, yaitu Rasulullah saw. Karena beliauadalah orang yang paling mencinta Allah mengenal danmengetahui tentang Allah. A'rafankum billah ana diantara kalian akulah orang yang paling tahu tentangAllah, begitu kata Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabbatulah tidak mungkin diraih jika kita tidakmengetahui, dan tidak mengenal Allah. Untukmengenal-Nya Allah memberikan petunjuk-Nya:Katakanlah! Hai Muhammad, jika kalian mencintai Allahmaka ikutlah aku, niscaya Allah akan mencintai kaliandan mengampuni dosa-dosa kalian. ( QS.33:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah saw. suriteladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yangmengharapkan rahmat Allah. ( QS.33:21 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Rasulullah saw. melampaui pengertian biasa.Mencintai beliau pada hakikatnya mencintai risalahyang dibawanya. Meneladani amal-amal yang sangatdicintainya. Melaksanakan shalat malam dan menyayangifakir miskin adalah contoh amal yang sangat dicintaiRasulullah, banyak hadits yang menerangkan bahwakedua amal saleh itu merupakan jalan tercepat bagiseorang hamba untuk menemui Tuhannya. Barangsiapamenghendaki perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah iaberamal salih dan jangan menyekutukan-Nya dengansesuatu pun dalam beribadah kepada-Nya. (QS.18:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA MAHABBATULLAH DINOMORDUAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai sesuatu selain Allah secara berlebihan tidakada manfaatnya sama sekali, bahkan akan mendatangkankemudharatan. Para ulama pun sepakat bahwa mencintaisesuatu selain Allah secara berlebih-lebihan adalahperbuatan fasiq dan batil. Seorang muslim yangbenar-benar beriman kepada Allah tidak pantas berbuatseperti itu. Allah memberi peringatan kepadaorang-orang yang mengutamakan cinta kepada selain-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah jika ayah-ayahmu dan putera-puteramu,saudara-saudaramu, istri-istrimu dan keluargamu,kekayaan yang kamu peroleh, perdagangan yang kamukhawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamusukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasulnya,dan berjihad di jalannya maka tunggulah sampai Allahmendatangkan keputusannya. ( QS.9:24 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim dalam bukunya Al-da’uwa Al Dawa,menjelaskan kerugian dan penderitaan orang yangmenomorduakan mahabatullah. Ia memberi contoh tentangorang yang menderita karena dimabuk cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,hatinya akan tersiksa oleh orang yang dicintainya.Orang yang mencintai selain Allah, akan tersiksakarenanya. Seorang penyair melukiskan tentangpenderitaan orang-orang yang dimabuk cinta.Takseorang- pun yang paling sengsara di muka bumi inidaripada orang yang sedang jatuh cinta. Ia menangiskarena rindu dan menangis karena takut berpisah,matanya membengkak ketika berpisah dan membengkakketika bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hatinya berada dalam kekuasaan orang lain,namun ia tidak berada dalam kekuasaan orang membuatnyamenjadi buta dan tuli. Hati yang paling jauh dariAllah adalah hati orang yang tergila-gila pada sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang berlebih-lebih seperti itu akan membuatseorang tidak pernah berhenti berkhayal, menyebut danmemikirkan kekasihnya. Ibnu Abbas pernah berada diPadang Arafah dan melihat seorang pemuda yang kuruskering. Ia lalu bertanya kepada orang-orang yangberada di sana, Ada apa dengan pemuda itu? Merekamenjawab bahwa pemuda itu sedang dimabuk cinta.Mendengar jawaban mereka. Ibnu Abbas memohonperlindungan Allah dari akibat keburukan cinta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Allah akan membekas di dalam ruh danjiwa, dan memberi perlindungan agar tidak tergelincirdari petunjuk-Nya. Ia adalah kekuatan ruhiyah yangakan mengangkat pemiliknya ke derajat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya seseorang tidak akan dapat menemukancinta yang lebih bermanfaat selain mencintai Allah.Mencintai Allah swt. adalah jaminan untuk mendapatkancinta dan ampunan-Nya. Allah memberikan kasihsayang-Nya kepada semua makhluk-Nya. Namun, ia hanyamemberikan cinta-Nya kepada orang-orang yangmencintai-Nya saja.’Yuhibbuhum wa Yuhibbuhunahu. Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah (QS.5:54 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGUJI MAHABBATULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam kitab Mahabatullah-nya, Imam Ghazaliberkata bahwa banyak orang mengaku cinta kepada Allah,padahal mereka belum menguji kemurnianmahabatullahnya. Imam Ghazali kemudian mengajukanbeberapa pertanyaan untuk menguji kemurnian mahabatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkah kita menghadapi kematian? Siapakah kitaberkorban demi kehendak Allah? Apakah kita sudahmelazimkan dzikrullah? Apakah kita selalu menyediakanwaktu untuk beribadah kepada Allah pada malam hari apakah kita sudah merasakan nikmatnya beribadah kepadaAllah? Apakah kita mencintai orang-orang yang taatkepada Allah dan membenci orang-orang yang durhaka kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah semua pertanyaan itu dengan jujur. Lalurenungkanlah apa yang dikatakan Fudhail. Jikaseseorang bertanya kepadamu Apakah kamu mencintaiAllah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka diamlah, karena jika kamu menjawab, Aku tidakmencintai-Nya, Maka kamu telah kafir. Sedangkan jikakamu menjawab, ya, aku mencintai-Nya. Kamu sendirimengetahui perbuatan-perbuatan durhakamu kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita jawab dengan jujur bahwa kitabelum mencintai Allah sepenuhnya, tetapi kita sedangbelajar untuk mencintainya. We don’t fall in love but learn to love.Ya allah, hamba mohon cinta-Mu dan cinta orang-orangyang mencintai-Mu serta amalan yang mendekatkan padacinta-Mu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tpb.itb.ac.id"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;http://tpb.itb.ac.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110398350515508927?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110398350515508927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110398350515508927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398350515508927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398350515508927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/adakah-cinta-untuk-nya.html' title='ADAKAH CINTA UNTUK-NYA'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110398036307768074</id><published>2004-12-25T05:07:00.000-08:00</published><updated>2006-11-17T10:23:22.506-08:00</updated><title type='text'>CINTA KEPADA ALLAH (MAHABBATULLAH)</title><content type='html'>&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Sewaktu masih kecil Husain (cucu Rasulullah Saw.) bertaya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: "Apakah engkau mencintai Allah?" Ali ra menjawab, "Ya". Lalu Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu?" Ali ra kembali menjawab, "Ya". Husain bertanya lagi: "Apakah engkau mencintai Ibuku?" Lagi-lagi Ali menjawab,"Ya". Husain kecil kembali bertanya: "Apakah engkau mencintaiku?" Ali menjawab, "Ya". Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya, "Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?" Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: "Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah kerena cinta kepada Allah". Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi wanita terkenal dari Bahsrah, Rabi'ah Al- Adawiyah (w. 165H) ketika berziarah ke makam Rasul Saw. pernah mengatakan: "Maafkan aku ya Rasul, bukan aku tidak mencintaimu tapi hatiku telah tertutup untuk cinta yang lain, karena telah penuh cintaku pada Allah Swt". Tentang cinta itu sendiri Rabiah mengajarkan bahwa cinta itu harus menutup dari segala hal kecuali yang dicintainya. Bukan berarti Rabiah tidak cinta kepada Rasul, tapi kata-kata yang bermakna simbolis ini mengandung arti bahwa cinta kepada Allah adalah bentuk integrasi dari semua bentuk cinta termasuk cinta kepada Rasul. Jadi mencintai Rasulullah Saw. sudah dihitung dalam mencintai Allah Swt. Seorang mukmin pecinta Allah pastilah mencintai apa apa yang di cintai-Nya pula. Rasulullah pernah berdoa: "Ya Allah karuniakan kepadaku kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu dan kecintaan apa saja yang mendekatkan diriku pada kecintaan-Mu. Jadikanlah dzat-Mu lebih aku cintai dari pada air yang dingin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Rabiah -yang sangat terpandang sebagai wali Allah karena kesalehannya- mengembangkan konsep cinta yang menurut hematnya harus mengikuti aspek kerelaan (ridha), kerinduan (syauq), dan keakraban (uns). Selain itu ia mengajarkan bahwa cinta kepada Tuhan harus mengesampingkan dari cinta-cinta yang lain dan harus bersih dari kepentingan pribadi (dis-interested). Cinta kepada Allah tidak boleh mengharapkan pahala atau untuk menghindarkan siksa, tetapi semata-mata berusaha melaksanakan kehendak Allah, dan melakukan apa yang bisa menyenangkan-Nya, sehingga Ia kita agungkan. Hanya kepada hamba yang mencintai-Nya dengan cara seperti itu, Allah akan menyibakkan diri-Nya dengan segala keindahannya yang sempurna. Rumusan cinta Rabiah dapat di simak dalam doa mistiknya: "Oh Tuhan, jika aku menyembahmu karena takut akan api neraka, maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembahmu karena berharap surga, maka campakanlah aku dari sana; Tapi jika aku menyembahmu karena Engkau semata, maka janganlah engkau sembunyikan keindahan-Mu yang abadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Mahabbah, Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa cinta kepada Allah adalah tujuan puncak dari seluruh maqam spiritual dan ia menduduki derajad/level yang tinggi. "(Allah) mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya." (QS. 5: 54). Dalam tasawuf, setelah di raihnya maqam mahabbah ini tidak ada lagi maqam yang lain kecuali buah dari mahabbah itu sendiri. Pengantar-pengantar spiritual seperti sabar, taubat, zuhud, dan lain lain nantinya akan berujung pada mahabatullah (cinta kepada Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sang Hujjatul Islam ini kata mahabbah berasal dari kata hubb yang sebenarnya mempunyai asal kata habb yang mengandung arti biji atau inti. Sebagian sufi mengatakan bahwa hubb adalah awal sekaligus akhir dari sebuah perjalanan keberagamaan kita. Kadang kadang kita berbeda dalam menjalankan syariat karena mazhab/aliran. Cinta kepada Allah -yang merupakan inti ajaran tasawuf- adalah kekuatan yang bisa menyatukan perbedaan-perbedaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayazid Bustami sering mengatakan: "Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang di peroleh kekasih, meskipun itu sedikit." Kata-kata arif dari sufi pencetus doktrin fana' ini dapat kita artikan bahwa ciri-ciri seorang yang mencintai Allah pertama adalah rela berkorban sebesar apapun demi kekasih. Cinta memang identik dengan pengorbanan, bahkan dengan mengorbankan jiwa dan raga sekalipun. Hal ini sudah di buktikan oleh Nabi Muhammad Saw., waktu ditawari kedudukan mulia oleh pemuka Quraisy asalkan mau berhenti berdakwah. