Keistimewaan Cinta Nabi Muhammad SAW | Monday, June 14, 2004
Dan keistimewaan itu hanya terjadi padanya, dan dia adalah manusia pilihan Allah, kekasih Allah, Muhammad SAW.
Rasulullah, menerima wahyu yang pertama di bulan Ramadhan. Dan sejak saat itu, di menjadi panutan kita.Sebab Rasullulah menyampaikan petunjuk menuju jalan kehidupan yang benar dan dia seorang penegak keadilan.
Secara fisik kita tak pernah menemuinya. Akan tetapi warisan yang ditinggalkannya tak terukur nilainya. Yang kalau mengikuti bahasa sekarang, disebut sebagai reference. Agama Islam mengatur tata cara dalam kehidupan manusia di dunia, dan juga persiapan menuju kehidupan di akhirat. Mulai dari tata cara berhubungan dengan sesama manusia, berbagai hukum yang sebaiknya ditegakkan, sampai kepada pengabdian kita kepada sang pencipta, Allah SWT.
Bagaimanalah nasib kita ini tanpa terutusnya Muhammad sebagai pemimpin umat. Tak pelak lagi, kemungkinan kita akan tersesat???.tentulah semakin besar, lalu???..bagaimanakah kita akan bisa terselamatkan?. Yang tidak diperkenankan menjadi boleh; yang dianjurkan seakan tak kelihatan. Yang haram menjadi halal.
Kepada Rasulullah, pembawa cahaya bagi kehidupan kita, petunjuk jalan menuju keselamatan kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Patutkah kita menyatakan cinta yang tulus ?
Kita semua tahu bahwa hidup rasullulah bukanlah kehidupan yang empuk, tingga menginjakkan kaki diatas permadani merah yang dihamparkan baginya.Hidup Rasulullah penuh perjuangan, penuh tantangan. Dan kesemuanya itu dihadapinya dengan tabah karena cintanya kepada kita.
Kenapa patut kita menyatakan cinta kepada Rasulullah?
Kalau kita menyempatkan diri meninjau riwayat perjuangan Rasulullah, betapa teguh dia berpegang kepada prinsipnya dalam berjuang, maka kitapun memang dituntut untuk menirunya.
Mengapa Rasullulah seorang anak yatim, penggembala kambing, seorang diri saja,
? dapat berhasil dengan gemilang dalam perjuangannya,
? dapat mengubah dunia tradisional jahiliyah menjadi tatanan yang baik.
? dapat mengubah masyarakat animisme menjadi masyarakat religius?
Semua itu dapat terjadi karena Rasulullah SAW, senantiasa berjalan di atas rel yang telah digariskan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW adalah seseorang yang memiliki idealisme yang kuat dan kokoh, sehingga tak tergoyahkan imannya. Tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Berbagai bujukan dengan iming-iming tidak menggoyahkan rasul yang tabah.Orang lain yang takut atas kemungkinan hilangnya "keempukan hidup" yang sementara ini dinikmatinya, atau didambakannya dengan serta merta berpamrih dalam tindak tanduknya. Orang macam ini tak ubahnya bagaikan manusia serigala, setelah mendapatkan apa yang diinginkannya iapun diam. Ia luntur.Lain halnya dengan Nabi Muhammad SAW, beliau adalah laksana permata, yang tetap bercahaya di mana pun berada.
(18 Mar 2004)(Disarikan dari ceramah Yaya Suwarno, 15 November 2003 /dwpp/nla.f.m)
*************************
Created at 1:00 PM
*************************
|
|
welcome
hello
MENU
HOME
Cinta Ku
Cinta - Al- Qur'an & Hadist
Cinta - Artikel
Cinta - Berita
Cinta - Busana & Perkawinan
Cinta - Cerita
Cinta - Doa
Cinta - Kecantikan
Cinta - Kesehatan
Cinta - Liputan Khusus
Cinta - Masakan & Minuman
Cinta - Musik
Cinta - Muslimah
Cinta - Puisi
Cinta - Rukun Iman & Islam
Links
Archieve
May 2004[x] June 2004[x] December 2004[x] January 2005[x] April 2005[x] July 2005[x] August 2005[x] September 2005[x]
|
|