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada Allah Swt., Rasulullah mengatakan kepada pamannya: "Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa". Ciri kedua dari pecinta adalah selalu bersyukur dan menerima terhadap apa- apa yang di berikan Allah. Bahkan ia akan selalu ridha terhadap Allah walaupun cobaan berat menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa para pecinta rindu untuk berjumpa dan memandang wajah Allah yang Maha Agung.. "Orang orang yang yakin bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka "'(QS. 2: 46). Tentang kerinduan para pecinta terhadap Allah Swt., sufi besar Jalaluddin Rumi menggambarkan dalam matsnawi sebagai kerinduan manusia pada pengalaman mistikal primordial di hari "alastu" sebagai kerinduan seruling untuk bersatu kembali pada rumpun bambu yang merupakan asal muasal ia tercipta. Hidup di dunia merupakan perpisahan yang sangat pilu bagi para pecinta, mereka rindu sekali kepada Rabbnya seperti seseorang yang merindukan kampung halamannya sendiri, yang merupakan asal-usulnya. Jiwa para pecinta selalu dipenuhi keinginan untuk melihat Allah Swt. dan itu merupakan cita-cita hidupnya. Menurut Al-Ghazali makhluk yang paling bahagia di akhirat adalah yang paling kuat kecintaannya kepada Allah Swt. Menurutnya, ar-ru'yah (melihat Allah).merupakan puncak kebaikan dan kesenangan. Bahkan kenikmatan surga tidak ada artinya dengan kenikmatan kenikmatan perjumpaan dengan Allah Swt. Meminta surga tanpa mengharap perjumpaan dengan-Nya merupakan tindakan "bodoh" dalam terminologi sufi dan mukmin pecinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shalat adalah mi'rajnya orang beriman" begitulah bunyi sabda Nabi Saw. untuk menisbatkan kualitas shalat bagi para pecinta. Shalat merupakan puncak pengalaman ruhani di mana ruh para pecinta akan naik ke sidratul muntaha, tempat tertinggi di mana Rasulullah di undang langsung untuk bertemu dengan-Nya. Seorang Aqwiya (orang-orang yang kuat kecintaannya pada Tuhan) akan menjalankan shalat sebagai media untuk melepaskan rindu mereka kepada Rabbnya, sehingga mereka senang sekali menjalankannya dan menanti-nanti saat shalat untuk waktu berikutnya, bukannya sebagai tugas atau kewajiban yang sifatnya memaksa. Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata: "Ada hamba yang beribadah kepada Allah karena ingin mendapatkan imbalan, itu ibadahnya kaum pedagang. Ada hamba yang beribadah karena takut siksaan, itu ibadahnya budak, dan ada sekelompok hamba yang beribadah karena cinta kepada Allah Swt, itulah ibadahnya orang mukmin". Seorang pecinta akan berhias wangi dan rapi dalam shalatnya, melebihi saat pertemuan dengan orang yang paling ia sukai sekalipun. Bahkan mereka kerap kali menangis dalam shalatnya. Kucuran air mata para pecinta itu merupakan bentuk ungkapan kerinduan dan kebahagiaan saat berjumpa dengan-Nya dalam sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah Swt. bisa di pelajari lewat tanda-tanda-Nya yang tersebar di seluruh ufuk alam semesta. Pada saat yang sama, pemahaman dan kecintaan kepada Allah ini kita manifestasikan ke bentuk yang lebih nyata dengan amal saleh dan akhlakul karimah yang berorientasi dalam segenap aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah cerita, seorang sufi besar bernama Abu Bein Azim terbangun di tengah malam. Kamarnya bermandikan cahaya. Di tengah tengah cahaya itu ia melihat sesosok makhluk, seorang Malaikat yang sedang memegang sebuah buku. Abu Bein bertanya: "Apa yang sedang anda kerjakan?" Aku sedang mencatat daftar pecinta Tuhan. Abu Bein ingin sekali namanya tercantum. Dengan cemas ia melongok daftar itu, tapi kemudian ia gigit jari, namanya tidak tercantum di situ. Ia pun bergumam: "Mungkin aku terlalu kotor untuk menjadi pecinta Tuhan, tapi sejak malam ini aku ingin menjadi pecinta manusia". Esok harinya ia terbangun lagi di tengah malam. Kamarnya terang benderang, malaikat yang bercahaya itu hadir lagi. Abu Bein terkejut karena namanya tercantum pada papan atas daftar pecinta Tuhan. Ia pun protes: "Aku bukan pecinta Tuhan, aku hanyalah pecinta manusia". Malaikat itu berkata: "Baru saja Tuhan berkata kepadaku bahwa engkau tidak akan pernah bisa mencintai Tuhan sebelum kamu mencintai sesama manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah bukan sebatas ibadah vertikal saja (mahdhah), tapi lebih dari itu ia meliputi segala hal termasuk muamalah. Keseimbangan antara hablun minallah dan hablun minannas ini pernah di tekankan oleh Nabi Saw. dalam sebuah hadits qudsi: "Aku tidak menjadikan Ibrahim sebagai kekasih (khalil), melainkan karena ia memberi makan fakir miskin dan shalat ketika orang-orang terlelap tidur". Jadi cinta kepada Allah pun bisa diterjemahkan ke dalam cinta kemanusiaan yang lebih konkrit, misalnya bersikap dermawan dan memberi makan fakir miskin. Sikap dermawan inilah yang dalam sejarah telah di contohkan oleh Abu bakar, Abdurahman bin Auf, dan sebagainya. Bahkan karena cintanya yang besar kepada Allah mereka memberikan sebagian besar hartanya dan hanya menyisakan sedikit saja untuk dirinya. Mencintai Allah berarti menyayangi anak-anak yatim, membantu saudara saudara kita yang di timpa bencana, serta memberi sumbangan kepada kaum dhuafa dan orang lemah yang lain. Dalam hal ini Rasulullah Saw. pernah bersabda ketika ditanya sahabatnya tentang kekasih Allah (waliyullah). Jawab beliau: "Mereka adalah kaum yang saling mencintai karena Allah, dengan ruh Allah, bukan atas dasar pertalian kerluarga antara sesama mereka dan tidak pula karena harta yang mereka saling beri." Menurut Nurcholish Madjid, yang di tekankan dalam sabda Nabi tersebut adalah perasaan cinta kasih antar sesama atas dasar ketulusan, semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;PUJI WANTO&lt;br /&gt;Mahasiswa TMI Angkatan 1997&lt;br /&gt;Universitas Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110398036307768074?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110398036307768074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110398036307768074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398036307768074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110398036307768074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-kepada-allah-mahabbatullah.html' title='CINTA KEPADA ALLAH (MAHABBATULLAH)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110397993345141258</id><published>2004-12-25T04:57:00.000-08:00</published><updated>2004-12-25T05:05:33.450-08:00</updated><title type='text'>Hubud Dunia</title><content type='html'>Penulis : &lt;span style="font-size:130%;"&gt;KH Abdullah Gymnastiar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Akan datang masa di mana kamu diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkuk." Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulullah?" Rasulullah bersabda, "Tidak, bahkan saat itu jumlahmu sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kamu tertimpa penyakit wahn."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat bertanya, "Apakah penyakit wahn itu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Penyakit wahn itu adalah cinta dunia dan takut mati."Rasulullah yang mulia adalah contoh seorang pemimpin yang sangat dicintai umatnya, contoh seorang suami yang menjadi kebanggaan keluarganya, contoh pengusaha yang dititipi dunia tapi tak diperbudak oleh dunia karena beliau adalah orang yang sangat terpelihara hatinya dari silaunya dunia. Tidak ada cinta terhadap dunia kecuali cinta terhadap Allah. Kalaupun ada cinta pada dunia, itupun hakikatnya adalah cinta karena Allah jua. Inilah salah satu rahasia sukses Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud dengan dunia? Firman-Nya, "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, ... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS Al Hadiid [57]: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia adalah segala sesuatu yang membuat kita lalai kepada Allah. Misalnya, shalat, shaum atau sedekah tetap dikatakan urusan dunia jika niatnya ingin dipuji makhluk hingga hati lalai terhadap Allah. Sebaliknya, orang yang sibuk siang malam mencari uang untuk didistribusikan kepada yang memerlukan atau untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan pribadi, maka ia tak dikatakan lalai terhadap Allah, walau aktivitasnya seolah duniawi. Artinya segala sesuatu yang membuat kita taat kepada Allah, maka hal itu bukanlah urusan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ciri orang yang cinta dunia? Jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan diperbudak oleh apa yang dicintainya. Jika orang sudah cinta dunia, maka akan datang berbagai penyakit hati. Adanya yang menjadi sombong, dengki, serakah atau capek memikirkan yang tak ada. Makin cinta pada dunia, akan makin serakah, bahkan bisa berbuat keji untuk mendapatkan dunia yang diinginkannya. Pikirannya selalu dunia, pontang panting siang malam mengejar dunia untuk kepentingan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lainnya adalah takut kehilangan. Seperti orang yang bersandar ke kursi, maka akan takut sandarannya diambil. Orang yang bersandar ke pangkat atau kedudukan, maka ia akan takut pangkat atau kedudukannya diambil. Karenanya pecinta dunia itu tak pernah bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah yang mulia, walau dunia lekat dan mudah baginya, tapi semua itu tak pernah mencuri hatinya. Misalnya, saat pakaian dan kuda terbaiknya ada yang meminta, beliau memberikannya dengan ringan. Beliau juga pernah menyedekahkan kambing satu lembah. Inilah yang membuat beliau tak pernah berpikir untuk berbuat aniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di langit dan di bumi titipan Allah semata. Kita tak mempunyai apa-apa. Hidup di dunia hanya mampir sebentar saja. Terlahir sebagai bayi, membesar sebentar, menua, dan akhirnya mati. Kemudian terlahir manusia berikutnya, begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang telah sampai pada keyakinan bahwa semuanya titipan Allah dan total milik-Nya, maka tak akan pernah sombong, minder, iri ataupun dengki, bahkan akan selalu siap titipannya diambil oleh pemiliknya karena segala sesuatu dalam kehidupan dunia ini tak ada artinya. Harta, gelar, pangkat, jabatan, dan popularitas tak ada artinya jika tak digunakan di jalan Allah. Yang berarti dalam hidup ini hanyalah amal-amal kita. Karenanya jangan pernah ada atau tiadanya dunia ini meracuni hati kita. Adanya jangan sombong, sedikitnya tak usah minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus meyakini bahwa siapapun yang tak pernah berusaha melepaskan dirinya dari kecintaan terhadap dunia, maka akan sengsara hidupnya karena sumber dari segala fitnah dan kesalahan adalah ketika seseorang begitu mencintai dunia. Semoga Allah mengaruniakan pada kita nikmatnya hidup yang tak terbelenggu oleh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampuni andaikata hati kami terhijab oleh dunia, sombong dengan titipan-Mu, dan kikir menafkahkan harta-Mu. Jangan biarkan dunia ini memperbudak dan menghinakan kami. Muliakan diri kami dengan hati yang ikhlas, dengan kecintaan dan kerinduan kepada-Mu dan Rasul-Mu. stz/mqp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110397993345141258?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110397993345141258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110397993345141258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397993345141258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397993345141258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/hubud-dunia.html' title='Hubud Dunia'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110397941098010182</id><published>2004-12-25T04:48:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T14:32:36.026-07:00</updated><title type='text'>Hakikat Cinta Dan Benci</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh Yusuf Burhanudin*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta (al-mahabbah) dan benci (al-karahah), merupakan fitrah emosional yang dianugerahkan Allah SWT pada seluruh manusia. Bagi seorang Muslim, cinta dan benci itu harus berdasarkan proporsionalisasi syariat. Karena, bisa jadi, apa yang kita cintai itu justru sesuatu yang buruk, dan sebaliknya membenci sesuatu yang sebetulnya baik buat kita (Qs.2:216). Jika tidak demikian, betapa banyak orang yang akan menjadi korban akibat tidak tahu menempatkan arti cinta dan benci ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, cinta seseorang haruslah berlandaskan kepengikutan (ittiba) dan ketaatan. Sebagaimana firman-Nya, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu" (Qs.3:31-32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cinta yang diajarkan Rasulullah SAW. diantaranya adalah, mencintai dan mengasihi sesama. Kecintaan ini, sebagaimana pernah dicontohkan beliau, tak pernah dibedakan antara Muslim dan non-Muslim. Bahkan, tidak dibenarkan jika kita tidak berbuat adil kepada suatu kaum misalnya, hanya karena benci kepada mereka (Qs.5:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran cinta Islami yang mesti disemaikan bukanlah sebatas sesama Muslim. Tetapi justru sesama manusia dan sesama makhluk. Rasulullah SAW. bersabda, "Hakikat seorang Muslim adalah, mencintai Allah dan Rasul-nya, sesamanya, serta tetangganya, melebihi atau sebagaimana ia cinta kepada dirinya sendiri" (HR. Imam Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan yang terekspresikan akan menjadi amal saleh buat pelakunya. Maka dari itu, kecintaan maupun kebaikan, meskipun baru tersirat dalam hati dan belum terlaksana, tetap akan mendapat pahala di sisi Allah. Sebaliknya, kebencian yang tersimpan dalam lubuk hati di samping sebuah kewajaran, juga tidak dicatat sebagai keburukan, hingga niatnya itu betul-betul dilakukan (al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspresi sebuah kebencian tak lain sikap hasud yang dilarang Islam. Hasad adalah iri dan bersikap dengki terhadap orang atau kelompok lain, bahkan sebisa mungkin, berupaya menjatuhkan dan menghilangkan semua kepemilikan seseorang yang dianggap lawannya itu. Dari sini hasud berubah wujud menjadi hasutan, bagaimana merekayasa isu dan gosip tanpa fakta untuk turut meyakinkan orang lain, agar sama-sama membenci bahkan menganiaya orang atau kelompok tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benci yang hasud seperti di atas dilarang Rasulullah SAW, sabdanya, "Jauhilah oleh kalian sikap hasud, karena hasud itu niscaya akan memakan amal kebaikanmu layaknya api menghanguskan kayu bakar" (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah seorang muhâsid (pelaku hasud) tak lain seorang provokator yang senang mengadu-domba antarsesama, menabur fitnah, serta wujud dari kerja sama dalam menebar dosa (al-itsm) dan permusuhan (al-udwan). Mereka diancam Nabi SAW. tidak akan masuk surga, karena mencoba memutuskan pertalian kasih dan sayang antarsesama manusia (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Islam, shilat-u ar-rahmi (shilah, menghubungkan; dan rahmi, berasal dari rahim yang sama) merupakan keharusan menyemaikan perdamaian dan keharmonisan hidup antarinsan. Inilah inti rahmat-an lil- alamin; mencintai dan membenci karena Allah akan mendatangkan rahmat, sebaliknya, jika sesuai seleranya sendiri, terancam kepedihan azab-Nya. Dalam arti, tidak turunnya rahmat dan bertaburnya benih-benih perpecahan dan perselisihan (Bulughul-Maram, 2000; 496).*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kecintaan tumbuh dan bersemai dalam diri setiap insan, Rasulullah mengajarkan, "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam (kedamaian), berilah makan orang yang membutuhkan, sambungkanlah tali persaudaraan, dan shalatlah Tahajjud pada sepertiga malam (introspeksi), niscaya kamu akan masuk surga dengan damai" (HR. Imam Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebaik-baik kecintaan dalam Islam. Kedamaian ditebarkan untuk dan kepada siapa pun. Seorang muslim sejati ialah apabila, orang lain selamat dari ulah lisan, tangan, maupun kewenangannya (Fath-u al-Bari I; 76-86). Wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Syariah wa al-Qânûn (Islamic Law and Juriprudence Faculty), al-Azhar University, Cairo-Egypt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110397941098010182?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110397941098010182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110397941098010182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397941098010182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397941098010182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/hakikat-cinta-dan-benci.html' title='Hakikat Cinta Dan Benci'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110397884743923223</id><published>2004-12-25T04:42:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T14:36:40.786-07:00</updated><title type='text'>Sekali Lagi Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta tidak akan hidup normal. Tapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat. Allah SWT berfirman, ''Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik (QS. Al-Imran: 14). Rasulullah SAW pun pernah bersabda, "Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli" (HR. Abu Dawud dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang sudah ada di dalam diri kita, di antaranya terhadap lawan jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan kita. Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang yang tidak memaksakan kehendak diri. Orang yang cinta pada Allah akan menjadikan keridhaan Allah sebagai tolak ukurnya. Ada juga cinta yang menjadi cobaan yang cenderung menjurus maksiat. Dan, inilah yang paling berbahaya karena cenderung tidak terkendali dan membutakan. Bila cinta ini diperturutkan, maka rasa malu akan semakin berkurang, ibadah menjadi kering, dan hati menjadi mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta, tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Jatuh cinta bagaikan minum air laut, semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja. Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan berkhalwat atau berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan jangan saling bersentuhan. Adikku, marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada Allah dengan memperbanyak shalawat, zikir, istighfar, dan shalat sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu. Berlidunglah kita dari nafsu yang sebenarnya nafsu belaka. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id"&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#666666;"&gt;http://www.republika.co.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110397884743923223?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110397884743923223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110397884743923223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397884743923223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397884743923223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/sekali-lagi-tentang-cinta.html' title='Sekali Lagi Tentang Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110397850129741764</id><published>2004-12-25T04:33:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T14:40:34.766-07:00</updated><title type='text'>CINTA: antara Hati dan Pikiran</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Burhani Anshari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan perasaan adalah lautan yang sangat luas sekali, oleh karena itu orang dapat memahaminya dari sudut manapun ia suka, begitu juga dengan pacaran, karena pacaran menurut pekembangan dewasa ini juga bagian dari cinta, tapi islam punya karakter tersendiri dalam memahaminya, kalau cinta yang kita pahami adalah seperti yang digariskan oleh syariat, maka itu tidak dilarang. lantas bagaiamana perbedaan cinta kepada Allah, kepada Rasul dan kepada manusia?. berikut tahapan pemahaman cinta menurut islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta pada allah memang harus dibedakan, cinta kepada Allah adalah pengorbanan, pengobanan akan terjadi jika ada kesatuan antara hati dan pikiran, cinta kepada rasul adalah mengikuti sunnahnya, sedang inti dari mengikuti adalah kepercayaan, cinta sesama manusia adalah saling menyayangi dan saling mengasihi, sedang inti dari rasa saling adalah kesamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diberi hati oleh Allah, hati itu adalah hak Allah, Allah akan merasa cemburu dan marah jika dihati manusia itu ada yang lain, itulah yang disebut Allah dengan syirik kepadaNya, dosa yang tentu tidak ada ampunan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Allah juga memberi manusia pikiran, pikiran itu dianugrahkan kepada manusia, oleh karena itu sabda Rasul: "tidak sempurna iman seorang muslim kalau dia belum mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri". cinta disini adalah rasa saling menyayangi dan saling mengasihi tersebut tentunya. Jadi cinta kepada makhluq adalah memikirkannya dan atau merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Punya cita-cita Cita-cita suci yang ditunggu oleh setiap orang tua, boleh? mengapa tidak? malahan islam menganjurkan untuk menikah dengan terlebih dahulu berta'aruf (berkenalan), kadang kita berfikir masih terlalu dini untuk memikirkannya, tapi Allah berfirman: " hendaklah manusia itu memikirkan apa yang akan terjadi padanya besok" (faltandhur ma qaddamat lighad), besok bukan hanya hari sesudah hari ini, bulan depan, tahun depan, dan sepuluh tahun yang akan datang juga besok kan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip tulisan menurut seorang mufti besar Islam kontemporer Yusuf Qardhawi, dalam al fatawa jilid satu hal 625 edisi indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan: "sesungguhnya cinta mempunyai permulaan yang dapat dikuasai oleh yang mukallaf. Memandang, bercakap-cakap, menyampaikan salam, saling berkunjung, berkirim-kiriman surat dan bertemu, semuanya merupakan hal-hal yang berada dalam kemampuan seseorang untuk melakukan atau meninggalkannya, semua itu merupakan muaqaddimah atau permulaan rasa cinta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjaga batasan syari'at. kalau ta'aruf dibiarkan begitu saja, tanpa terpisahnya antara hawa nafsunya dari kemauan buruknya, TANPA dan TIDAK dikendalikan oleh taqwa, maka ia akan mengalami pemerosotan aqidah, karena dalam hal cinta akan sangat mudah dipengaruhi oleh pikiran-pikiran setan yang tetap sedia menanti kesempatan lengah dari pelaku cinta ini, maka harus sangat hati-hati, karena kalau tidak maka ia akan makin berkubang dalam penyimpangannya dan tenggelam dalam urusannya, sehingga melupakan hak Allah sebagai pencipta cinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika nafsu sudah makin bertaut sedemikian hingga dengan perasaan dan sebagainya, maka akan sulit untuk meninggalkannya, dan apabila dia sudah berada dalam kondisi yang dia tidak sanggup lagi mengendalikannya, maka dia sendirilah yang membawa dirinya dalam posisi yang sulit, hingga tak mampu lagi untuk keluar dengan bersih lagi. adalah sangat wajar kalau mayoritas ulama mengharamkan cinta kepada yang tidak haq, karena begitu berat dan besarnya tanggung jawab yang dipikul, kesudahan yang mengerikan sekaligus menakutkan. sehingga bukan kebahagiaan yang kita akan dapatkan malahan penderitaan yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tantangan zaman memang demikian beratnya, sehingga seorang muslim dituntut untuk lebih memperkuat ketahanan ruhiyah dan lebih memperkaya khazanah keilmuannya, serta pengetahuannya terhadap hakikat keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu rasionalnya Islam mengatur, adalah untuk menjaga hak dan kewajiban masing-masing manusia, karena setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama, yang membedakan disisi Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaan manusia itu kepada Allah SWT. Maka apakah yang kita ragukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mahasiswa fakultas Syari'ah IAIN SU Medan, Indonesia&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110397850129741764?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110397850129741764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110397850129741764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397850129741764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397850129741764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-antara-hati-dan-pikiran.html' title='CINTA: antara Hati dan Pikiran'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110397800552426290</id><published>2004-12-25T04:21:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T15:42:09.506-07:00</updated><title type='text'>Mencintai Sang Pemilik Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;strong&gt;KotaSantri.com&lt;/strong&gt; : Kayaknya udah jadi 'kesepakatan' umum kalo cinta itu bisa membuat hidup lebih hidup. Karena cinta konon kabarnya mengandung segala perasaan indah tentang kebahagiaan (happiness), menyenangkan (comfort), kepercayaan (trust), persahabatan (friendship), dan kasih-sayang (affection).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut R. Graves dalam The Finding of Love , cinta adalah sesuatu yang dapat mengubah segalanya sehingga terlihat indah. Jalaluddin Rumi juga pernah bersyair: Karena cinta, duri menjadi mawar. Karena cinta, cuka menjelma anggur segar.  Itu sebabnya, nggak usah heran kalo naluri mencintai akan mendorong manusia untuk memenuhi keinginan cintanya itu. Orang yang jatuh cinta akan melakukan apa saja untuk menarik perhatian orang yang ia cintai (itu karena terlihat indah kali ye?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo udah cinta, kata Gombloh, maaf nih, tahi kucing rasa coklat! (idih, itu sih indera perasanya udah error kali ya?). Ehm, tapi nggak salah juga. Ini sekadar idiom kok. Karena cinta seringkali buta. Why? Kalo VMJ alias Virus Merah Jambu udah menginfeksi hati kita, perasaannya kok inget terus sama si dia, pengennya ketemu terus, rindu terus ingin ngobrol, seharian nggak kirim SMS aja rasanya sakauw berat, pokoknya meski jauh jaraknya bukan halangan untuk komunikasi. Ehm, untuk menggambarkan itu seorang teman nulis puisi di internet : walau jarak kita bagai Matahari dan Pluto saat aphelium/amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku. Huhuy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman lain pernah bercerita bahwa ia tak sanggup untuk melupakan calonnya. Rasanya udah deket aja sambil merenda bahagia membina rumah tangga idaman. Kebetulan sang calon jauh di negeri orang dan komunikasi cuma bisa via jaringan internet. Eh, itu sih namanya meski jauh di mata, tapi dekat di Yahoo! Messenger (apalagi kalo pake webcam hehehe..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bisa juga tak pandang bulu (karena yang benar mungkin pandang tak jemu kali ye? Ehm...). Tak pandang bulu bisa berarti kita mencintai siapa saja, dan dari kalangan mana saja. Nggak pilih-pilih. Karena semua berhak mendapatkan cinta. Namun jangan salah, meski cinta tak pandang bulu, tapi bukan berarti juga kita dibutakan oleh cinta. Iya dong, kalo bayang si dia terlanjur lekat di hati, biasanya segala kesalahan dan kekurangannya cenderung kita abaikan. Waduh, berbahaya banget tuh. Padahal kata Ibnu Mas'ud ra, Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekankejelekannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh.. kejam amat ya? Ah, nggak juga, karena manusia seringkali berubah-ubah dalam bersikap. Itu harus kita sadari juga. Bukan tak mungkin kan suatu saat orang yang kita cintai karena kita kagum akan kepandaiannya, karena kesholehannya, dan juga perangainya yang baik, suatu saat akan berbalik 180 derajat. Jadi, nggak usah rela dibutakan cinta. Artinya, sikapi aja dengan wajar sisi-sisi kemanusiannya yang lain selain sisi yang membuatmu kagum setengah hidup. Itulah pesan yang dikirimkan Ibnu Mas'ud kepada mereka yang sedang jatuh cinta. Betul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, paparan di atas sebagai fakta aja, bahwa energi cinta bisa membuat penderitanya berbunga-bunga, bahkan sering tanpa bisa membedakan mana cinta dan mana nafsu. Gawat kan? Nah, sekarang coba kita bandingan kecintaan kita kepada Allah SWT, Sang Pemilik Cinta. Jika memang sama-sama cinta, harusnya kan sama ya? Artinya, kecintaan kita kepada Allah pun akan mirip gejalanya dengan cinta kita kepada sesama makhlukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tentu saja, mencintai Allah jauh lebih besar manfaat dan pahalanya. Karena Allah adalah Pemilik Cinta, dan sekaligus Pemberi Cinta kepada kita-kita sebagai makhlukNya. Bahkan Allah sudah memberikan sinyal kuat kepada kita dalam sebuah hadis Qudsy: Kalau hambaKu mendekat sejengkal, Kusambut ia sehasta. Kalau ia mendekat sehasta, Kusambut ia sedepa. Kalau hambaKu datang padaKu berjalan, Kusambut ia dengan berlari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, betapa begitu besar cinta Allah kepada kita, hambaNya. Tidakkah ini membuat cinta kita lebih besar lagi kepada Allah SWT? Hmm…rasanya kita perlu berlari untuk mendekat kepadaNya. Subhanallah. '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'Mencuri' perhatian Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dengan sang inceran kita biasa nyari-nyari perhatian, bisa curi pandang kalo kebetulan si dia ada di kelas, kenapa dengan Allah tidak bisa? Kalo dengan si dia yang udah mencairkan dinding es yang selama ini kita bangun, kita bisa begitu getol menjaga penampilan agar ia tetap merasa betah melihat kita, kenapa dengan Allah tidak bisa? Ah, rasanya nggak adil deh kalo njomplang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sih, Allah Mahatahu apa yang kita lakuin, nggak perlu mencuri perhatianNya pun Allah tahu apa maksud kita. Ini sekadar ungkapan aja kalo kita pun bisa membuat Allah bahagia dengan apa yang kita perbuat. Aktivitas mulia penuh pahala dan taat syariatNya, udah cukup menarik perhatian Allah kepada kita untuk lebih sayang dan cinta kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kalo mau jujur, kita jarang banget mencuri perhatian Allah. Kalo benar kita cinta kepadaNya, seharusnya memang kita sering mencuri perhatianNya agar Dia suka kepada kita. Sebagaimana halnya kalo kita sering CPCP alias curi pandang cari perhatian dengan orang yang kita incer abis-abisan. Harapannya, tentu ketika beradu pandang atau ketika dia melihat penampilan dari pesona yang kita miliki bisa jatuh hati. Ya, ibarat memasang ranjau deh. Ehm, ati-ati aja kena batunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, pernah nggak kamu pdkt alias pendekatan sama seseorang yang mampu melelehkan hatimu? Hmm.. deg-degan juga kan? Khawatir pendekatan kita nggak sempurna dan gagal mencuri perhatiannya. Segala daya dan upaya kita jajal, sambil berharap ia berpaling kepada kita. Asyik juga ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana jika kita pdkt juga kepada Allah? Rasa-rasanya pasti lebih seru. Bener lho, orang yang melakukan pdkt jelas karena ada yang diharapkan dari yang sedang didekati. Kita bisa mencoba deketan sama inceran, karena kita udah kadung jatuh hati karena pesonanya. Jadi, cinta juga memang memerlukan sebab, “kenapa jatuh cinta?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalo sebab yang membuat kita cinta itu lenyap, maka kita nggak bakalan lagi jatuh cinta. Ibnul Qayyim menuliskan sebuah kaidah sederhana dalam kitab cinta yang sangat populer, Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin, Cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, pertanyaannya sekarang, Apakah ada sebab untuk mencintai Allah, sehingga kita perlu mencari perhatianNya? Ehm, alasannya tentu ada dong sayang. Wong kepada makhlukNya aja kita bisa jatuh hati dan cinta setengah mati hanya karena melihat pesona yang dimiliknya. Entah gaya bicaranya, entah itu wajahnya, bisa juga karena kepintarannya, termasuk perangainya, pun karena bentuk fisik yang membuatmu jatuh cinta. Bener nggak seh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, harus diakui bahwa Allah punya banyak pesona yang itu layak kita kagumi dan membuat kita lebih mencintaiNya, dan punya alasan bagi kita untuk bisa mencuri perhatainNya. Alasan sederhananya, karena Allah adalah pencipta semesta alam dan seluruh isinya, termasuk kita. Hmm… sangat elok tentunya kalo kita mencintaiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa, kalo kita sering kagum dan jatuh cinta dengan seseorang yang cerdas, maka Allah lebih harus kita kagumi dan cintai karena Dia yang menganugerahkan kecerdasan kepada orang yang kita anggap cerdas. Begitu pun kalo kita mengagumi seseorang yang punya wajah yang menggetarkan nurani kita, maka seharusnya kita berpikir lebih jauh, bahwa Allah layak lebih kita cintai karena Dia telah menciptakan orang yang kita anggap punya wajah yang enak dipandang mata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menjadi kekasih Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tetangga pernah bilang kalo anaknya itu penurut, rajin, cinta dan berbakti kepada ortunya sepenuh hati. Sang tetangga tersebut karuan aja seneng bukan kepalang. Karena memang nikmat banget dicintai, dihargai, dan dihormati itu. Iya nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apalagi Allah. Kalo ortu kita bisa cemburu gara-gara kita lebih percaya dan mengikuti pendapat orang lain, Allah tentunya lebih 'cemburu' lagi kalo kita nggak mau mengamalkan syariatNya. Rasulullah SAW bersabda: Wahai umat Muhammad. Demi Allah saat hamba laki-laki berzina, dan saat hamba perempuan berzina, tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah yang sering kita dengar dan baca, Nabi Ibrahim begitu mencintai putranya. Luapan cinta yang tak tertahankan kepada putranya yang setelah puluhan tahun didambakannya. Ismail menjadi muara kehidupan bagi Nabi Ibrahim. Namun, Allah menguji cintanya dengan menurunkan perintah untuk mengurbankan anaknya. Aduh, hati orang tua mana yang nggak remuk kalo perintahnya seperti ini. Tapi, Nabi Ibrahim berhasil lulus ujian tersebut. Terbukti ia lebih mencintai Allah dengan menjalankan perintahNya ketimbang mencintai anak dan keluarganya. Nabi Ibrahim ikhlas melakukannya. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kepada Allah itu mutlak, tiada sekutu bagiNya. FirmanNya: Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia (QS. ali Imran [3] : 18).&lt;br /&gt;Bahkan Allah memberi cap kafir kepada orang-orang yang menolak untuk menyembahNya. Allah berfirman: Katakanlah: ‘Ta'atilah Allah dan RasulNya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.  (QS ali Imran [3] : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kekasih itu butuh pengorbanan. Tentu, agar cinta yang kita berikan kepada kekasih kita bermakna. Itu sebabnya, mencintai Allah pun memerlukan pengorbanan. Seorang tokoh sufi bernama Bayazid Bustami mengatakan: Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang diperoleh kekasih, meskipun itu sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, jangan heran kalo Rasulullah SAW berani menolak permintaan para gembong kafir Quraisy untuk menghentikan dakwahnya. Dengan kobaran cintanya yang menyala-nyala pada Allah SWT, Muhammad SAW mengatakan kepada pamannya: Wahai pamanku, demi Allah seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku berhenti meninggalkan tugasku ini, maka aku tidak mungkin meninggalkannya sampai agama Allah menang atau aku yang binasa. Duh, hebat banget semangatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkorban, mereka yang mencintai Allah selalu bersyukur dan menerima terhadap apa-apa yang di berikan Allah. Bahkan ia akan selalu ridha terhadap Allah walaupun cobaan berat menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jujur saja, kalo kita sedang jatuh cinta, menyebut namanya saja ada gejolak hebat di hati kita. Maka, jika Allah kita cintai, rasanya pantas jika kita pun bergetar menyebut namaNya. Firman Allah SWT: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS al-Anfaal [8] : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, yuk kita cintai Allah dengan sepenuh hati. Tunjukkan cinta kita kepadaNya dengan mentaati seluruh syariatNya. Amalnya perintahNya, jauhi laranganNya. Insya Allah kita bisa kok. Yakin sajalah. Wallahu'alam bishshowwab. (solihin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Buletin Studia Edisi 215/Tahun ke-5 (4 Oktober 2004)]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110397800552426290?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110397800552426290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110397800552426290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397800552426290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397800552426290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/mencintai-sang-pemilik-cinta.html' title='Mencintai Sang Pemilik Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110397719297321582</id><published>2004-12-25T04:10:00.000-08:00</published><updated>2006-11-17T10:37:14.236-08:00</updated><title type='text'>Cinta Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#cc33cc;"&gt;Firman Allah Ta'ala (artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengangkat sembahan-sembahan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." (Baraah/At-Taubah: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya karena Allah; dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam api."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disebutkan dalam riwayat lain: "Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman, sebelum... dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'anhuma, bahwa ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mencintai seseorang karena Allah, membenci seseorang karena Allah, membela seseorang karena Allah dan memusuhi seseorang karena Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah hanyalah bisa diperoleh dengan hal tersebut. Dan seorang hamba tidak akan menemukan rasa nikmatnya iman, sekalipun banyak shalat dan shiyamnya, sehingga dia bersikap demikian. Persahabatan di antara manusia pada umumnya didasarkan atas kepentingan dunia, namun hal itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas, dalam menafsirkan firman Allah Ta'ala: "... dan putuslah hubungan antara mereka sama sekali." (Al-Baqarah: 166), ia mengatakan: "yaitu kasih sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan tulisan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Tafsiran ayat dalam surah Al-Baqarah. Ayat ini menunjukkan barangsiapa mempertuhankan selain Allah dengan mencintainya seperti mencintai Allah maka dia adalah musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tafsiran ayat dalam surah Bara'ah/At-Taubah. Ayat ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah dan cinta kepada yang dicintai Allah wajib didahulukan di atas segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Wajib mencintai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih daripada kecintaan terhadap diri sendiri, keluarga dan harta benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pernyataan "tidak beriman", bukan berarti keluar dari Islam, (tetapi artinya ialah tidak beriman sempurna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Bahwa iman ada rasa manisnya, kadangkala dapat diperoleh seseorang dan kadangkala tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Disebutkan empat sikap yang merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kewalian dari Allah, dan seseorang tidak akan menemukan rasa nikmatnya iman kecuali dengan keempat sikap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Pemahaman Ibn 'Abbas terhadap realita, bahwa hubungan persahabatan pada umumnya didasarkan atas kepentingan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Tafsiran ayat: "... dan terputuslah segala hubungan antara mereka sama sekali." Ayat ini menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang yang telah dibina orang-orang musyrik di dunia akan terputus sama sekali ketika di akherat, dan masing-masing dari mereka akan melepaskan diri darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Disebutkan bahwa di antara orang-orang musyrik ada yang mencintai Allah dengan kecintaan yang sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Ancaman terhadap seseorang yang kedelapan perkara tersebut di atas (orang tua, anak-anak, saudara, isteri, kaum keluarga, harta kekayaan, perniagaan dan tempat tinggal) lebih dicintainya daripada agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Memuja selain Allah dengan mencintainya sebagaimana mencintai Allah, itulah syirik akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.assunnah.or.id"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;http://www.assunnah.or.id&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#cc33cc;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110397719297321582?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110397719297321582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110397719297321582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397719297321582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397719297321582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-kepada-allah.html' title='Cinta Kepada Allah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110397539604599780</id><published>2004-12-25T03:40:00.000-08:00</published><updated>2006-11-17T10:41:37.773-08:00</updated><title type='text'>Cinta Karena Allah</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;Saling cinta mencintai dan sayang menyayangi karena Allah, merupakan cerminan dari kebenaran cinta kepada Allah. Sebab cinta kepada Allah akan melahirkan cinta kepada apa-apa yang dicintai Allah dan mencintai kepada amalan-amalan yang dapat mendekatkan diri kepada mardhotillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai para nabi, orang-orang saleh dan orang-orang mu'min adalah bagian yang tak terpisahkan dari kecintaan kepada Allah. Jika kita mencintai seseorang karena Allah, sebenarnya kita mencintai Allah juga, karena pada diri seorang yang kita cintai (orang mu'min) itu ada daya tarik tersendiri yang akan mendorong cinta kita yang lebih mendalam kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika kita mencintai sesorang karena memang ia adalah muslim yang shaleh dan mu'min yang taat, maka kita telah menjalani persahabatan yang hakiki dan percintaan yang abadi, dan akan membawa kebahagiaan sampai akhir nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teman-teman akrab pada hari itu sebahagiannya menjadi musuh bagi sebahagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa" (QS Az-Zukruf: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertasbih yang banyak dan berdzikir yang terus menerus adalah tujuan utama dari cinta mencintai karena Allah. Dan agar percintaan ini semakin kokoh dan terus berlanjut, maka yang harus kita lakukan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberitahu kepada orang yang kita cintai, bahwa kita mencintainya karena Allah&lt;br /&gt;"Jika salah seorang di antara kalian mencintai temannya, maka datanglah ke rumahnya dan beritahu bahwa ia mencintainya adalah karena Allah" (dari Abu Dzar-HR Ibnu Mubarak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saling Memberi Hadiah&lt;br /&gt;"Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling cinta-mencintai" (dari Abu Hurairah- HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saling berkunjung ke rumah masing-masing&lt;br /&gt;"Ya Abu Hurairah, kunjungilah temanmu, niscaya akan bertambahlah kecintaanmu" (dari Abu Hurairah - HR Bazzaar dan Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saling mengeluarkan harta di jalan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Meninggalkan dosa&lt;br /&gt;"Jika ada dua orang yang saling mencintai karena Allah lalu keduanya berpisah, maka tidak ada yang memisahkan antara keduanya kecuali yang diperbuat oleh salah seorang di antara keduanya" (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang demikian itu akan menghasilkan buah yang sangat berguna dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, di antaranya:&lt;br /&gt;a. Mendapatkan anugerah cinta yang tinggi dari Allah SWT&lt;br /&gt;b. Mendapat "karamah" (kemuliaan) dari Allah SWT&lt;br /&gt;c. Mendapat perlindungan dari Allah di hari kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah SWT berkata pada hari kiamat nanti: mana orang-orang yang saling cinta-mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku melindungi mereka di bawah naungan-Ku, dan tidak ada naungan lain selain naungan-Ku ini" (HR Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Hilangnya ketakutan dan kesedihan hati&lt;br /&gt;e. Memperoleh keimanan yang sempurna&lt;br /&gt;f. Merasakan manisnya iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga perkara yang barangsiapa melakukannya akan merasakan manisnya iman:&lt;br /&gt;1. Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari yang lainnya&lt;br /&gt;2. Mencintai seseorang karena Allah&lt;br /&gt;3. Benci kepada kekafiran setelah Allah membebaskan dirinya, sebagaimana ia membenci untuk dilemparkan ke dalam neraka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ffff00;"&gt;Pungkas Bahjuri Ali&lt;br /&gt;(disadur dari Zaki Yamani) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110397539604599780?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110397539604599780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110397539604599780' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397539604599780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110397539604599780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/cinta-karena-allah.html' title='Cinta Karena Allah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110390300316399541</id><published>2004-12-24T07:38:00.000-08:00</published><updated>2004-12-24T07:43:23.163-08:00</updated><title type='text'>Salahkah Saya Bercinta dan Dicintai</title><content type='html'>Assalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;Hati remaja selalu berkata, apakah salah kami bercinta? Rasa cinta memang tidak salah. Ia adalah fitrah semula jadi (instinct) yang ALLAH swt kurniakan kepada setiap manusia. Ingin bercinta dan dicintai adalah instinct. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti jasad perlukan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka tentulah tidak salah merasainya. Namun ALLAH tidak karuniakan cinta secara polos begitu saja. Dia juga pencipta peraturan cinta demi menjaga kemurniaannya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar. Rasa cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalin hubungan cinta. Di sinilah selalunya remaja terjebak. Cinta terlarang adalah cinta yang menafikan peraturan yang telah ditetapkan oleh ALLAH swt. Ketika itulah FITRAH telah menjadi FITNAH. Bila keinginan semula jadi tidak disalurkan atau diisi mengikut peraturan maka akan berlakulah kekalutan dan kemusnahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapakah perlu ada peraturan cinta? Jawabnya kerana ALLAH swt mencintai manusia hambaNYA. Allah inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia melaksanakan keinginan fitrah semulajadinya. Keinginan tanpa peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan cinta hubungan cinta yang terlarang akan membawa banyak implikasi negatif dalam kehidupan. Pengalaman sudah mengajarkan kita bahwa jangan sesekali bermain cinta, nanti terbakar diri. Sudah banyak tragedi yang terjadi akibat hubungan cinta yg membelakangkan Tuhan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan cinta jangan dicemari oleh sembarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak pelanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan mudah tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi dengan pelbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari kendi cinta terlarang, racunnya akan meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ketika itulah cinta dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan pikiran sehingga seseorang aka menjadi hamba kepada sesiapa yang dicintainya. Ketika itu hati tidak melihat yang lain kecuali apa yang dicintainya. Lupalah diri pada pencipta cinta kerana terlalu asyik dengan cinta yang dikaruniakaNya. Bagaimanakah perasaan kita jika seseorang itu begitu lekat dengan hadiah yang diberikan hingga terlupa bersalaman dan berterima kasih dengan pemberinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt kerap disampingkan dalam hubungan cinta terlarang. Seolah- olah cinta dan pencipta cinta itu sudah tidak ada kaitannya. Hukum ALLAH dilanggar bukan dengan rasa bersalah tetapi dengan rasa manis dan bangga. Tangan kekasih dipegang walaupun jelas ALLAH mengharamkan sentuhan antara lelaki dan perempauan yang bukan muhrim. Berbicara berdua-duaan di tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan Nabi bahwa dalam keadaan itu syaitan adalah pihak ketiga. Lebih dari itu pun banyak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanyanya seolah-olah halal kerana cinta. Racun-racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai suara angin lalu. Akhirnya pohon cinta terlarang pun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai nama yang aneh dan menjijikkan - zina,perselingkuhan,anak rambat,buang bayi dll lagi. Ketika itu indahkah cinta? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan cinta bagai tanda-tanda dan lampu isyarat di atas jalan raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak tetapi pergerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa itu akan berlakulah pelanggaran dan kecelakaan. Begitulah cinta, ia adalah kuasa tetapi kuasa itu di perlukan peraturan-peraturan. Apakah peraturan-peraturan dalam hubungan cinta? Hendaklah cinta kita itu didasarkan kepada cinta ALLAH. Artinya cinta yang kita berikan kepadanya semata-mata kerana mengharapkan keridhoan ALLAH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH memberikan kita fitrah itu lalu niatkan dengan fitrah itu boleh menghampirkan diri kita kepada ALLAH swt. Cintailah sesiapa pun, tetapi pastikan cinta itu dapat memudahkan kita mencintai ALLAH. Sehubungan dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah diniatkan untuk ALLAH!. Soalnya bagaimana? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iringilah dengan niat untuk menikah kerana nikah itu lebih memudahkan seorang lelaki atau seorang perempuan menyempurnakan agamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila seseorang itu menikah, sempurnalah separuh agamanya, tinggal lagi separuh untuk disempurnakannya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pernikahan yang dibina adalah semata-mata kerana ALLAH, degan tujuan untuk membina rumah tangga muslim, melahirkan keturunan soleh dan solehah, keluarga yang sanggup memikul amanah &amp; dapat melaksanakan segala hukum dan perintah ALLAH swt. Semoga dengan pernikahan itu juga akan dapat menjaga pandangannya, kehormatan dirinya serta hati dan juga perasaannya supaya senantiasa tunduk dan takut pada ALLAH swt, di samping dapat beribadah dan bertaqwa kepada ALLAH SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, tak perlulah bercinta sekedar untuk bersuka-suka. Lebih buruk lagi janganlah ada niat-niat yang jahat dalam bercinta sama ada didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan syaitan. Jika tidak ada niat untuk bernikah, cinta sudah pasti bukan kerana ALLAH. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan pada sebelah pihak atau kedua-duanya sekalian. Cinta jenis ini seburuk namanya - Cinta Monyet! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah dipastikan sewaktu menjalin hubungan cinta tidak ada hukum ALLAH yang dilanggar. Antaranya, tidak ada pergaulan bebas, tidak ada pembukaan aurat, tidak ada pengabaian masalah seperti meninggalkan sembahyang, puasa dan lain-lain. Hubungan cinta jangan sampai terjerumus dalam perkara yang melalaikan dan merugikan. Maka, remaja tidak seharusnya mengeluh," Cinta apa namanya ini jika tiada dating, tiada perbualan telefon, tiada surat cinta, tiada sentuhan tangan, tanpa kerlingan dan senyuman? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah, tidak ada keindahan dengan melanggar peraturan Allah. Putus cinta dan kecewa bercinta yang begitu dominan dalam kehidupan remaja adalah disebabkan racun-racun cinta yang disangka berlian ini. Justru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perpernikahan dan lebih banyak yang putus tanpa sempat menempuh pernikahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt Maha Mengetahui dan Maha Menyayangi. Segala peraturanNya dibuat dengan rasa cinta terhadap hambaNYA. Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu.Dan cinta itu pasti akan membawa ke gerbang pernikahan untuk bercinta lagi dengan seribu keindahannya. Bahkan jika diizinkan oleh takdirNya, cinta itu akan terus bersambung ke alam akhirat. Suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga-tempat pertama yang melahirkan cinta! Ketika itulah FITRAH akan menjadi ANUGERAH! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekian dulu artikel dari saya, jika ada kata-kata saya yang salah dan nggeak berkenan dan menyingung perasaan beberapa pihak saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya, Sesungguhnya yang benar itu datangnya dari Allah SWT dan yang salah itu datangnya dari kelemahan saya sendiri.Ila hina faqat&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb : Buat remaja yang sedang bercinta tidak di landasi tujuan menikah&lt;br /&gt;Hai remaja... kamu sendiri masih tergapai-gapai mencari tujuan hidupmu, "identiti" diri sendiri, mampukah kamu bercinta? Bukankah lebih baik jika kamu menggunakan waktu remajamu yang ada untuk mendidik diri menjadi hamba Allah yang soleh/solehah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dwi_yono &lt;br /&gt;http://www.surau.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110390300316399541?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110390300316399541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110390300316399541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110390300316399541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110390300316399541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/salahkah-saya-bercinta-dan-dicintai.html' title='Salahkah Saya Bercinta dan Dicintai'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110390256908668276</id><published>2004-12-24T07:34:00.000-08:00</published><updated>2005-09-17T16:37:17.930-07:00</updated><title type='text'>Islam Kok Pacaran</title><content type='html'>oleh Aliman Syahrani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Naudzubillah min dzalik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syariat ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya." Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan "mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena Allah ?" Jawabnya jelas tidak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.indomedia.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110390256908668276?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110390256908668276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110390256908668276' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110390256908668276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110390256908668276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/islam-kok-pacaran.html' title='Islam Kok Pacaran'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110389515095577893</id><published>2004-12-24T05:23:00.000-08:00</published><updated>2004-12-24T05:32:30.956-08:00</updated><title type='text'>Tiga Perkara yang Menjerumuskan </title><content type='html'>Penulis : ems &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga keadaan yang membuat Iblis beserta bala tentaranya akan efektif menguasai manusia. Yaitu saat marah, saat berkecamuknya peperangan, dan saat berduaan dengan wanita yang bukan muhrim (apalagi kalau kita suka padanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa suatu ketika Iblis datang kepada Nabi Musa AS. Ia berkata, "Wahai Musa, engkau telah dipilih Allah dengan risalah-Nya, dan Allah telah berbicara padamu: "Wa kallamallahu Musa takliimaan". Aku ini makhluk Allah juga. Aku ingin bertaubat. Karena itu, mohonkanlah syafa'at untukku agar Allah mengampuniku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa kemudian berdoa pada Allah. Maka Allah berfirman, "Wahai Musa, Aku penuhi permintaanmu. Tapi, katakan pada Iblis agar dia bersujud pada kuburan Adan terlebih dahulu". Setelah itu, Musa memberitahukan apa yang difirmankan Allah kepadanya. Bagaimana reaksi Iblis? Dia marah besar dan berkata, "Dulu, ketika Adam masih hidup, aku tidak mau bersujud kepadanya. Mana mungkin aku harus bersujud kepadanya setelah ia mati?" Karena sikapnya tersebut, Iblis tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Iblis berkata pada Musa, "Musa aku berutang budi padamu. Engkau telah memintakan ampun pada Allah untukku. Sekarang aku akan memberikan nasihat padamu. Ingatlah aku dalam tiga keadaan, agar aku tidak membinasakanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kalau engkau marah, ingatlah aku. Karena, saat engkau marah, ruhku berada dalam hatimu dan mataku berada dalam matamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ingatlah aku ketika engkau menghadapi peperangan. Aku datangi anak Adam. Aku ingatkan dia tentang anaknya, istrinya, dan keluarganya sehingga ia meninggalkan medan perang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, hindarilah berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim-mu. Ketahuilah, pada saat itu aku akan menjadi utusanmu untuknya, dan menjadi utusannya untukmu".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak riwayat terungkap bahwa zaman dulu, Iblis sering kali menemui orang-orang saleh, terutama para nabi, untuk berdialog dengan mereka. Dari pertemuan tersebut, sering kali terlontar "kata-kata hikmah" dari Iblis berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia. Untuk zaman sekarang, biasanya Iblis (di sini disebut setan sebagai penerusnya) tidak langsung berhadapan, tapi langsung masuk ke dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah tersebut, ada tiga keadaan yang membuat Iblis beserta bala tentaranya akan efektif menguasai manusia. Yaitu saat marah, saat berkecamuknya peperangan, dan saat berduaan dengan wanita yang bukan muhrim (apalagi kalau kita suka padanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat logis, karena dalam tiga situasi tersebut, kondisi psikologis seseorang sangat labil. Sehingga seseorang berpotensi untuk bertindak di luar kendali "akal sehatnya". Pada saat marah, setan akan membangkitkan nafsu amarah di dalam hati, hingga seluruh kejelekan bisa masuk ke dalam diri kita. "Marah adalah kunci dari segala keburukan dan kejahatan," demikian Imam Ja'far As Shiddiq mengungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah riwayat menyebutkan pula bahwa Iblis datang menampakkan diri di hadapan seorang rahib. Sang rahib lalu bertanya, "Akhlak manusia yang mana yang banyak membantumu?". Iblis menjawab, "Marah. Sungguh, pada waktu marah, saya permainkan ia, bagaikan anak kecil membolak-balikan permainkan bola". Demikian berbahayanya amarah yang diperturutkan, hingga Rasul berpesan, "Hindarilah kemarahan, karena ia merupakan bara yang dinyalakan di dalam hati anak Adam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul pun menjanjikan derajat tinggi bagi mereka yang mampu mengendalikan marah, "Barang siapa menahan marah padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di atas kepala para makhluk (pada Hari Kiamat), hingga ia menyuruhnya untuk memilih bidadari manapun yang dikehendakinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain marah, setan akan "habis-habisan" menggelincirkan manusia tatkala ia berada di tengah berkecamuk pertempuran. Betapa tidak, saat berperang di jalan Allah, seorang pejuang menginjakkan satu kakinya di syurga dan satunya lagi di neraka. Karena itu, hanya ada dua pilihan yang akan muncul dalam benak seseorang: bertarung habis-habisan atau melarikan diri. Dalam kondisi antara hidup dan mati seperti itu, setan akan menghembuskan sikap kepengecutan pada diri seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap pengecut dengan melarikan diri dari peperangan, adalah sikap yang teramat hina dalam Islam. Rasulullah SAW memasukannya ke dalam satu dari tujuh perkara yang membinasakan. Beliau bersabda, "Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan, yaitu: berbuat syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri saat berkecamuknya perang melawan musuh, dan menuduh berbuat mesum atas wanita mukminah yang baik dan menjaga dirinya" (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perangkap setan yang ketiga adalah nafsu syahwat kepada wanita. Saat kita berduaan dengan wanita yang bukan muhrim, setan akan menjadi penghubung antara kita dengan "si dia". Walau mulut tak bicara, tapi setan akan menghubungkan hati keduanya, hingga lahir getaran-getaran. Dan, syahwat inilah yang terus dibangkitkan setan sampai manusia tergelincir. &lt;br /&gt;Kita bisa melihat fakta-fakta berikut. Menurut data BKKBN, sebanyak 1,6 juta wanita melakukan aborsi. Penelitian lain mencatat bahwa di Indonesia terjadi 2,5 juta aborsi setiap tahunnya, sebagiannya dilakukan oleh remaja (Pusat Informasi Keluarga Berkualitas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sepertiga remaja putri di Wonosobo telah hamil di luar nikah (PKBI Wonosobo). Di Yogyakarta setiap bulan ada 30 anak kos yang hamil (PKBI Yogyakarta). Di Palembang tercatat 20 persen mahasiswi melakukan hubungan seks pranikah (PKBI Palembang). Di Surabaya, enam dari 10 gadis tidak perawan lagi (Dra Khofifah Indar Parawansa). Diperkirakan pula 20-15 persen remaja Indonesia pernah nge-seks sebelum nikah (Dr Boyke Dian Nugraha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hasil survey yang dilakukan Chandi Salmon Conrad di Rumah Gaul Binaan Yayasan Pelita Ilmu Blok M menunjukkan bahwa 42 persen remaja menyatakan pernah melakukan hubungan seks di luar nikah, dan 52 persen di antaranya masih aktif. Di Jawa Barat terdapat 5,6 persen dari 8,7 juta remaja di Jabar telah melakukan seks bebas. Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat, dari 1.058 kasus yang masuk Konseling Kesehatan Remaja 22,7 persen atau sekitar 240 remaja telah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Sebagiannya sampai hamil (HU Pikiran Rakyat).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai kita runut, "bencana kemanusiaan" yang terjadi di lingkungan kita tersebut berawal dari tidak adanya hijab antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. Karena itu, Allah SWT menganjurkan kita untuk selalu menjaga pandangan dan menghindari berdua-duaan atau khuluwat (QS 24: 30-31). Benar pula bila Rasulullah SAW menganjurkan kita agar selalu menaruh perhatian terhadap masalah ini. "Janganlah sekali-kali berdua-duaan antara seorang lelaki dan seorang perempuan atau berpergian dengannya melainkan disertai muhrimnya". Dalam ketiga kasus ini, kita layak "mempercayai" Iblis la'natullah 'alaih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish-shawab. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110389515095577893?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110389515095577893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110389515095577893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110389515095577893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110389515095577893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/tiga-perkara-yang-menjerumuskan.html' title='Tiga Perkara yang Menjerumuskan '/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110387778541355600</id><published>2004-12-24T01:41:00.000-08:00</published><updated>2004-12-24T00:43:05.413-08:00</updated><title type='text'>Ada Apa dengan Cinta</title><content type='html'>Cinta merupakan pemberian dari Allah sebagai potensi kehidupan bagi manusia. Adanya cinta pada diri manusia tidak akan dihisab, sebab itu adalah qadha' [keputusan] Allah. Orang ingin bercinta itu wajar, sebab dalam dirinya memang ada naluri itu, tapi yang akan dihisab oleh Allah adalah bagaimana kita menggerakkan naluri cinta tersebut dan kepada siapa cinta itu diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijadikan indah pada [pandangan] manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik [surga]. [QS. Al-Imraan 3:14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud cinta antar lawan jenis sering diartikan secara sempit oleh sebagian orang dalam bentuk pacaran. Apakah betul cinta itu harus diwujudkan dalam bentuk pacaran? Kalau begitu, mari kita analisa apa yang dimaksud dengan pacaran itu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran adalah ikatan janji antara dua manusia lawan jenis yang belum menikah untuk saling mengenal, walaupun tidak selamanya bertujuan hingga ke jenjang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran adalah pembatasan cinta antar lawan jenis yang hanya diberikan kepada orang yang dia anggap dia cintai dan mencintai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran adalah kegiatan bersenang-senang bersama lawan jenisnya untuk mengisi kekosongan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pacaran di dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabiat orang yang berpacaran pada umumnya adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak senang bila ada orang ketiga di saat mereka sedang berduaan. Tidaklah diperkenankan bagi laki-laki dan perempuan untuk berkhalwat [berduaan], karena sesungguhnya ketiga dari mereka adalah syetan, kecuali adanya mahram.¡¦[HR Ahmad dan Bukhari Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa pacarnya adalah miliknya seorang, padahal mereka masih belum resmi sebagai suami istri. Yang berbahaya apabila sampai merasa sudah berhak atas diri pacarnya. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. [Q. S. Al Isra' : 32]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin selalu tampil baik di depan pacarnya, kalaupun ngambek, biasanya ngambeknya dibuat imut2 sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang pacaran itu terkadang tidak rasional Ungkapan-ungakapan seperti dunia ini milik kita berdua, kau tercipta untukku ku tercipta untukmu, untukmu segalanya kupasrahkan, dsb-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran itu menghalau dzikrullah Wajah sang pacar sering terbayang, apalagi kalau jauh dari pandangan. Padahal Allah menyuruh kita untuk ingat kepada-Nya dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring [ Q. S. Ali Imran : 191]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran itu boros Bagaimana tidak, kalau setiap kali ketemu harus mentraktir makan, belanja, rental mobil dsb. Kalau di hitung-hitung ongkos pacaran 3 bulan mungkin bisa buat biaya nikah dan hidup sederhana selama 1 tahun !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran itu enggak obyektif dan gelap mata Segalanya jadi indah dan menutup mata terhadap hal-hal yang lain. Kadang kalau mereka dihalangi, mereka bisa berlaku nekad seperti kawin lari ataupun menikah di alam baka alias mati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran ladang emas bagi syetan untuk menjerumuskan ke dalam zina Kalau angka perkosaan sudah demikian tinggi, bisa kita bayangkan bagaimana dengan angka perzinahan yang dilakukan atas dasar suka sama suka dan sekali lagi atas nama cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika Pergaulan dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika pergaulan dalam islam adalah, khususnya antara lelaki dan perempuan garis besarnya adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling menjaga pandangan di antara laki-laki dan wanita, tidak boleh melihat aurat , tidak boleh memandang dengan nafsu dan tidak boleh melihat lawan jenis melebihi apa yang dibutuhkan. [An-Nur:30-31] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita wajib memakai pakaian yang sesuai dengan syari'at. [An-Nur:31] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya bagi wanita untuk selalu menggunakan adab yang islami ketika bermu'amalah dengan lelaki, seperti: &lt;br /&gt;a.. Di waktu mengobrol hendaknya ia menjahui perkataan yang merayu dan menggoda [Al-Ahzab:32] &lt;br /&gt;b.. Di waktu berjalan hendaknya wanita sesuai dengan apa yang tertulis di surat [An-Nur:31 &amp; Al-Qisos:25] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diperbolehkan adanya pertemuan lelaki dan perempuan tanpa disertai dengan muhrim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Mengakui Wujud Cinta dalam Lembaga Pernikahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para muslimah yang telah menjalani pernikahan tanpa pacaran mungkin telah merasakan apa yang Allah sebutkan dalam surat Ar-Rum [30]: 21, sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri daripada jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS Ar-Rum [30]:21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Si Dia Belum Datang Juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebaiknya dilakukan seorang muslimah bila ternyata si dia belum datang juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti berbagai aktifitas yang positif dan menyibukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa memperhatikan etika pergaulan dalam Islam, sehingga pandai menempatkan diri, ¡Èthink before you act¡É kapan harus serius dan kapan harus santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbanyak ibadah, agar hati tidak mudah lalai, khususnya ibadah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa mengingat bahwa diri berada dalam pengawasan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada lelaki soleh yang kita cintai, datangi orang yang bisa kita percayai untuk menanyakan kesediaannya melamar kita, tentunya dengan terlebih dahulu mempertimbangkan kemungkinan tidak ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaqin akan qodho Allah, bahwa jodoh sepenuhnya berada di tangan Allah. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji [pula], dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik [pula]. Mereka [yang dituduh] itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka [yang menuduh itu]. Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia [surga].[An-Nuur[24]:26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukanlah hal yang haram untuk dirasakan. Ia adalah sunnatullah. Bila ia hinggap di hati muslimah sedangkan ia belum siap untuk menikah, jangan biarkan cinta ini menyiksa diri kita. Yakinkan diri bahwa suatu saat nanti cinta itu akan terwujudkan dalam wadah yang diakui Allah dan masyarakat secara umum, yaitu pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian mari kita kaji ulang apakah kita telah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membenarkan bahwa cinta adalah fitrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meyakini bahwa cinta tidak harus diwujudkan dalam bentuk pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengetahui bahwa pacaran itu mendekati zina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mendapat jawaban atas dilemma etika pergaulan laki-laki dan perempuan dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu 'alam bishshowwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__________________________&lt;br /&gt;Oleh: Femina Sagita Borualogo MA Disampaikan dalam Dauroh Muslimah KAMMI JP 4 Agustus 2002, Komaba, Tokyo[kammi-jp/ach]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110387778541355600?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110387778541355600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110387778541355600' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110387778541355600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110387778541355600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/ada-apa-dengan-cinta.html' title='Ada Apa dengan Cinta'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110387708523021930</id><published>2004-12-24T01:26:00.000-08:00</published><updated>2004-12-24T00:31:25.230-08:00</updated><title type='text'>Re: pacaran</title><content type='html'>Asssalmu'alaikum w.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dipermasalahkan di sinikan adalah adanya istilah pacaran yang&lt;br /&gt;islami, kalau kata itu digunakan saya kurang setuju. Kalau mengenal untuk&lt;br /&gt;lebih dekat yang ukhti maksud adalah cenderung pada istilah calon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas berbeda pacar dengan calon, letak perbedaannya pertama dari niat,&lt;br /&gt;kedua prosesnya pengenalannya. Tentu akan lebih hati-hati memilih calon dari&lt;br /&gt;pada pacar, juga kriterianya. Kalau masalah kontrol diri sampai dimana&lt;br /&gt;manusia dapat mengontrol dirinya ?, sedangkan syaithan selalu menggoda di&lt;br /&gt;mana saja manusia berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Qur'an dijelaskan dalam surat Al Israa' :32 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah &lt;br /&gt;suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dengan memggunaka kata "Jangan", ini berarti Allah sangat&lt;br /&gt;melarang, yang berarti hukumnya haram. Kalau Ukti mengatakan pacaran adalah untuk mengenal calon&lt;br /&gt;pasangan kita, tapi berapa lama, apakah kenal itu sesudah pacaran 1 tahun, 3&lt;br /&gt;tahun atau 10 tahun. Sering kita mendengar mereka sudah pacaran 5 tahun lalu&lt;br /&gt;mereka putus, tetapi yang hanya kenal 1 bulan sudah memutuskan untuk&lt;br /&gt;menikah. Lama waktu mengenal tidak menjamin hubungan akan langgeng sesudah&lt;br /&gt;menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah merupakan perpaduan dua pribadi yang masing-masing khas,&lt;br /&gt;tapi keduanya harus mempunyai komitmen yang sama, pandangan yang sama untuk&lt;br /&gt;mencapai tujuan yang sama. Untuk seorang mengaku beriman harus menggunakan&lt;br /&gt;Qur'an (Konseptual) dan Hadist (Instruksional) sebagai manual dalam&lt;br /&gt;hidupnya, jadi pasangan mukmin yang mempunyai satu rujukan ini akan se-irama&lt;br /&gt;dalam menjalani hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam seseorang memang harus mengenal calon pasangannya&lt;br /&gt;tetapi tentu harus sesuai pula dengan yang diperbolehkan dalam islam. Ukti&lt;br /&gt;benar, mungkin menjadi calon kita adalah teman kita sendiri, itu paling&lt;br /&gt;tidak kita sudah mengenal akhlaknya. Tapi itu juga harus sesuai dengan apa&lt;br /&gt;yang sudah di gariskan oleh ajaran Islam (Qur'an dan Hadist) termasuk&lt;br /&gt;kriteria yang dilihat pada teman kita itu serta prosesnya. Ada salah satu&lt;br /&gt;Hadist :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir janganlah ber-&lt;br /&gt;sunyi-sunyi dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya,&lt;br /&gt;karena yang ketiga adalah syetan".( Riwayat Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam QS An-Nur:30-31, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: " Hendaknya mereka &lt;br /&gt;menahan pandangannya....."&lt;br /&gt;Katakanlah kaepada wanita yang beriman : " Hendaklah mereka menahan &lt;br /&gt;pandangannya......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menafsirkan bahwa "pandangan" yang dimaksud adalah pandangan yang&lt;br /&gt;disertai oleh perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua dalil itu (Hadist dan An-Nur 30-31), kita bisa mengambil&lt;br /&gt;kesimpulan orang yang berpacaran selalu berpeluang untuk itu. Hati akan&lt;br /&gt;terpengaruh oleh si dia, malah tindakan kita kadang tidak rasional. Masa&lt;br /&gt;pengenalan itukan mesti ada batas waktunya dan ada cara yang lebih baik&lt;br /&gt;mengenal si dia. Yang disebut pacaran itukan tidak ada batas waktu untuk&lt;br /&gt;mengambil keputusan, inikan jelas bahwa pacaran itu dengan niat bukan untuk&lt;br /&gt;dijadikan pasangan hidup, syukur-syukur cocok. Bagaimana setelah pacaran&lt;br /&gt;sekian lama, akhirnya ternyata mengecewakan, apalagi dibanding-bandingkan&lt;br /&gt;dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah mencari pasangan hidup dalam Islam tentu lebih menjadi hal&lt;br /&gt;yang sangat penting, ini disebabkan ajaran islam yang menekankan pada hidup&lt;br /&gt;yang kekal sesudah mati. Kehidupan seseorang akan sangat dipengaruhi oleh&lt;br /&gt;pasangannya, dalam bergaul saja kita harus memilih kawan apalagi pasangan&lt;br /&gt;hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita yang sebenarnya adalah hidup sesudah mati, di akhirat&lt;br /&gt;nanti itulah tujuan hidup kita, jadi seorang mukmin harus mencari pasangan&lt;br /&gt;yang dapat mencapai tujuan itu, yaitu surga, di sinilah Islam mementingkan&lt;br /&gt;seseorang memprioritaskan kriteria agama, dengan mendapat pasangan yang&lt;br /&gt;mempunyai pemahaman agama yang baik, itu menjamin untuk saling koreksi dan&lt;br /&gt;mengingatkan. Hal-hal lain seperti persamaan minat/hobby, latar belakang,&lt;br /&gt;wawasan akan menambah komunikasi semakin mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan orang islam sekarang ini kan berkiblat ke barat,&lt;br /&gt;masyarakat kita semakin permisif saja akan hal-hal yang berasal dari barat.&lt;br /&gt;Di dalam Islam apapun harus jelas batasannya sehingga tidak ada erosi. Allah&lt;br /&gt;menyerahkan pilihannya kepada kita, Allah menyediakan dua jalan (QS Asyams&lt;br /&gt;7-10). Kita jangan mengikuti hal-hal yang diluar Islam apalagi karena&lt;br /&gt;kebanyakan orang melakukannya (QS 2:100, QS 7:17, QS 16:38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum w.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanifa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6973555-110387708523021930?l=cinta-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cinta-ku.blogspot.com/feeds/110387708523021930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6973555&amp;postID=110387708523021930' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110387708523021930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6973555/posts/default/110387708523021930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cinta-ku.blogspot.com/2004/12/re-pacaran.html' title='Re: pacaran'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6973555.post-110387997953068123</id><published>2004-12-24T01:17:00.000-08:00</published><updated>2005-09-29T12:23:07.176-07:00</updated><title type='text'>Gaul Error:</title><content type='html'>Gaul Error:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reduksi Budaya Western&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psikologis, masa remaja adalah masa memasuki usia 13-19 tahun ke atas atau disebut juga masa adolesen/pubertas. Di masa itu, perubahan jasmani individual remaja berjalan begitu cepat, sehingga berkonsekuensi pada kebingungan dan ke aku an dalam mengambil sikap, serta sering berimajinasi dan berkhayal secara negatif. Bahkan perubahannya bergolak hebat dari sisi emosional individual, baik dari aspek rohani maupun jasmani. Dari sisi rohani, sikap berontak pada Tuhan selalu menyelimuti dirinya jika dihubungkan pada kekuasaan yang dilawannya dan kadang malah bersikap sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas remaja cenderung mengedepankan ego, nafsu dan kehendak sendiri tanpa mengindahkan pandangan orang lain. Kendati itu orang tua sendiri. Tak aneh bila banyak remaja yang terjerumus dalam pergaulan error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut James Vander, sosiolog terkemuka, penyimpangan ialah prilaku yang oleh masyarakat dianggap perbuatan tercela dan diluar batas toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitanya, penyimpangan remaja kian tahun kian meningkat. Banyak sekali refleksi pergaulan error yang bisa di kemukakan di sini. Mulai dari level shaghirah (dosa kecil) sampai kabirah (dosa besar), mulai dari pandangan mata sampai pada free friends yang membahayakan. Mungkin, yang menjadi titik tolak awal dari semua penyimpangan pergaulan adalah pacaran. Karena pacaran sangat rentan menimbulkan penyimpangan-penyimpangan pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat pacaran dari sisi perspektif fikh maka kajiannya hanya cukup sampai di sini. Karena konsekuensi hukum dari pacaran bila melihat realita yang ada sudah jelas (baca; ma'lumun mi al-din bi al-dlarurat). Maka bila dikatakan adakah pacaran yang Islami? Maka jawabannya pasti, pacaran yang Islami hanyalah menikah!. Sedangkan kalau kita melihat dari perspektif sosial maka kajiannya lebih melebar pada penyebab-penyebab kenakalan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas Pelaku Penyimpangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini remaja adalah pelaku terbanyak penyimpangan pergaulan dengan cara pacaran. Mayoritas remaja masih belum menyadari bahwa dibalik pacaran terdapat dampak negatif yang sangat membahayakan, disamping dosa yang menjadi beban dan harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah Swt.. Karena akibat pacaran dan pergaulan error banyak diantara mereka yang terjebak dalam perangkap zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari sekedar KNP (kissing, necking, petting) sampai free sex (seks bebas), al-ikhtilath (campur-baur), al-khalwat (berduaan), tersebar luasnya pornografi, pornoaksi dipelbagai media cetak, night club, sinema sinetron dan striptease (penari bugil). Kesemuanya membawa misi-misi iblis dan berdampak pada rusaknya norma dan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Allah telah melarang mendekati zina, apalagi berbuat zina. Remaja yang tidak mempunyai rem iman yang kukuh, hati dan pikirannya akan cenderung berbuat hal-hal negatif dan mudah terpengaruh oleh deviant cultur (kebudayaan menyimpang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mencoba mengklasifikasi penyebab-penyebab penyimpangan ini kurang lebihnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurang berpikir proporsional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja, bila cara berpikirnya tidak proporsional, maka perbuatannya cenderung mengarah pada hal-hal yang negatif dan mudah terpengaruh. Akibatnya, banyak remaja yang melakukan banyak penyimpangan dengan alasan banyak mengekor pada temannya atau hanya sebatas happy fun saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lemahnya pemahaman dan aplikasi norma Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja adalah salah satu elemen penting yang menjadi sasaran Barat dalam upaya konspirasi mereka terhadap Islam. Khususnya remaja yang kurang mengerti Islam serta hati dan akal pikirannya kosong dari agama Islam. Oleh karena itu remaja Islam dituntut -bahkan wajib- untuk mendalami ajaran agamanya secara komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji mengatakan: Kehancuran bagi seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan akan lebih rusak lagi bila orang-orang bodoh yang beribadah (lihat; Talim al-Mutaallim). Apalagi bila bodoh dan tidak beribadah! Tujuan diwajibkannya menuntut ilmu agama adalah agar dapat membedakan perkara haq dan bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Vulgaritas media informasi dan minim filter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media informasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan khususnya dikalangan remaja akan tetapi ironisnya informasi yang disenangi kalangan remaja adalah informasi yang berbau hal-hal negatif yang disertai dengan tidak adanya filterisasi atas informasi itu sendiri, baik informasi yang berbentuk bacaan, tayangan, audio visual, internet dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa sebagai agent of change mulai kehilangan tanggung jawab moralnya. Seringkali menampilkan tayangan yang justru tidak mendidik. Mulai dari sinetron, film, iklan dan sejenisnya bertaburan ajaran amoral dan programnya dibungkus dengan berita. Seperti tayangan sergap (RCTI), Patroli, Jejak Kasus (Indosiar) Derap Hukum (SCTV) Fakta (ANTV) Investigasi (LATIVI) dan program-program sejenis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang kriminal yang memiliki purnajual tinggi tersebut menjadi menu sehari-hari di televisi. Masyarakat, khususnya remaja
